10:00 . Awal Desember, Jumlah Terkonfirmasi Positif di Tuban Capai 22 Orang   |   09:00 . Erupsi Semeru, Bright Gas Hadir di Dapur Umum Dinsos Lumajang   |   08:00 . Penerimaan PBB-P2 2020 Lampui Target   |   07:00 . Hindari, 14 Kebiasaan yang Tak Disadari Bisa Menghambat Karier   |   18:00 . Jembatan Glendeng Penghubung Tuban-Bojonegoro Kembali Ditutup Total   |   17:00 . Kunker di Tuban, Kajati Jatim Beri Pengarahan Seluruh Pegawai Kejari Tuban   |   16:00 . BMG Sabet Juara 2 Feature Online dan Foto Essay   |   15:00 . Wakil Bupati Tuban Hadiri Uji Coba Mall Pelayanan Publik   |   14:00 . BMG Sabet Juara 2 Kategori AJP   |   13:00 . Pameran Virtual Bulan Desember, dari 30 Perupa untuk Indonesia   |   12:00 . Bupati Huda Uji Coba MPP dan Launching ADM   |   11:00 . JaDI Resmi Daftar Pemantau Pemilu di KPU Tuban   |   09:00 . Bupati Tuban Resmikan Pasar Rakyat Kenduruan   |   07:00 . Mengapa Stres Membuat Kita Rentan Jatuh Sakit?   |   15:00 . Bawaslu dan KPU Akui Kampanye Virtual di Pilkada Tuban Nihil   |  
Fri, 04 December 2020
Jl. Sunan kalijogo Gang Latsari 1 No. 26 Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

Tuesday, 25 July 2017 18:00

PCNU Dukung Pemkab Sisir HTI di Kalangan PNS

Reporter: Mochamad Nur Rofiq

blokTuban.com - Organisasi Masyarakat (Ormas) Islam Nahdlatul Ulama (NU) di Kabupaten Tubanenuh upaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tuban menyisir kader Hizbut Tahrir Islam (HTI) di kalangan Pegawai Negeri Sipil (PNS). Sebab, sesuai peraturan pemerintah pengganti undang-undang (Perppu) No 2 Tahun 2017 tentang Organisasi Kemasyarakatan, HTI resmi dibubarkan dan dinyatakan sebagai organisasi terlarang.

Katib Syuriah Pengurus Cabang NU (PCNU) Tuban, Ahmad Syariful Wafa kepada blokTuban.com, Selasa (25/7/2017) menyatakan, upaya para pemimpin Negara dan pemerintahan serta aparat Negara untuk menyisir kader-kader ormas anti Pancasila, sudah seharusnya didukung. Sebab, langkah tersebut dinilai sebagai antisipasi berbagai kemungkinan yang dapat merusak keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

"Karena itu, NU sangat mendukung pembubaran ormas yang anti ideologi Negara, yaitu Pancasila. Selain itu juga penyisiran kader untuk meluruskan ideologi mereka," terang Kiai Wafa, begitu ia disapa, Selasa (25/7/2017).

Tentunya dukungan kiai pengasuh Pondok Pesantren di Kecamatan Jenu itu, bukan tanpa alasan. Sebab bagi NU, Empat Pilar bernegara (Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika) merupakan rajutan hukum kesepakatan berbangsa dan bernegara yang sudah final. Beliau menegaskan tidak boleh ada komponen bangsa yang mempersoalkanya.

Kiai Wafa juga menghargai kebebasan, karena setiap warga Negara berhak memiliki keyakinan dan ideologi yang diyakini kebenaranya sebagai hak dasar beragama dan berkeyakinan. Namun keyakinan itu harus sejalan dengan prinsip kaidah islam tentang 'Hifdzuddin' (Negara wajib melindungi keyakinan dan agama yang dianut oleh warga negara).

"Tetapi keyakinan dan agama yang dianut tidak boleh bertentangan dengan ideilogi Negara Indonesia (Pancasila, red). Karena Negara wajib pula melindungi ideologi negara sebagai dasar rajutan hukum kesepakatan dalam berbangsa dan bernegara," bebernya menegaskan.

Tujuan itu semua, lanjut Kiai Wafa, agar semua komponen bangsa bisa terlindungi di dalam payung hukum bernegara yang didasarkan pada empat pilar. Semua prinsip itu kata dia, juga ada dalam Islam.

Kiai Wafa menerangkan, ada 4 prinsip dalam Islam. Di antaranya, 'Hifdzunnafsi' (menjaga jiwa raga warga negara), 'Hifdzul Mal' (menjaga harta benda dan hak milik), 'Hifdzul Aqli' (menjaga akal fikiran) dan 'Hifdzul Irdzi' (menjaga harkat dan martabat kemanusiaan).

"Namun bagi HTI, kebebasan itu sudah disalahgunakan dan dinilai mebahayakan sendi berbangsa dan bernegara," sambungnya menandaskan.

Kiai Wafa juga menilai, bagi HTI nasionalisme harus dihancurkan. Sebab mereka menganggapnya sebagai biang keladi terpecahnya umat islam sedunia, sehingga mereka mengusung ideologi khilafah internasional suatu utopia yang luar biasa.

"Oleh karena itu, sudah seharusnya kebebasan yang disalahgunakan oleh HTI mengenai keyakinan, harus di luruskan," pungkasnya. [rof/col]

* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Tag : ormas, hti, terlarang



PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokTuban TV

Redaksi

  • Thursday, 26 November 2020 14:00

    Selamat, Kak Bibin Resmi Lepas Lajang

    Selamat, Kak Bibin Resmi Lepas Lajang Momen bahagia kembali dirasakan Keluarga besar Blok Media Group (BMG). Personil dari Blok Multimedia (anak perusahaan BMG), M. Tholibin resmi melepas masa lajangnya setelah menyunting pujaan hatinya, Siti Muza'roah....

    read more

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Tuesday, 19 November 2019 14:00

    Surat Panggilan Tes Pertamina Adalah Hoax

    Surat Panggilan Tes Pertamina Adalah Hoax PT Pertamina (Persero) kembali menjadi objek penipuan lowongan kerja. Kali ini ada pihak mengatasnamakan Pertamina mengumumkan lowongan kerja dan kemudian memanggil pendaftar untuk melakukan berbagai tes....

    read more