Peluang Usaha Pembuatan Goprak

Reporter: Dwi Rahayu

blokTuban.com - Suwito (56), warga Desa Bektiharjo, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban, sejak dua tahun terakhir mengembangkan usaha goprak. Goprak adalah kerangka rumah berbahan kayu bambu, memiliki tiang dari bambu utuh, serta beratap welit (anyaman dari daun rembulung).

"Permintaan goprak belakangan ini cukup meningkat. Minimal tiga goprak bisa laku dalam satu bulan," terang Suwito.

Ukuran goprak sendiri memiliki beberapa variasi. Pula setiap ukuran memiliki harga yang berbeda-beda. Dari ukuran 6x10 meter berharga Rp5 juta, 4x8 meter berharga Rp3,5 juta, sedang untuk 2x3 meter seharga Rp1,2 juta.

Untuk memasarkan usaha goprak, Suwito tidak pernah menggunakan jasa pemasangan iklan. Selama ini, ia hanya berkembang dari mulut ke mulut.

Dalam satu bulan, jika diambil rata-rata Rp2,4 juta mampu ia kantongi. Pembeli biasanya datang dari kawasan Tuban dan sekitar. Seperti Palang, Rengel, Soko dan Bojonegoro.

Goprak pada umumnya diminati konsumen untuk membuat warung. Selain harga yang relatif murah, pembeli tidak perlu bersusah payah untuk membuat sendiri.

Bahan bambu yang diperoleh Suwito selama ini, dari lingkungan sekitar tempat tinggalnya. Untuk mendapatkan satu batang pohon bambu, ia harus mengeluarkan kocenk sebesar Rp10 ribu hingga Rp15 ribu. [dwi/mu]