06:00 . PPKM Diperpanjang, Tuban Masuk Kategori PPKM Level 3   |   18:00 . 200 Pekerja SG Ikuti Vaksinasi Tahap II Kodim 0811   |   17:00 . Kantor Dinas Tenaga Kerja Tuban Disegel Buruh   |   16:00 . Dua Rumah di Trantang Terbakar, Kerugian Capai 100 Juta Lebih   |   15:00 . BAZNAS Bantu Motor Warga Miskin Kembangkan Usahanya   |   12:00 . Kantor Dinas PMPTSP dan Naker Tuban Disegel Buruh   |   07:00 . WHO Sebut ASI Jadi Vaksin Pertama Bayi Lawan Segala Infeksi Penyakit   |   19:00 . Terdengar Ledakan, Bengkel dan Kandang Sapi di Jenu Terbakar   |   12:00 . Kemenag Tuban Luncurkan Kartu Nikah Digital, Ini Cara Mendapatkannya   |   11:00 . Pelajar SMP Ketawa Setelah Divaksin   |   10:00 . Warga Singgahan Terima BST Rp454.800.000   |   09:00 . Jangan Lengah Saat Ambil BST   |   08:00 . Omzet Turun Saat PPKM Darurat, Pedagang Angkringan Kurangi Karyawan   |   16:00 . Kayu Material Proyek Hotel Terbakar   |   12:00 . Bupati Temukan KPM Diberi Kerupuk, Mie Instan dan Minyak Goreng   |  
Wed, 04 August 2021
Jl Sunan Muria no 28, Kelurahan Latsari, Kecamatan/Kabupaten Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

Kemarau Terik, Perajin Gerabah Sumringah

bloktuban.com | Friday, 11 May 2018 17:00

Kemarau Terik, Perajin Gerabah Sumringah

Reporter: M. Anang Febri

blokTuban.com - Datangnya kemarau terik pasca musim penghujan lalu membawa berkah tersendiri bagi perajin gerabah ‎di Desa Banyubang, Kecamatan Grabagan.

Satu-satunya perajin gerabah‎ tradisional di wilayah tersebut, Bu Narti (45) mengatakan, panas matahari saat kemarau mmeningkatkan kualitas hasil kerajinan yang dibuatnya. 

"Ka‎lau kemarau seperti ini bisa lebih bagus hasilnya. Lebih cepat juga pengeringannya. Karena Gerabah trasisional seperti ini butuh waktu yang panjang, satu bulan baru jadi sempurna" ujar Bu Narti kepada blokTuban.com, Jumat (11/5/2018).

Dia juga menambahkan, saat musim penghujan lalu, proses pengeringan gerabah miliknya memakan waktu lebih lama dibanding musim kemarau ini. Butuh waktu dua bulan lebih, saat musim penghujan datang tak kenal waktu.

"Pas hujan, dua bulan lebih baru jadi‎. Pengeringannya di samping rumah sana. Perlu di tutup platik agar tak terkena air dan cepat kering. Kalau panas begini, langsung jemur di halaman saja," tambah ibu empat anak itu di tengah aktivitasnya.

Narti tak pantang menyerah membuat dan mempertahankan karya tradisional yang digunakan untuk memasak, meski saat ini kompor elpiji kian menjamur.

"Tetap buat Gerabah setiap hari, meskipun yang pesan hanya sedikit. Hanya dari daerah Grabagan sini dan Rengel saja," pungkasnya. [feb/col]

 

Tag : perajin, gerabah

* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokTuban TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat