20:00 . AMSI Rumuskan Strategi Mendorong Ekosistem Digital yang Adil bagi Media Siber   |   19:00 . Tuban Banjir, Hingga Minggu Malam Hujan Belum Reda   |   15:00 . Marak ODGJ Awal Tahun 2021, Ini Kata Kasatpol PP Tuban   |   14:00 . Operasi Yustisi, 4 Orang Tak Pakai Masker Diminta Push Up   |   12:00 . Pemkab Tuban Inginkan Jalan Pantura Dibeton   |   10:00 . Pecinta Sepeda Tua Asal Rengel Ditemukan Meninggal di Plumpang   |   07:00 . Tips Tampil Elegan Tanpa Habiskan Banyak Uang   |   16:00 . Dandim Tuban Tanam Pohon di Kawasan Air Terjun Nglirip   |   15:00 . Meski Dihimpit Pandemi, Capaian BAZNAS Tuban Lampaui Target   |   14:00 . Anggota DPRD di Tuban Mengecat Lubang Jalan yang Bahayakan Pengendara   |   13:00 . Unirow Tuban Peringkat 154 dari 2.136 Perguruan Tinggi se-Indonesia   |   12:00 . Hindari Tumpahan Kalsium di Jalur Pantura, Pengendara Motor Jatuh   |   10:00 . Inilah Kriteria Orang Tak Bisa Disuntik Vaksin Covid-19 Sinovac   |   07:00 . Orangtua, Yuk Kenali Gaya Belajar Anak!   |   17:00 . KPU Tuban Tetapkan Lindra-Riyadi Sebagai Bupati dan Wabup Terpilih   |  
Mon, 25 January 2021
Jl. Sunan kalijogo Gang Latsari 1 No. 26 Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

Target Akun Baru Investasi Emas Belum Ada

bloktuban.com | Sunday, 22 January 2017 15:00

Target Akun Baru Investasi Emas Belum Ada

Reporter: Mochamad Nur Rofiq

blokTuban.com - Unit Pelayanan Cabang (UPC) PT Pegadaian (Persero) wilayah Kecamatan Bangilan terus meningkatkan investasi emas pada sektor tabungan emas. Di akhir tahun 2016 lalu, perseroan berhasil menyasar 125 akun baru. Namun untuk tahun ini belum ada target yang diberikan cabang Tuban.

"Sempat tersiar kabar pada bulan-bulan awal di tahun 2017, kita ditarget 100 akun baru," ujar pengelola UPC Pegadaian, Subakir kepada bT, sebutan media blokTuban.com.

Kendati demikian, pihak UPC Pegadaian Bangilan akan meningkatkan pertumbuhan rekening baru dari produk tabungan emas. Dengan keuntungan investasi emas, dia mengatakan potensi di Bangilan akan terus ada peningkatan.

Guna meningkatkan kesadaran masyarakat dalam berinvestasi pihak pegadaian akan terus membidik pembisnis maupun orang rumahan. Mereka akan diyakinkan berinvestasi emas merupakan keuntungan jangka panjang.

"Harapannya, animo masyarakat investasi emas cukup tinggi tidak peduli itu warga pedesaan, karena keuntungannya jangka panjang," ungkapnya.

Untuk dikatahui, tabungan emas pegadaian merupakan tabungan dengan sistem beli titip emas. Uang yang ditabung nasabah langsung dikonversikan ke bentuk emas dan dapat dicetak mendapat emas batangan setelah mencapai berat tertentu. Pemilik tabungan dapat memilih pecahan emas batangan mulai dari pecahan 1 gram, 5 gram, 10 gram, dan seterusnya hingga 250 gram.[rof/ito]

* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Tag : tabungan, investasi, emas, pegadaian



PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokTuban TV

Redaksi

  • Wednesday, 30 December 2020 17:00

    Cangkruk Mathuk Bersama EMCL

    Lomba Essay dan Fotografi EMCL, 3 Reporter BMG Raih Juara

    Lomba Essay dan Fotografi EMCL, 3 Reporter BMG Raih Juara Pasca dilaksankan Cangkruk Mathuk dalam jaringan (daring) yang digelar operator Lapangan Banyuurip, ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) bersama para wartawan 3 Kabupaten pada Rabu (25/11/2020), dilanjutkan dengan lomba essay dan...

    read more

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Tuesday, 19 November 2019 14:00

    Surat Panggilan Tes Pertamina Adalah Hoax

    Surat Panggilan Tes Pertamina Adalah Hoax PT Pertamina (Persero) kembali menjadi objek penipuan lowongan kerja. Kali ini ada pihak mengatasnamakan Pertamina mengumumkan lowongan kerja dan kemudian memanggil pendaftar untuk melakukan berbagai tes....

    read more