07:00 . Kontrol Gula Darah Pasien Diabetes Tipe 2, Cobalah Konsumsi Jeruk dan Tomat   |   22:00 . Razia di 6 Tempat, Petugas Sita Arak, KTP dan Handphone   |   18:00 . Jenazah Covid-19 Diambil Paksa, RSUD Jatirogo Bentuk Tim Pemulasaran Jenazah   |   12:00 . IBI Tuban Siap Sukseskan Vaksinasi Covid-19   |   11:00 . Sembuh dari Covid-19, 48 Karyawan TPPI Tuban dan Jakarta Donorkan Plasma   |   08:00 . Anjing Liar Terkam 13 Ekor Kambing   |   07:00 . Penyebab dan Cara Mencegah Bau Badan, Biar Nggak Minder Saat Bergaul!   |   18:00 . Harry Susanto Jadi Ketua DPC Gerindra Tuban Gantikan Tri Astuti   |   17:00 . Pohon Tumbang Akibat Hujan Disertai Angin Tutupi Akses Jalan Jatirogo-Bulu   |   16:00 . Pemkab Tuban Belum Miliki Data Kemitraan UMKM dan Perusahaan   |   15:00 . Teror Anjing Liar di Tambakboyo, 13 Ekor Kambing Mati Diterkam   |   14:00 . Kartar Tunas Muda Kedungsoko Tetap Berkarya di Tengah Pandemi   |   13:00 . Keluarga Sepakat Jenazah Dimakamkan Protokol Covid-19   |   12:00 . Polisi Tetapkan 3 Tersangka Pengambilan Paksa Jenazah Covid-19   |   08:00 . 7 Rumah Sakit Ajukan Plasma Konvalesen di PMI Tuban   |  
Wed, 20 January 2021
Jl. Sunan kalijogo Gang Latsari 1 No. 26 Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

6 Siswa TK Keracunan Pentol

Jajan Pentol, 6 Siswa TK Sumurjalak Keracunan

bloktuban.com | Tuesday, 15 December 2015 14:30

Jajan Pentol, 6 Siswa TK Sumurjalak Keracunan

Reporter: Edy Purnomo

blokTuban.com - Sejumlah siswa Taman Kanak-kanak (TK) Desa Sumurjalak, Kecamatan Plumpang, Kabupaten Tuban, dikabarkan mengalami keracunan masal usai menyantap jajanan pentol di sekolah mereka.

Informasi yang dihimpun blokTuban.com, para siswa menyantap jajanan pentol yang dibubuhi saus dengan merek tertentu, pada Senin (14/12/2015) kemarin. Pada sore harinya, sekitar 6 siswa mengeluh sakit dan muntah.

Kelima anak yang mengalami gejala sakit adalah Pita (7), Leha (4), Ganes (4), Diyah (7), Rokim (6), Linda (6). Kesemuanya berasal dari Desa Sumurjalak, Kecamatan Plumpang.

"Ternyata ada lima anak yang mengalami gejala yang sama," terang Kapolsek Plumpang, Ajun Komisaris Polisi (AKP) Singgih, ketika dikonfirmasi blokTuban.com, Selasa (15/12/2015).

Para pelajar ini langsung dilarikan ke Puskesmas Plumpang. Sekitar 5 anak mendapatkan rawat jalan, dan 1 anak harus di rawat inap di Puskesmas.

"Kita sudah minta keterangan penjual pentol, dan menyita saus serta makanan yang diduga menjadi penyebab keracunan untuk diteliti lebih lanjut," jelas Singgih.

Terpisah, bidan Puskesmas Plumpang, Ida Arijani, membenarkan adanya sejumlah siswa TK yang dibawa ke Puskesmas untuk berobat. Termasuk satu siswa yang menjalani rawat inap. "Tapi hari ini semuanya sudah pulang," tandas Ida menjelaskan. [pur/mu]

*Foto ilustrasi insert.net

* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Tag : keracunan pentol



PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokTuban TV

Redaksi

  • Wednesday, 30 December 2020 17:00

    Cangkruk Mathuk Bersama EMCL

    Lomba Essay dan Fotografi EMCL, 3 Reporter BMG Raih Juara

    Lomba Essay dan Fotografi EMCL, 3 Reporter BMG Raih Juara Pasca dilaksankan Cangkruk Mathuk dalam jaringan (daring) yang digelar operator Lapangan Banyuurip, ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) bersama para wartawan 3 Kabupaten pada Rabu (25/11/2020), dilanjutkan dengan lomba essay dan...

    read more

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Tuesday, 19 November 2019 14:00

    Surat Panggilan Tes Pertamina Adalah Hoax

    Surat Panggilan Tes Pertamina Adalah Hoax PT Pertamina (Persero) kembali menjadi objek penipuan lowongan kerja. Kali ini ada pihak mengatasnamakan Pertamina mengumumkan lowongan kerja dan kemudian memanggil pendaftar untuk melakukan berbagai tes....

    read more