10:00 . Awal Desember, Jumlah Terkonfirmasi Positif di Tuban Capai 22 Orang   |   09:00 . Erupsi Semeru, Bright Gas Hadir di Dapur Umum Dinsos Lumajang   |   08:00 . Penerimaan PBB-P2 2020 Lampui Target   |   07:00 . Hindari, 14 Kebiasaan yang Tak Disadari Bisa Menghambat Karier   |   18:00 . Jembatan Glendeng Penghubung Tuban-Bojonegoro Kembali Ditutup Total   |   17:00 . Kunker di Tuban, Kajati Jatim Beri Pengarahan Seluruh Pegawai Kejari Tuban   |   16:00 . BMG Sabet Juara 2 Feature Online dan Foto Essay   |   15:00 . Wakil Bupati Tuban Hadiri Uji Coba Mall Pelayanan Publik   |   14:00 . BMG Sabet Juara 2 Kategori AJP   |   13:00 . Pameran Virtual Bulan Desember, dari 30 Perupa untuk Indonesia   |   12:00 . Bupati Huda Uji Coba MPP dan Launching ADM   |   11:00 . JaDI Resmi Daftar Pemantau Pemilu di KPU Tuban   |   09:00 . Bupati Tuban Resmikan Pasar Rakyat Kenduruan   |   07:00 . Mengapa Stres Membuat Kita Rentan Jatuh Sakit?   |   15:00 . Bawaslu dan KPU Akui Kampanye Virtual di Pilkada Tuban Nihil   |  
Fri, 04 December 2020
Jl. Sunan kalijogo Gang Latsari 1 No. 26 Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

Friday, 11 May 2018 17:00

Kemarau Terik, Perajin Gerabah Sumringah

Kemarau Terik, Perajin Gerabah Sumringah

Reporter: M. Anang Febri

blokTuban.com - Datangnya kemarau terik pasca musim penghujan lalu membawa berkah tersendiri bagi perajin gerabah ‎di Desa Banyubang, Kecamatan Grabagan.

Satu-satunya perajin gerabah‎ tradisional di wilayah tersebut, Bu Narti (45) mengatakan, panas matahari saat kemarau mmeningkatkan kualitas hasil kerajinan yang dibuatnya. 

"Ka‎lau kemarau seperti ini bisa lebih bagus hasilnya. Lebih cepat juga pengeringannya. Karena Gerabah trasisional seperti ini butuh waktu yang panjang, satu bulan baru jadi sempurna" ujar Bu Narti kepada blokTuban.com, Jumat (11/5/2018).

Dia juga menambahkan, saat musim penghujan lalu, proses pengeringan gerabah miliknya memakan waktu lebih lama dibanding musim kemarau ini. Butuh waktu dua bulan lebih, saat musim penghujan datang tak kenal waktu.

"Pas hujan, dua bulan lebih baru jadi‎. Pengeringannya di samping rumah sana. Perlu di tutup platik agar tak terkena air dan cepat kering. Kalau panas begini, langsung jemur di halaman saja," tambah ibu empat anak itu di tengah aktivitasnya.

Narti tak pantang menyerah membuat dan mempertahankan karya tradisional yang digunakan untuk memasak, meski saat ini kompor elpiji kian menjamur.

"Tetap buat Gerabah setiap hari, meskipun yang pesan hanya sedikit. Hanya dari daerah Grabagan sini dan Rengel saja," pungkasnya. [feb/col]

 

* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Tag : perajin, gerabah



PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokTuban TV

Redaksi

  • Thursday, 26 November 2020 14:00

    Selamat, Kak Bibin Resmi Lepas Lajang

    Selamat, Kak Bibin Resmi Lepas Lajang Momen bahagia kembali dirasakan Keluarga besar Blok Media Group (BMG). Personil dari Blok Multimedia (anak perusahaan BMG), M. Tholibin resmi melepas masa lajangnya setelah menyunting pujaan hatinya, Siti Muza'roah....

    read more

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Tuesday, 19 November 2019 14:00

    Surat Panggilan Tes Pertamina Adalah Hoax

    Surat Panggilan Tes Pertamina Adalah Hoax PT Pertamina (Persero) kembali menjadi objek penipuan lowongan kerja. Kali ini ada pihak mengatasnamakan Pertamina mengumumkan lowongan kerja dan kemudian memanggil pendaftar untuk melakukan berbagai tes....

    read more