Gejala La Nina Petani Mentimun Tetap Untung

Reporter: Mochamad Nur Rofiq

blokTuban.com - Gejala alam badai basah atau La Nina yang diprediksi terjadi pada tahun ini, ternyata tidak mengganggu komoditas hortikultura yang vital. Secara garis besar komoditas hortikultura aman dalam menghadapi La Nina yang diprediksi pada bulan-bulan ini. Hal tersebut, dibuktikan oleh salah satu petani mentimun, Sarjono.

Lahan yang baik untuk penanaman mentimun adalah tanah yang memiliki unsur hara yang masih baik, tanah harus digemburkan dahulu dengan cara dicangkul atau dibajak sedalam kurang lebih 20-30 centimeter untuk membalikkan posisi tanah dari bawah ke atas. Sedangkan untuk perawatan tanaman, ia optimis hasilnya akan lebih melimpah jika wilayah persawahan dekat dengan air.

Petani asal Purwodadi, Jawa Tengah itu mencoba menanam mentimun dengan menyewa lahan sawah di Desa Weden, Kecamatan Bangilan. Tak sia-sia dari usahanya tersebut kini ia mampu meraup untung Rp20 juta. Komoditas holtikultura yang ditanam pada bedengan dengan ukuran lebar 1 meter serta tinggi sekitar 20-30 centimeter itu tumbuh subur dengan buah yang cukup melimpah.

“Di atas lahan seluas 2 bahu ternyata menghasilkan 40 ton mentimun,” ujar Sarjono.

Lebih lanjut, ketika ditanya mengenai pilihan tanam mentimun Sarjono menegaskan, harga jual mentimun di pasaran cukup bagus. Dalam pemaparannya, usaha yang menghabiskan modal sekitar Rp50 juta itu cukup menjanjikan. Dana tersebut ia gunakan untuk membeli polibag atau plastik dengan menghabiskan modal Rp10 juta. Selebihnya adalah biaya perawatan yang mencapai Rp40 Juta. Selama dua bulan menanti, hasil panenan mentimun baru bisa dipanen.

Buah yang dipanen sebelum masak tersebut tidak dapat berlangsung serempak, melainkan harus bertahap. Meskipun tanaman mentimun tidak dapat panen serempak hal itu tidak mempengaruhi nilai harga jual. Pasalnya, pada waktu panen awal harga Rp2.300 per kilogram lalu panen ke empat hingga ke tujuh harga jual mentimun masih Rp2.000.

“Pada awal panen, mentimun terjual dengan haraga Rp2.300 per kilogram,” akunya.

Untuk penjualan, mentimun langsung dikirim ke pengepul asal Porwodadi dan Semarang. Dari total keseluruhan selama 9 kali panen hasilnya sekitar 40 ton. Hingga tahap ke-9 atau akhir panenan mentimun laku dijual harga Rp900 per kilogram

“Praktis, satu kali panen minimal 7 ton harga jual dikisaran Rp2.000, saya masih untung sekitar Rp20 juta,” pungkasnya. [rof/col]