10:00 . Era Digital Peluang Bisnis dari Rumah Terbuka Lebar   |   09:00 . Telan Biaya Rp15 Miliar, Gedung Baru PN Berstandar Peradilan Modern   |   08:00 . Sidak KPM di Semanding, Ini yang Ditemukan Dinsos   |   07:00 . Keuntungan Lain Menyusui, Mencegah Penumpukan Lemak!   |   18:00 . Ramadan, Pertamina Pastikan Energi di Jatimbalinus Aman   |   11:00 . Pemkab Larang Masyarakat Jual Toak, Petasan, dan Lakukan Sweeping   |   10:00 . Sepekan, ASN Bekerja Minimal 32,50 Jam   |   09:00 . Es Cendol Dawet, Minuman Segar Buat Buka Puasa   |   07:00 . Perempuan Stres Berisiko Jantung Koroner dan Berita Kesehatan   |   19:00 . Hilal Terlihat, PBNU Tetapkan Puasa Ramadan Besok   |   17:00 . Ketua Konvoi di Jenu Jadi Tersangka, Polisi: Dia Bawa Sajam   |   16:00 . Seleksi Paskibraka 2021, Wabup Minta Jaga Nama Baik Tuban   |   13:00 . Terkait Larangan Mudik, Polres Tuban Gelar Operasi Keselamatan Semeru Selama Dua Pekan   |   12:00 . Jelang Puasa,┬áTempat Ibadah di Montong Dipercantik   |   11:00 . Pertamina Ingin Produk Batik dan Pupuk Organik Tasikharjo Berkelanjutan   |  
Wed, 14 April 2021
Jl. Sunan kalijogo Gang Latsari 1 No. 26 Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

Tabung LPG Warga Montongsekar Bocor dan Terbakar

bloktuban.com | Friday, 08 December 2017 13:00

Tabung LPG Warga Montongsekar Bocor dan Terbakar

Reporter: Khoirul Huda

blokTuban.com - Tabung Elpiji 3 kilogram milik Suyono, warga Desa Montongsekar, Kecamatan Montong, Kabupaten Tuban, yang sehari-harinya digunakan untuk memasak soto dan bakso di dapur warung miliknya, Jumat (8/12/2017) pagi terbakar.

Akibatnya, kobaran api yang dipicu karena bocornya tabung tersebut membuat pemilik pemilik serta pegawainya yang saat itu sedang melakukan aktifitas memasak, panik dan berhamburan keluar dari dapur.

"Awalnya tabung tersebut digunakan untuk masak, lalu setelah matang masakannya diturunkan dari kompor, selang beberapa waktu, tabungnya bocor dan terbakar," kata Kapolsek Montong AKP Noer Sento saat dilokasi.

Lebih lanjut Kapolsek menambahkan, beruntung warung milik korban tersebut berada di depan Mapolsek, yang hanya berjarak beberapa meter atau jalan raya saja.

Sehingga ketika melihat orang berhamburan keluar rumah dan melaporkan kejadian itu ke Mapolsek, petugas langsung datang ke Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk berusaha memadamkan api.

"Sebelumnya, pegawainya sudah berusaha memadamkan api dengan menyiramkan air dan api tidak padam, lalu pekerja warung melarikan diri untuk meminta bantuan dari polsek untuk memadamkan api," tambah Kapolsek.

Setelah petugas datang dengan membawa alat untuk memadamkan api, akhirnya hanya beberapa menit api dapat dipadamkan. Dan tidak sampai ada korban jiwa, namun ditaksir dari kejadian itu kerugian yang dialami oleh pemilik warung sekitar Rp250.000.[hud/ito]

* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Tag : warung, tabung, lpg



PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokTuban TV

Redaksi

  • Monday, 05 April 2021 13:00

    Mahasiswa Unirow Tuban Belajar di Kantor blokTuban.com

    Mahasiswa Unirow Tuban Belajar di Kantor blokTuban.com Sekitar 25 mahasiswa-mahasiswi dari Program Studi (Prodi) Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) Universitas PGRI Ronggolawe (Unirow) Tuban berkunjung di kantor redaksi blokTuban.com Jalan Sunan Muria No. 28 Kelurahan Latsari,...

    read more

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Tuesday, 19 November 2019 14:00

    Surat Panggilan Tes Pertamina Adalah Hoax

    Surat Panggilan Tes Pertamina Adalah Hoax PT Pertamina (Persero) kembali menjadi objek penipuan lowongan kerja. Kali ini ada pihak mengatasnamakan Pertamina mengumumkan lowongan kerja dan kemudian memanggil pendaftar untuk melakukan berbagai tes....

    read more