08:00 . Gabut Saat Pandemi, Perempuan Tuban Sulap Batu Kali Jadi Kaktus Hias   |   07:00 . Pembalut Herbal dengan Deodoran Bisa Picu Keputihan Tidak Normal   |   19:00 . Kunjungi Kantor blokTuban.com, Manajemen Tugu Media Group Belajar Pengelolaan Media   |   18:00 . Jemput Bola, TNI AL Koarmada II Sebar Brosur Vaksinasi Bagi Masyarakat   |   17:00 . Rencana Kerja Pengadaan Tanah Waduk Jadi I Mulai Dilelang   |   14:00 . Kekurangan Siswa, 20 SD dan SMA Negeri Tuban Ditutup   |   11:00 . Mengaku Terima Bisikan Ghaib, Warga Rengel Habisi Tetangga Pakai Balok Kayu   |   10:00 . Teh Telang Kemasan: Solusi Nikmati Minuman Herbal Praktis   |   08:00 . Diserbu Warga Luar Kota, Swab PCR Mandiri di RSUD Koesma Tuban Ditutup Sementara   |   07:00 . Merantau Bisa Latih Imajinasi Otak Anak, Ini Penjelasannya   |   19:00 . Seni Karawitan Ramaikan Tradisi Manganan di Desa Klotok   |   18:00 . Tumpah Ruah, Guyub Rukun Warga Plumpang Wiwit Padi   |   15:00 . Saat Beroperasi, Kilang Tuban Butuh Listrik 678 Megawatt   |   14:00 . Desa Bejagung Kejar Target 62 Persen Capaian Vaksin   |   13:00 . Lomba Binter TNI-AD Tahun 2021, Kodim 0811 Tuban Melaju ke Nasional   |  
Tue, 28 September 2021
Jl. Sunan Muria no 28, Kelurahan Latsari, Kecamatan/Kabupaten Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

Sengketa Tanah Desa Gaji dan PT SI

Belasan Tahun, Sengketa Tanah Gaji dan PT SI Ngambang

bloktuban.com | Saturday, 12 December 2015 11:00

Belasan Tahun, Sengketa Tanah Gaji dan PT SI Ngambang

Reporter: Edy Purnomo

blokTuban.com - Sengketa puluhan hektar tanah di Desa Gaji, Kecamatan Kerek, Kabupaten Tuban, yang melibatkan warga Desa Gaji dengan PT Semen Indonesia, Tbk (SI), tak kunjung ada titik temu.

Kasus ini, mulai mencuat ke permukaan pada tahun 2003 lalu. Berawal ketika seorang warga berniat mengurus sertifikat tanah miliknya, di Badan Pertanahan Nasional (BPN). Saat itulah, dia baru mengetahui tanah tersebut sudah dibebaskan oleh PT Semen Indonesia (saat itu PT Semen Gresik), pada kisaran tahun 1998. Setelah dicek, ternyata permasalahan ini juga dialami puluhan Kepala Keluarga (KK) yang lain.

"Luas tanahnya sekitar 30,6 hektar, kepunyaan 60 Kepala Keluarga (KK)," kata Kordinator Forum Masyarakat Gaji, Abu Nasir kepada blokTuban.com, Sabtu (12/12/2015).

Abu Nasir menambahkan, masyarakat merasa tidak pernah menjual tanah tersebut. Setelah dicek di data desa, tanah-tanah tersebut juga masih menjadi milik warga. Penelusuran mereka, ternyata pembebasan lahan ini diduga dilakukan kepala desa yang saat itu menjabat, petinggi kecamatan, petinggi BPN, dan juga pejabat PT Semen Gresik yang saat itu masih menjabat.

"Jadi, yang dibeli PT SG saat itu hanya dokumen dari kepala desa, bukan tanah kami. Karena sama sekali kami tidak pernah dan tidak berniat menjual tanah ini," terang Abu Nasir.

Kepala Desa (Kades) yang saat itu menjabat disebut bernama Tahar. Diketahui sudah dipecat Pemkab Tuban, karena perbuatannya menjual tanah tanpa sepengetahuan pemilik. Hanya saja, meski sudah dipecat, tetapi permasalahan tanah mereka tidak kunjung mendapatkan penyelesaian.

Berbagai jalan diakui sudah ditempuh warga Gaji. Mulai dari melakukan mediasi, aksi demo, juga meminta bantuan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tuban.

"Dan kasus ini mengambang selama 13 tahun, tidak ada penyelesaian sampai sekarang," kata Abu Nasir.

Meski sekarang tanah masih digarap warga. Tapi mereka khawatir apabila dikemudian hari terjadi masalah. Terlebih ketika mereka sudah tidak ada dan mulai diwariskan kepada anak-anaknya.

"Pekerjaan kami ini bertani, jadi tidak niat menjual tanah kepada siapapun. Kami takut kalau dibiarkan saja nanti giliran anak cucu yang menggarap terjadi masalah lagi," kata Rasam (60), salah satu pemilik tanah kepada blokTuban.com. [pur/ito]

Tag : Gaji, Sengketa, Tanah, PT SI, Kerek



* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokTuban TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Saturday, 07 August 2021 14:00

    Mahasiswa Demo Ijazah IAINU Tak Keluar, Rektorat Minta Maaf

    Mahasiswa Demo Ijazah IAINU Tak Keluar, Rektorat Minta Maaf Aliansi alumni dan mahasiswa IAINU Kabupaten Tuban pada Sabtu (7/8/2021) pagi menggereduk gedung rektorat yang terletak di Jalan Manunggal Kelurahan Sukolilo, Kecamatan/Kabupaten Tuban. Kedatangan puluhan massa tersebut untuk menanyakan legalitas...

    read more