08:00 . 7 Rumah Sakit Ajukan Plasma Konvalesen di PMI Tuban   |   07:00 . Penting, Pemberian ASI Sejak Awal Kelahiran Tingkatkan Kekebalan Anak   |   12:00 . Kecelakaan di Pakah-Soko, Pemotor Meninggal, Mobil Pengisi ATM Terbalik   |   11:00 . Jalan Pantura Ditanami Pisang   |   08:00 . Pekerja Industri Mulai Donorkan Plasma Konvalesen di PMI   |   07:00 . Usai Divaksin, Bisakah Penerima Tularkan Covid-19??   |   17:00 . 6 Jenis Pohon Ini Ditanam di Pantai Semilir   |   16:00 . Tak Segan Putus Kontrak Supplier Jika Pasok Beras BPNT Jelek   |   15:00 . Tiga Bulan Pertama 2021, BMKG Ingatkan Ada Multi Resiko Bencana   |   11:00 . Kepergok Tak Pakai Masker, Pelanggar Dihukum Push Up   |   07:00 . Punya Penyakit Penyerta, Apakah Harus Tetap Vaksinasi Covid-19?   |   17:00 . Agen E-Warung: Beras BPNT Harus Sesuai Pedum, Kalau Tidak Akan Ditolak   |   15:00 . Perangkat Desa Positif Covid-19, Kantor Desa Semanding Ditutup   |   13:00 . Warga Minta Kasun Yang Digrebek Saat Selingkuh Diberhentikan   |   12:00 . SIG Pasok 11.500 Meter Kubik Beton untuk Masjid Istiqlal   |  
Mon, 18 January 2021
Jl. Sunan kalijogo Gang Latsari 1 No. 26 Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

Ponco Langganan Banjir, Pengendara Mengeluh

bloktuban.com | Wednesday, 16 December 2015 06:00

Ponco Langganan Banjir, Pengendara Mengeluh

Reporter: Ahmad Syahid

blokTuban.com - Saat musim hujan tiba, sejumlah titik jalan raya di Kecamatan Parengan tergenang air. Hal ini disebabkan drainase jalan yang kurang ditata dengan baik, sehingga menyebabkan air tak bisa mengalir dan akhirnya tersumbat menggenangi ruas jalan raya.

Peristiwa ini bisa anda jumpai bila hujan deras tiba, sebagian jalan di Pertigaan Ponco tergenang air. Hal ini dikeluhkan para pengguna jalan karena tak nyaman dalam berkendara. Terlebih saat ada kendaraan besar yang bersimpangan, secara pasti pengendara motor akan basah kuyup karena percikan air. Bahkan bisa menjadikan mesin motor mogok.

Salah satu pengendara, Soleh (28) mengatakan, bisa dipastikan kalau hujan deras, maka ruas jalan raya Ponco akan tergenang.

"Ini adalah air kiriman dari dataran tinggi, dan sini mandek saluranya. Harapanya segera dibersihkan saluran pembuangan air di sekitar jalan raya, drainasenya harus ditata, agar tidak menjadikan masyarakat berkeluh kesah," ungkapnya kepada blokTuban.com.

Salah satu warga Parengan, Abdul Manaf (50) mengatakan hal yang sama. Bahwasanya sepanjang ruas jalan pertigaan Ponco-Parengan sering airnya macet dan menggenangi ruas jalan raya. Hal ini tak jarang mengakibatkan kecelakaan pengendara motor.

"Harus cepat ditindaklanjuti ini, pemerintah harus sering mengkroscek saluranya, terlebih awal musim penghujan ini, agar kiriman air tidak menggenangi ruas jalan raya," ujarnya. [hid/col]

* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Tag : banjir, ponco, jalan



PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokTuban TV

Redaksi

  • Wednesday, 30 December 2020 17:00

    Cangkruk Mathuk Bersama EMCL

    Lomba Essay dan Fotografi EMCL, 3 Reporter BMG Raih Juara

    Lomba Essay dan Fotografi EMCL, 3 Reporter BMG Raih Juara Pasca dilaksankan Cangkruk Mathuk dalam jaringan (daring) yang digelar operator Lapangan Banyuurip, ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) bersama para wartawan 3 Kabupaten pada Rabu (25/11/2020), dilanjutkan dengan lomba essay dan...

    read more

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Tuesday, 19 November 2019 14:00

    Surat Panggilan Tes Pertamina Adalah Hoax

    Surat Panggilan Tes Pertamina Adalah Hoax PT Pertamina (Persero) kembali menjadi objek penipuan lowongan kerja. Kali ini ada pihak mengatasnamakan Pertamina mengumumkan lowongan kerja dan kemudian memanggil pendaftar untuk melakukan berbagai tes....

    read more