Olah Limbah Ban Bekas, Warga Tuban Raup Cuan

Reporter : Muhammad Nurkholis

blokTuban.com – Berawal dari usaha ayahnya, Nur Hadi (52) warga Kelurahan Ronggomulyo, Kecamatan/Kabupaten Tuban, saat ini masih menekuni usaha mengolah limbah ban bekas menjadi berbagai perabotan.

Sebelum menjalani usaha ini secara mandiri, Hadi sapaan akrabnya mulai mengenal usaha pemanfaatan limbah ban bekas dari ayahnya. Saat itu, ayahnya yang memiliki usaha membuat sandal dari ban bekas, mengajari Hadi kecil membuat sebuah sandal dari ban bekas, usai memiliki keterampilan membuat sandal ia diajak ayahnya untuk membantu memproduksi sandal dari ban bekas. 

Melihat kondisi yang begitu-begitu saja, serta ada niatan memajukan usaha ayahnya lantas terpikir di pikiran hadi untuk merantau dan mencari ilmu. Waktu itu, ia pergi ke Pulau Madura disana ia mulai mendapatkan wawasan baru bagaimana mengolah ban bekas menjadi berbagai kerajinan, tak hanya membuat ban bekas menjadi sandal saja.

“Saat itu saya ingin membuat olahan dari ban bekas menjadi berbagai olahan yang bisa diterima masyarakat tak hanya sandal, lantas saya mencari pengalaman di Madura beberapa tahun,” ujar Hadi kepada blokTuban.com, Selasa (31/01/2023).

Baca juga:

Awalnya Coba-coba Akhirnya Ketagihan | Inspirasi Bisnis Cuan Jutaan

Setelah mencari pengalaman di Madura dan mendapatkan berbagai ilmu terkait pengolahan ban bekas, ia langsung memberanikan diri untuk berwirausaha secara mandiri pada tahun 1983. Lalu, berinovasi dengan melihat target market yang ada di Tuban dengan membuat sebuah tempat sampah dari ban bekas, dan pot bunga, dan juga ayunan.

Dari awal ia berwirausaha sampai saat ini, ia tetap mempertahankan kualitas produk dari ban bekas olahannya, karena ia memiliki prinsip bahwa kualitas adalah nomor satu. Untuk produk yang Hadi buat memiliki rentan harga dari 300 ribu rupiah hingga jutaan rupiah, semua tergantung ukuran dan tebal tipis ban yang di pakai. Bahkan Hadi menolak jika harun menurunkan harga untuk mengejar murah karena ia masih dalam prinsipnya yaitu kualitas nomor satu.

“Intinya saya akan menjaga kualitas, disuruh menurunkan kualitas agar harga murah saya gak bisa,” papar pia ramah ini.

Berkat keteguhan menjaga kualitasnya, ia mengklaim bahwa produk buatannya bisa bertahan hingga 5 tahun bahkan ada salah satu pelanggan yang pernah ia tanyai tempat sampah buatan nya bisa bertahan hingga rt di desa setempat berganti 3 kali.

Dalam sehari, Hadi tak bisa memastikan bisa membuat berapa produk, dikarenakan dalam proses pembuatannya tidak membuat satu-satu melainkan membuat bagian tertentu dulu dan nantinya setelah bahan baku jadi tinggal pemasangan.

“Kalu satu hari 1 nggak bisa memastikan mas, dulu saya pernah buat dalam satu bulan 20 biji bisa dan itu saya lembur,” tambahnya.

Produk buatan Hadi ini biasanya di jual di berbagai wilayah yang ada di luar Tuban kota khususnya di sekolah -sekolahan. Seperti Kecamatan Singgahan, Parengan, Tambakboyo dan yang paling laris ialah tempat sampah. Untuk omset sebulan ia tak bisa menentukan berapa karena penjualan juga mengikuti musim ajaran baru. 

Dalam pembuatan ini Hadi tak dibantu dengan karyawan, ia mengerjakan semua ini seorang diri dengan ditemani istrinya yang juga berjualan bunga kenanga. Bagi kalian yang tertarik membeli olahan dari ban bekas ini bisa langsung datang di rumah Hadi yang berlokasi di jalan Sunan Kalijogo no 1 kelurahan  Kelurahan Ronggomulyo Kecamatan/Kabupaten Tuban tepatnya di perempatan bangjo. [Nur/Ali]

 

Temukan konten blokTuban.com menarik lainnya di GOOGLE NEWS