13:00 . 12 Ruangan SDN Ngrayung Berlumpur, BPBD dan Guru Lakukan Penyemprotan   |   12:00 . Truk Muat Ayam Nyungsep, Sopir dan Penumpang Selamat   |   11:00 . BPBD Tuban Catat Banjir Terjadi di 11 Kecamatan, Korban Jiwa 1 Orang   |   10:00 . Polisi Bubarkan Aksi Trek-Trekan di Jalan Soekarno-Hatta Tuban   |   09:00 . Sering Picu Kecelakaan, Jalan Berlubang Kembali di Tanami Pohon Pisang   |   08:00 . Diancam Pohon Tumbang Tepian Bengawan, Warga Simo Kerja Swadaya   |   07:00 . Lebih Sehat dengan Bangun Pagi, Begini Cara Menjadi Morning Person   |   20:00 . AMSI Rumuskan Strategi Mendorong Ekosistem Digital yang Adil bagi Media Siber   |   19:00 . Tuban Banjir, Hingga Minggu Malam Hujan Belum Reda   |   15:00 . Marak ODGJ Awal Tahun 2021, Ini Kata Kasatpol PP Tuban   |   14:00 . Operasi Yustisi, 4 Orang Tak Pakai Masker Diminta Push Up   |   12:00 . Pemkab Tuban Inginkan Jalan Pantura Dibeton   |   10:00 . Pecinta Sepeda Tua Asal Rengel Ditemukan Meninggal di Plumpang   |   07:00 . Tips Tampil Elegan Tanpa Habiskan Banyak Uang   |   16:00 . Dandim Tuban Tanam Pohon di Kawasan Air Terjun Nglirip   |  
Mon, 25 January 2021
Jl. Sunan kalijogo Gang Latsari 1 No. 26 Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

???Musim Penghujan Tiba, Tembakau Layu dan Mati

bloktuban.com | Wednesday, 16 December 2015 11:00

???Musim Penghujan Tiba, Tembakau Layu dan Mati

Reporter: Ahmad Syahid

blokTuban.com- Memasuki musim penghujan ini, curah hujan mulai rutin mengguyur Kabupaten Tuban dan daerah sekitarnya. Dampak hujan ini ternyata membawa petani tembakau di Kecamatan Parengan merugi. Sebab, tembakau yang ia tanam ini sudah waktunya memanen. Namun karena curah hujan tinggi sudah mengguyur, maka tembakau mereka mulai layu dan mati.

Dari pengakuan salah satu petani di Kecamatan Parengan, Murdianto (40), dia menaksir per hektar tembakau bisa mencapai 4 juta rupiah. Sebab, biasaya bisa memanen hingga berkali-kali, musim ini baru memanen satu kali sudah layu dan mati tembakaunya. Sehingga tidak laku lagi. "Banyak petani yang langsung membajak sawahnya meskipun masih ada tembakaunya," ungkapnya.

Murdianto mengaku memiliki lahan 2 Ha yang ditanami tembakau. Kalau dihitung biaya tanam dan perawatanya, dia menderita kerugian sekitar 8 juta rupiah. Kejadian ini tidak dialami Murdianto semata. Namun juga dialami banyak petani tembakau lainya yang terlambat tanam.

Warga Desa Ngawon, Kecamatan Parengan,  Sarimo (45) juga merasakan hal yang sama. Dia mengaku rugi sekitar 4-5 juta rupiah. Sebab lahanya 1 Ha lebih dan biaya perawatanya mengambil orang, tidak ditangani sendiri.

"Petani ya gini mas, semakin sulit, sering merugi. Tapi kalau tidak tanam ya mau kerja apa lagi? Seharusnya ada tim penyuluh dan pemerintah yang membantu kami," ujar Sarimo kepada blokTuban.com. [hid/ito]

* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Tag : Tembakau, Parengan, Ngawon



PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokTuban TV

Redaksi

  • Wednesday, 30 December 2020 17:00

    Cangkruk Mathuk Bersama EMCL

    Lomba Essay dan Fotografi EMCL, 3 Reporter BMG Raih Juara

    Lomba Essay dan Fotografi EMCL, 3 Reporter BMG Raih Juara Pasca dilaksankan Cangkruk Mathuk dalam jaringan (daring) yang digelar operator Lapangan Banyuurip, ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) bersama para wartawan 3 Kabupaten pada Rabu (25/11/2020), dilanjutkan dengan lomba essay dan...

    read more

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Tuesday, 19 November 2019 14:00

    Surat Panggilan Tes Pertamina Adalah Hoax

    Surat Panggilan Tes Pertamina Adalah Hoax PT Pertamina (Persero) kembali menjadi objek penipuan lowongan kerja. Kali ini ada pihak mengatasnamakan Pertamina mengumumkan lowongan kerja dan kemudian memanggil pendaftar untuk melakukan berbagai tes....

    read more