17:00 . Curi Motor di Tuban, Dua Penadah Asal Banyuwangi Dibekuk Polisi   |   16:00 . Tumpukan Ban Bekas Terbakar, Nyaris Merembet ke Bengkel   |   15:00 . Predikat KLA Tuban Naik Jadi Tingkat Madya   |   12:00 . Banyak Warga Miskin Tak Dapat Bansos   |   08:00 . Bigini Landskap Media Digital di Indonesia Versi AMSI   |   07:00 . Lebih Baik Minum Air Panas saat Cuaca Panas, Ini Sebabnya!   |   18:00 . Gandeng Mahasiswa, Kapolres Tuban Bagikan Bansos Kepada Warga Terdampak Covid-19   |   17:00 . Warga Merakurak Meninggal Usai Pesta Miras di Jenu   |   16:00 . Simak Jadwal Dispensasi Perpanjang SIM Yang Habis Masa Berlakunya Saat PPKM   |   15:00 . FPKB DPRD Kritik Kebijakan Bupati Pangkas Anggaran KONI   |   14:00 . Hati-hati Calo Plasma Sudah Berkeliaran di Tuban   |   13:00 . Anggaran KONI Dikepras, FPKB Teriak   |   12:00 . Ringankan Beban Warga, Lapas Salurkan 50 Paket Sembako   |   11:00 . Sidak Bansos, Bupati Sorot Kinerja Pendamping, Agen hingga Supplier   |   09:00 . Kapolda Jateng Ajak Warga Pergerakan Jalan Bareng   |  
Sat, 31 July 2021
Jl Sunan Muria no 28, Kelurahan Latsari, Kecamatan/Kabupaten Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

Bekas Jalur Mobilisasi ABP-001 Dimanfaatkan Petani Jamprong

bloktuban.com | Sunday, 18 June 2017 12:00

Reporter: Mochamad Nur Rofiq

blokTuban.com - Pengeboran sumur Albatros Putih-1 (ABP-001) di Desa Jamprong, Kecamatan Kenduruan, Kabupaten Tuban, Jawa Timur dinyatakan selesai sampai Total Depth (TD). Sumur yang diproyeksikan akan dibor sampai kedalaman 1.725 meter True Vertical Deep (mTVD) itu akhirnya dihentikan pada kedalaman 1100 mTVD sejak bulan Maret lalu.

Tentu, dari aktivitas pemboran Sumur ABP-001 menyisakan banyak peninggalan. Antara lain, jalan makadam menuju lokasi, warung-warung, dan yang masih berdiri kokoh dan pos keamanan.

Dari hasil penelusuran blokTuban.com di lapangan, sebagian besar masyarakat masih memanfaatkan tinggalan perusahaan plat merah itu. Yaitu, jalan makadam yang kini dimanfaatkan warga sebagai Jalan Usaha Tani (JUT).

"Setelah aktivitas Pertamina selesai, jalan ini dimanfaatkan warga," ujar warga di sekitar lokasi pengeboran, Ratno (50).

Menurut bapak dua anak itu, jalan makadam bekas mobilisasi alat berat Pertamina cukup membantu petani di sekitar pemboran. Kini, petani setempat bisa sampai ke lokasi ladang maupun sawah dengan kendaraan roda dua maupun empat.

"Sekarang lebih enak kalau mau ke ladang," kata Ratno saat ditemui di depan pos keamanan Sumur ABP-001, Minggu (18/6/2017).

Selain Ratno, petani lain yang ditemui blokTuban.com adalah Warmin. Pria kelahiran 1968 itu mengaku lebih dekat jika hendak ke sawah. Sebab dengan menunggangi kuda besinya, ia bisa mengangkut hasil tanam dari tempat sampai rumah.

"Jaraknya semakin dekat ke sawah. Terus kalau dulu panen dipikul kini bisa di angkut motor," imbuh petani yang sedang mengangkut jagung hasil panen itu.

Ditambahkan Warmin, hampir satu kampung petani di daerahnya yang memiliki sawah dan ladang di sekitar Sumur ABP-001 memanfaatkan jalur tersebut.

"Kalau panenannya sedikit ya pakai motor. Tapi, jika cukup banyak bisa pakai mobil," pungkas petani di Ring Satu lapangan ABP-001 itu. [rof/col]

Tag : jalan, petani

* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokTuban TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat