20:00 . Harga Bawang Mulai Berangsur Turun   |   19:00 . Positif Covid-19 Turun, Efektivitas PPKM Mikro Belum Disimpulkan   |   18:00 . Jadi Prioritas 2021, Ini Deretan Infrastruktur yang Digenjot Tuban   |   16:00 . Saat Harga Selangit, Cabai di Tuban Diserang Hama Patek, Petani Panen Dini   |   15:00 . Diduga Keluyuran, Status Terdakwa KK Ganda Diusulkan jadi Tahanan Rutan   |   08:00 . Momen HPN 2021, BNI Tuban Beri Kejutan Kue Ulang Tahun Kepada Insan Pers   |   07:00 . 30 Persen Anak Muda Disebut Alami Kecanduan Smartphone, Ini Saran Pakar   |   19:00 . Meski Harga Cabai Melonjak, Pemilik Warung Makan ini Tetap Patok Harga Normal   |   18:00 . Sederet Penerima Hibah Rp7,175 Miliar APBD Tuban tahun 2021   |   17:00 . Cerita Penyintas Covid-19: Rutin Donor Plasma Membuat Tubuh Semakin Sehat   |   16:00 . Pameran Virtual Bulan Maret Diikuti Pelukis dari Tapin Hingga Jambi   |   13:00 . Harga Cabai Melambung, Cabai Busuk Kering di Tuban Dijual Rp50 Ribu Perkilogra   |   12:00 . Setelah Nakes, Ulama jadi Prioritas Vaksinasi   |   07:00 . Selain Bau Mulut, Waspada 3 Masalah Kesehatan Ini Jika Malas Menyikat Gigi   |   19:00 . Kasat Sabhara Polres Tuban Cukur Anggota Berambut Panjang   |  
Sat, 06 March 2021
Jl. Sunan kalijogo Gang Latsari 1 No. 26 Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

Tuban Art Festival (TAF) 2017

DKT: Kita Masih Cari Jalan Tengah

bloktuban.com | Tuesday, 12 December 2017 18:00

DKT: Kita Masih Cari Jalan Tengah

Kontributor: M. Anang Febri

blokTuban.com - Agenda Tuban Art Festival (TAF) beberapa hari lalu telah dibuka oleh Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olah Raga (Disparbudpora). Namun sayangnya terjadi mis-komunikasi antar Dewan Kesenian Tuban (DKT) dan pihak pengelola gedung Budaya Loka yang dijadikan tempat berlangsungnya parade teater.

Dalam hal tersebut, tentu banyak merugikan pelaku seni yang berada di kota Bumi Wali itu. Agenda parade teater yang sudah dibuat dengan jadwal mulai Senin kemarin hingga Sabtu 16 Desember mendatang, terpaksa ditunda.

Menyikapai acaranya yang tak berjalan mulus sesuai rencana awal, DKT tetap bersikap tenang dengan memikirkan jalan tengah yang akan ditempuh demi mensukseskan progam kesenian tersebut.

"Kita rembuk dengan teman-teman DKT lainnya," papar Siswandi, salah seorang anggota DKT usai dikonfirmasi blokTuban.com, Selasa (12/12/2017).

Lanjut Om Sis, panggilan akrab anggota DKT itu kepada media, pihaknya tetap akan berupaya mencari jalan terbaik untuk tatap menjalankan acara tersebut.

"Kita akan carikan solusi terbaik agar teman-teman tetap bisa berproses dan berkarya," pungkasnya.

Sementara itu, sebagian acara TAF seperti workshop Pantomim, hari ini dialihkan di tempat lain agar acara tetap kondusif tanpa terganggu problem yang ada. [feb/rom]

* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Tag : DKT, kesenian, budaya



PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokTuban TV

Redaksi

  • Wednesday, 30 December 2020 17:00

    Cangkruk Mathuk Bersama EMCL

    Lomba Essay dan Fotografi EMCL, 3 Reporter BMG Raih Juara

    Lomba Essay dan Fotografi EMCL, 3 Reporter BMG Raih Juara Pasca dilaksankan Cangkruk Mathuk dalam jaringan (daring) yang digelar operator Lapangan Banyuurip, ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) bersama para wartawan 3 Kabupaten pada Rabu (25/11/2020), dilanjutkan dengan lomba essay dan...

    read more

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Tuesday, 19 November 2019 14:00

    Surat Panggilan Tes Pertamina Adalah Hoax

    Surat Panggilan Tes Pertamina Adalah Hoax PT Pertamina (Persero) kembali menjadi objek penipuan lowongan kerja. Kali ini ada pihak mengatasnamakan Pertamina mengumumkan lowongan kerja dan kemudian memanggil pendaftar untuk melakukan berbagai tes....

    read more