07:00 . WHO Harap Negara Tak Kendor Hadapi Covid-19   |   15:00 . Cerita Sambal Rumahan di Tuban bisa Masuk Supermarket   |   14:00 . Harga Telur Ayam Alami Penurunan   |   13:00 . Berkah Proyek Ring Road, Musisi Tuban Sulap Akar Jati Terbuang Bernilai Seni   |   12:00 . Bikin Legen Awet Dua Pekan, Risetnya Tiga Bulan   |   11:00 . Harga Cabai Terus Melonjak, Menjadi Rp125 Ribu per Kilogram   |   21:00 . Pandemi, Penghasilan Tukang Becak Anjlok   |   20:00 . Harga Bawang Mulai Berangsur Turun   |   19:00 . Positif Covid-19 Turun, Efektivitas PPKM Mikro Belum Disimpulkan   |   18:00 . Jadi Prioritas 2021, Ini Deretan Infrastruktur yang Digenjot Tuban   |   16:00 . Saat Harga Selangit, Cabai di Tuban Diserang Hama Patek, Petani Panen Dini   |   15:00 . Diduga Keluyuran, Status Terdakwa KK Ganda Diusulkan jadi Tahanan Rutan   |   08:00 . Momen HPN 2021, BNI Tuban Beri Kejutan Kue Ulang Tahun Kepada Insan Pers   |   07:00 . 30 Persen Anak Muda Disebut Alami Kecanduan Smartphone, Ini Saran Pakar   |   19:00 . Meski Harga Cabai Melonjak, Pemilik Warung Makan ini Tetap Patok Harga Normal   |  
Sun, 07 March 2021
Jl. Sunan kalijogo Gang Latsari 1 No. 26 Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

Faktor Hujan, Sebabkan Garam Grosok Langka

bloktuban.com | Friday, 14 July 2017 13:00

Faktor Hujan, Sebabkan Garam Grosok Langka

Reporter: Moch. Sudarsono

blokTuban.com - Garam grosok di Kabupaten Tuban mengalami kelangkaan di pasaran. Hampir seluruh lapak atau kios garam di pasar tidak tersedia garam tradisional hasil petani lokal tersebut.

Menurut petani, kelangkaan garam grosok ini sudah terjadi selama dua bulan terakhir. Kelangkaan dikarenakan faktor cuaca yang tidak berpihak kepada para petani garam itu.

Salah seorang petani garam asal Desa Cepokorejo, Munasir (53) mengatakan, kelangkaan garam grosok ini dikarenakan seringnya terjadi hujan saat akan memasuki masa panen. Sehingga garam akan hancur dan tidak jadi.

"Saat mau panen ternyata turun hujan, akhirnya garamnya tidak jadi," ujar dia saat ditemui di lahan garapannya di Cepokorejo, Kecamatan Palang.

Pernyataan sama juga diungkapkan petani garam lainnya, yaitu Lastopo (35). Dia mengungkapkan memang selama dua bulan terakhir ini garam grosok sangat langka, karena sering terjadi hujan.

"Sering hujan, jadi susah untuk bisa panen, akhirnya garam grosok susah didapat," jelasnya.

Atas kondisi kelangkaan garam grosok tersebut, harga pun mengalami kenaikan. Jika harga sebelumnya hanya Rp. 2500 per kilo gramnya, sekarang menjadi Rp. 5000. Namun barang juga masih sangat susah untuk didapat.[nok/ito]

* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Tag : garam, grosok, tuban



PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokTuban TV

Redaksi

  • Wednesday, 30 December 2020 17:00

    Cangkruk Mathuk Bersama EMCL

    Lomba Essay dan Fotografi EMCL, 3 Reporter BMG Raih Juara

    Lomba Essay dan Fotografi EMCL, 3 Reporter BMG Raih Juara Pasca dilaksankan Cangkruk Mathuk dalam jaringan (daring) yang digelar operator Lapangan Banyuurip, ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) bersama para wartawan 3 Kabupaten pada Rabu (25/11/2020), dilanjutkan dengan lomba essay dan...

    read more

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Tuesday, 19 November 2019 14:00

    Surat Panggilan Tes Pertamina Adalah Hoax

    Surat Panggilan Tes Pertamina Adalah Hoax PT Pertamina (Persero) kembali menjadi objek penipuan lowongan kerja. Kali ini ada pihak mengatasnamakan Pertamina mengumumkan lowongan kerja dan kemudian memanggil pendaftar untuk melakukan berbagai tes....

    read more