07:00 . Wajib Tahu, Ini 4 Penyebab Sperma Encer dan Solusinya   |   17:00 . Operasi Yustisi 33 di Grabagan, Pelanggar Prokes Disidang   |   15:00 . Bawaslu Beber Potensi Kerawanan Pilkada 2020   |   14:00 . Kesetrum Jebakan Tikus, Warga Sembungrejo Ditemukan Meninggal Dunia   |   13:00 . Sempat Kejar-kejaran, Selep Padi Keliling Disita Satpol PP   |   12:00 . Biaya Mengobati Covid-19 Mahal, Mencegah Jauh Lebih Murah   |   11:00 . Kultur Anti Suap di SKK Migas Melalui SMAP   |   07:00 . Tubuh Semakin Lelah Setelah Tidur Siang, Apa Penyebabnya?   |   18:00 . Vaksinolog: Selain Vaksin, Disiplin 3M Efektif Cegah Penularan Covid-19   |   17:00 . CSR Kilang Tuban Cakup Penghijauan, Asuransi Nelayan dan Fasilitas Ibadah   |   16:00 . Wagub Jatim Apresiasi Dukungan DPD RI atas Pola Pembiayaan Investasi Skema KPBU   |   15:00 . Ketua DPD Tekankan Pentingnya SDM Unggul Saat Buka Uji Kompetensi Dosen   |   14:00 . Operasi Prokes di Tuban, 44 Pelanggar Disanksi   |   13:00 . TPPI Berikan Santunan Pendidikan dan Paket Sembako   |   12:00 . MUI Sesalkan Terjadinya Kerumunan, Setelah Semua Pihak Kerja Keras 10 Bulan   |  
Wed, 25 November 2020
Jl. Sunan kalijogo Gang Latsari 1 No. 26 Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

Monday, 21 December 2015 19:00

Seminggu Lebih Warga Rahayu Menghirup Bau tak Sedap

Gasuma dan Petrochina Berikan Hasil Uji Lab ke BLH

Gasuma dan Petrochina Berikan Hasil Uji Lab ke BLH

Reporter: Moch Sudarsono

blokTuban.com - Setelah beberapa minggu diduga mengeluarkan bau tidak sedap, di Desa Rahayu, Kecamatan Soko, Kabupaten Tuban, akhirnya Joint Operating Body Pertamina Petrochina East Java (JOB P-PEJ) dan PT Gasuma Federal Indonesia (GFI), mendatangi kantor Badan Lingkungan Hidup (BLH), pada Senin (21/12/2015) pagi untuk memberikan hasil uji labolatorium.

Kepala Bidang Pengawas dan Pengendalian, BLH Kabupaten Tuban, Purnomosidi, mengatakan bahwa memang kita melakukan pemanggilan kepada perusahaan untuk dimintai hasil uji labolatorium lingkungan yang diduga mengeluarkan bau tidak sedap, hal itu dilakukan setelah BLH melakukan observasi di lapangan pada Rabu (16/12/2015) lalu.

"Kedatangan mereka adalah untuk kita mintai keterangan data secara detail langsung dari Envilep selaku labolatorium lingkungan terakreditasi. Jadi bisa dipertanggungjawabkan secara hukum," ungkapnya kepada blokTuban.com

Lebih lanjut, Purnomosidi, menyatakan bahwa dari data hasil uji labolatorium kedua perusahaan tersebut, masih dinyatakan aman, karena masih dibawah standar baku mutu, jadi terkait bau itu bisa karena faktor pengaruh cuaca yang sering turun hujan belakangan ini.

"Yang datang dari Gasuma adalah General Manager yaitu Nasobah dan Manager SHE Hutabarat. Sedangkan dari Petrochina yang datang adalah Manager HSE yaitu Ari bowo" jelasnya.

Diketahui, pemaggilan yang dilakukan BLH ini terkait bau tidak sedap yang muncul di Desa Rahayu Kecamatan Soko, dan sudah seminggu lebih dihirup oleh warga setempat, bahkan siswa sekolah harus mengenakan maskar saat kegiatan belajar mengajar. [nok/rom]

* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Tag : bau tak sedap



PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokTuban TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Tuesday, 19 November 2019 14:00

    Surat Panggilan Tes Pertamina Adalah Hoax

    Surat Panggilan Tes Pertamina Adalah Hoax PT Pertamina (Persero) kembali menjadi objek penipuan lowongan kerja. Kali ini ada pihak mengatasnamakan Pertamina mengumumkan lowongan kerja dan kemudian memanggil pendaftar untuk melakukan berbagai tes....

    read more