12:00 . Pengembangan UMKM, Pertamina Kembali Salurkan Rp2.7 M   |   11:00 . Selama Pancaroba, Waspadai Cuaca Ekstrim di Jawa Timur   |   10:00 . 10 Ribu Pemilih Pemula Belum Ber-KTP?   |   09:00 . 2 Peserta Reaktif, 1 Positif Corona, SKB CPNS Tetap Jalan   |   08:00 . 1.701 RTLH Selesai Dibangung, Ini Sumber Dananya   |   07:00 . 8 Manfaat Ajaib "Ngopi", Sudah Tahu?   |   18:00 . DPS Pilkada Diumumkan, Masyarakat Bisa Beri Masukan   |   14:00 . 801 Murid MTSN 1 Tuban Dapat Kartu Perdana Untuk Belajar Daring   |   13:00 . Beredar Desakan Pilkada Ditunda, KPU Tuban Belum Terima Kabar Resmi   |   12:00 . Kekeringan, Warga Jadi Jalan Kaki Dua Kilometer Demi Ambil Air   |   11:00 . Petugas Puskesmas Pembantu Remen Terjangkit Corona   |   08:00 . Pilkada di Tengah Pandemi, Menjaga Angka Partisipasi Pemilih Tuban   |   07:00 . Malas Keramas Setelah Olahraga, Apa Efeknya pada Rambut   |   18:00 . Bacabup dan Bacawabup AMAN Tandatangani Kontrak Jamiyah   |   17:00 . Dusun Makmur Nama Kontrak Politik Setia Negara   |  
Tue, 22 September 2020
Jl. Sunan kalijogo Gang Latsari 1 No. 26 Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

Thursday, 24 August 2017 08:00

Molor Ajukan ADD, Siltap Perangkat Desa Tak Cair

Reporter: Mochamad Nur Rofiq

blokTuban.com - Pencairan Alokasi Dana Desa (ADD) tahap satu di wilayah kerja perusahaan (WKP) Kerja Sama Operasi (KSO) PT Pertamina Eksplorasi dan Produksi (EP) mencapai 100 persen. Kendati begitu, hingga minggu ke-4 bulan Agustus ini, baru ada 6 desa yang mengajukan ADD tahap dua.

Camat Singgahan, Dhani Ramdhani mengatakan, enam desa telah mengajukan ADD tahap dua termasuk Desa Mulyoagung yang memiliki sumber minyak yang saat ini dikelola KSO Pertamina EP, PT Tawun Gegunung Energi (TGE). Selain itu diantaranya, Binangun Mulyorejo, Saringembat, Lajulor, dan Tanggir.

Sementara yang belum mengajukan rekom pencairan tahap dua, yakni Lajukidul, Kedungjambe, Mergosari, Tingkis, Tanjungrejo, dan Tunggulrejo. Syaratnya, harus melunasi PBB terlebih dahulu.

"Enam desa telah mengajukan ADD tahap dua, sementara yang belum, masih tertahan akibat PBB-nya belum lunas," kata Dhani saat ditemui blokTuban.com di Singgahan, Rabu (23/8/2017) kemarin.

Sesuai kesepakatan awal dengan pemerintah desa, lanjut mantan Sekretaris Camat (Sekcam) Montong itu, pengajuan ADD bisa dilakukan atas rekom dari Camat. Sementara itu, desa yang belum melunasi PBB, mustahil akan mendapat rekom. Sebab, Camat punya tanggung jawab mengawal dana yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tuban itu.

ADD diketahui sejauh ini digunakan sebagai sumber penghasilan tetap kepala desa dan perangkat desa. Selain itu, juga digunakan sebagai operasional pemerintahan desa.

"Akibat molornya pengajuan ADD, praktis Siltap terancam tidak cair," tegas Camat.[rof/ito]

* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Tag : Apbd, tge,



PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokTuban TV

Redaksi

  • Saturday, 22 August 2020 14:00

    KONGRES KEDUA AMSI

    AMSI: Brand yang Sehat Harus Tampil di Konten yang Sehat

    AMSI: Brand yang Sehat Harus Tampil di Konten yang Sehat blokTuban.com - Jakarta - Kongres Kedua Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) resmi dibuka hari ini, Sabtu (22/8/2020). Kongres yang digelar secara virtual, karena berlangsung di tengah pandemi Covid-19, akan berlangsung...

    read more

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Tuesday, 19 November 2019 14:00

    Surat Panggilan Tes Pertamina Adalah Hoax

    Surat Panggilan Tes Pertamina Adalah Hoax PT Pertamina (Persero) kembali menjadi objek penipuan lowongan kerja. Kali ini ada pihak mengatasnamakan Pertamina mengumumkan lowongan kerja dan kemudian memanggil pendaftar untuk melakukan berbagai tes....

    read more