Pengembangan Sumur Diharapkan Sejahterakan Rakyat

Reporter: Mochamad Nur Rofiq

blokTuban.com - Tingginya angka kemiskinan di Kabupaten Tuban selama ini terus meningkat. Pemerintah Kabupaten Tuban (Pemkab), Pemerintah Desa (Pemdes) serta Stakeholder harus bersinergi untuk mengentaskan kemiskinan.

Tidak terkecuali, satu diantara perusahaan Negara yang berada di Bumi Wali, seperti PT Pertamina EP. Melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) diharapkan mampu memberi solusi agar masyarakat Tuban bangkit dari keterpurukan menuju hidup yang sejahtera. Itulah, yang saat ini sering disuarakan Bupati Tuban, H. Fathul Huda.

"Melalui dana CSR-nya, perusahaan Migas agar bisa membantu mengurangi angka kemiskinan," harap Bupati Tuban dua periode itu, ketika buka bersama SKK Migas di pendopo Krido Manunggal Tuban beberapa waktu lalu.

Berdasarkan informasi yang dihimpun blokTuban.com menyebutkan, persentase kemiskinan mengalami peningkatan 0,06 persen. Pada 2015 tercatat 17,08 persen meningkat menjadi menjadi 17,14 pada tahun 2016. Sedangkan jumlah penduduk miskin pada 2015 mencapai 196.590 jiwa dan meningkat pada 2016 menjadi 198.350 jiwa.

Sampai dengan kuartal kedua 2017, Pemerintah Kabupaten Tuban, Jawa Timur mencatat, saat ini masih ada 106.814 warga miskin di wilayahnya yang berhak menerima Beras Sejahtera (Rastra). 4.893 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) diantaranya, hidup di daerah sekitar lapangan Migas Tapen, Kecamatan Senori, Kabupaten Tuban.

Untuk itu, adanya rencana pengembangan sumur Migas Tapen 3, 4, dan 5 di Desa Sidoharjo, Kecamatan Senori sangat diapreasi oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Tuban, Jawa Timur. Hal krusial yang wajib diperhatikan Pertamina Eksplorasi Produksi (EP) Asset 4, sebagai operator Migas harus selalu menyejahterakan rakyat.

"Komunikasi dengan warga harus ditingkatkan," ujar Ketua Komisi B DPRD Tuban, Karjo, di gedung dewan, Senin (12/6/2017) kemarin.

Politisi PDIP Tuban ini tak ingin gejolak di sekitar Lapangan Migas Tapen kembali terjadi. Sebagai perusahaan plat merah, Pertamina EP Asset 4 Field Cepu harus memperhatikan kondisi infrastruktur maupun CSR-nya.

Berdasarkan temuannya, gejolak sosial warga Senori rata-rata akibat jalan rusak. Serupa terjadi pada waktu pemboran sumur Tapen 02 medio 2016 lalu. Belajar dari hal itu, operator Migas perlu melakukan sosialisasi rutin kepada warga.

"Sosialisasi bukan hanya formal di kecamatan saja tapi juga informal," tegas mantan ketua DPD PDIP, Kabupaten Tuban itu.

Camat Senori, Sugeng Purnomo, juga menginginkan Pertamina EP Asset 4 Field Cepu mengoptimalkan program CSR-nya untuk pemberdayaan masyarakat. Bersama-sama harus merubah mindset warga, supaya tidak melulu bermimpi bekerja di perusahaan Migas.

"Lebih penting mandiri dan membuka lapangan usaha bagi warga lain," harap Camat Baru yang sebelumnya di Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, dan KB Tuban itu.

Lebih dari itu, pendampingan program CSR harus digalakan kembali. Artinya program jangan hanya sekedar seremonial, tapi harus dipastikan penerimanya mandiri dan mampu mengembangkan.

Meskipun baru menjabat camat, Sugeng mengapresiasi propgram CSR Pertamina EP berupa ternak sapi di Desa Wonosari, bank sampah di Desa Banyuurip, ternak kambing di Desa Sidoharjo, maupun bantuan sosial berupa infrastruktur.

Sementara Field Manager PT Pertamina EP Asset 4 Field Cepu, Heru Irianto mengatakan, Di pihaknya juga akan mengelola program CSR dengan pendekatan terhadap keekonomian, budaya dan kesehatan serta sebaiknya berkelanjutan. Sebagai langkah utama, ujar dia, akan melakukan mapping atau melanjutkan mapping yang sudah ada.

"Hasilnya, akan menjadi dasar bagi perusahaan, sebab potensi sudah tergambar dan tinggal pelaksanaannya saja. Kendati begitu, semua tergantung pada kebutuhan dan kerjasama masyarakat," papar Field Manager yang resmi menggantikan Agus Amperianto sejak Juni 2017 ini. [rof/ito]