Harga Anjlok, Tengkulak Kacang di Tuban Merugi

Reporter: Savira Wahda Sofyana

blokTuban.com – Sejumlah tengkulak atau pemborong kacang tanah, di Kecamatan Palang, Kabupaten Tuban kini hanya bisa pasrah menerima pahitnya keadaan. Hal tersebut, terjadi lantaran harga kacang tanah saat ini mengalami penurunan harga.

Saat ditemui oleh blokTuban.com, salah seorang tengkulak kacang, Karmuji mengaku jika memasuki musim penghujan saat ini, harga kacang tanah semakin merosot, jika dibanding pada bulan-bulan sebelumnya.

“Isinya banyak yang kopong dan busuk, jadi harganya juga berpengaruh sekarang harganya anjlok mbak,” ungkapnya kepada blokTuban.com, Rabu (26/10/2022).

Jika bulan lalu harga kacang tanah masih mentaksir Rp10.500 per kilogram, saat ini harganya turun drastis menjadi Rp7.500 per kilogram. Anjloknya harga tersebut, sudah pasti membuat pria 55 tahun ini merugi.

Menurutnya, setelah seluruh kacang-kacang yang telah ia beli kepada petani sudah dipanen seluruhnya. Maka ia akan menjual  seluruh kacang tersebut ke Kabupaten Pati yang berada di Jawa Tengah.

“Ya rugi karena biasanya kalau kacang masih di pohon itu sudah dikasih panjer (uang muka) berapa ribu, jadi ruginya ya  ke pemborongnya. Tapi kadang-kadang kalau orangnya sadar ya dikasih kembalian,” sambungnya.

Selain itu, pria yang juga seorang peternak bebek ini menambahkan, untuk masa tanam dari kacang tanah sendiri, membutuhkan waktu kurang lebih 85 sampai 90 hari, baru bisa dipanen.

Lebih lanjut, Karmuji juga mengaku jika kendala yang dialami oleh para petani ialah musim hujan, pasalnya intensitas hujan yang tinggi seringkali membuat lahan pertanian terendam banjir, dan tanaman menjadi busuk.

“Kendala petani kalau musim hujan seperti ini, kalau kebanjiran atau kebanyakan air bisa mati. Jadi sebenarnya kondisi cuacanya minta yang sedang-sedang saja,” imbuhnya. [Sav/Dwi]

 

 

Temukan konten Berita Tuban menarik lainnya di GOOGLE NEWS