12:00 . BST Tahap Enam, 30.820 KPM Dapat Rp300 Ribu   |   10:00 . Tertimpa Reruntuhan Besi Tower, Rumah Warga Panyuran Rusak   |   09:00 . Hipmi Dorong Pemerintah Beri Peluang Besar Pengusaha Lokal   |   08:00 . Gerindra Siap Kerahkan Kader Rebut Kemenangan Setia Negara   |   07:00 . Migrain, Apa Sih Ciri-Ciri dan Penyebabnya?   |   15:00 . Kembali Nahkodai BPC Hipmi Tuban, Prasetiya Bagus Komitmen Bimbing UMKM   |   14:00 . Blak-Blakan, Gabungnya De Anwar, dan Strategi Pemenangan Ana-Anwar   |   13:00 . BPC Hipmi Tuban Gelar Muscab ke II   |   11:00 . Pemuda Sidomulyo Mulai Prihatin Masalah Sampah   |   10:00 . Corona di Palang Tembus 52 Kasus, Semakin Banyak Warga Pakai Masker   |   07:00 . Mi Instan dan Nasi Putih, Mana yang Lebih Tinggi Kalorinya?   |   22:00 . BPPSDMP Kementerian Pertanian Kunker di BPP Rengel   |   21:00 . Jelang Penetapan Nomor Paslon, KPU Sosialisasikan Protokol Kesehatan   |   20:00 . Pasien Positif Covid-19, Terbanyak di Kecamatan Tuban   |   19:00 . Pegawai Bank Jadi Korban Begal Payudara Berulang Kali   |  
Sun, 20 September 2020
Jl. Sunan kalijogo Gang Latsari 1 No. 26 Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

Sunday, 21 January 2018 14:00

Hujan Tak Maksimal, Sawah Petani di Parengan Kurang Air

Hujan Tak Maksimal, Sawah Petani di Parengan Kurang Air

Kontributor: M. Anang Febri

blokTuban.com - Curah hujan yang minim serta kurang merata mengakibatkan sejumlah sawah milik petani padi di Kecamatan Parengan bagian timur rusak.

Tanah pada lahan pertanian kekurangan air tersebut pecah-pecah/retak meskipun hampir selama satu minggu hujan sempat mengguyur selama beberapa saat.

"Sawah di sini hanya mengandalkan air hujan. Belum ada sumberan atau sumur dekat sini, makanya tanahnya retak-retak begini karena hujan nggak deras," terang Mbak Ah, petani padi  Desa Sugihwaras, Kecamatan Parengan kepada blokTuban.com, Minggu (21/1/2018).

Sambil melanjutkan pekerjaannya mencabut rumput yang tumbuh di sekitar tanaman padi, menurutnya ada aliran sungai kecil yang biasanya digunakan warga sekitar untuk mengairi sawah.

"Tapi ya gitu, air sungai semakin hari semakin surut. Tak ada airnya karena hujan yang turun hanya gerimis. Hujan pun datang saat sore dan malam hari, begitu panas airnya jadi menguap," pungkasnya.

Hal serupa juga terjadi pada lahan pertanian padi Desa Mojomalang, Kecamatan Parengan. Lahan pertanian paling timur di Kecamatan Parengan yang berbatasan dengan Kecamatan Soko itu hanya mengandalkan air hujan saja.

"Hanya bergantung air hujan. Sumur, sumberan, ataupun sungai sangatlah jauh dari sini. Ya begini, tanah pada tanaman padi jadi retak-retak," kata Wardi, petani setempat. [feb/col]

* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Tag : hujan, sawah, pertanian



PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokTuban TV

Redaksi

  • Saturday, 22 August 2020 14:00

    KONGRES KEDUA AMSI

    AMSI: Brand yang Sehat Harus Tampil di Konten yang Sehat

    AMSI: Brand yang Sehat Harus Tampil di Konten yang Sehat blokTuban.com - Jakarta - Kongres Kedua Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) resmi dibuka hari ini, Sabtu (22/8/2020). Kongres yang digelar secara virtual, karena berlangsung di tengah pandemi Covid-19, akan berlangsung...

    read more

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Tuesday, 19 November 2019 14:00

    Surat Panggilan Tes Pertamina Adalah Hoax

    Surat Panggilan Tes Pertamina Adalah Hoax PT Pertamina (Persero) kembali menjadi objek penipuan lowongan kerja. Kali ini ada pihak mengatasnamakan Pertamina mengumumkan lowongan kerja dan kemudian memanggil pendaftar untuk melakukan berbagai tes....

    read more