Berawal Dari Rp200 Ribu, Jadi Pengusaha Batik Gedog

Reporter: Khoirul Huda

blokTuban.com - Berawal dari modal yang hanya sebesar Rp200 ribu, H. M Sholeh menjadi pengusaha Batik Tulis Gedog di Kabupaten Tuban dengan omzet ratusan juta per bulan.

M. Sholeh, yang kini mempunyai dua toko batik di Kecamatan Kerek dan Tuban tersebut, mempunyai banyak cerita tentang bagaimana ia jatuh bangun merintis usahanya bersama Almarhum sang istri.

Kala itu pada sekitar tahun 1983 ia datang dari Kabupaten Malang. Sebelum terjen diusaha batik ia juga mengajar di Sekolah Dasar. Namun sekitar tahun 1987 ia bersama Almarhum istrinya memulai merintis usaha batik gedog, dengan modal yang hanya Rp200 ribu.

"Awal mulai merintis usaha batik pada 1987, dengan modal Rp200 ribu," kata Sholeh.

Ia menjelaskan, awal memulai usahanya ia hanya melakukan pewarnaan. Sedangkan sang istri belajar sudah belajar dan pandai membatik. "Awalnya saya melakukan pewarnaan dan istri saya membatik, ungkapnya.

Dengan penuh ketekunan dan terus belajar di ahlinya, ia pun berhasil menghasilkan beberapa produk sendiri dan dijual sendiri di berbagai tempat selama 4 tahun.

Setelah itu, produk yang dihasilkan pun semakin diminati oleh pembeli, sehingga pemasaran yang dilakukan juga semakin luas. Di samping merintis usaha batik bapak dua anak tersebut juga bekerja sebagai PNS di Dikbud.

"Sukses dalam melakukan usaha kucinya adalah telaten, kuwalitar produk terjaga, harga terjangkau dan ada bonus buat pelanggan," tuturnya.

Untuk sementara ini, bersama dengan sekitar 60 orang pekerjanya tersebut, omzet kotor yang ia peroleh mencapai hingga 250 juta.[hud/ito]