Polisi Selidiki Kematian Mahasiswa Unesa Asal Tuban di Kamar Kos

Reporter : Ali Imron

blokTuban.com - Penghuni kos di kawasan Lidah Wetan Surabaya pada 16 Oktober 2022 pagi digegerkan dengan kematian mahasiswa Universitas Negeri Surabaya (Unesa) asal Kabupaten Tuban, berinisial FHS (18). 

Korban asal Tuban itu ditemukan tak bernyawa oleh pemilik kos berinisial MH (40) di dalam kamar kosnya. Meskipun pihak keluarga dikabarkan menolak jenazah korban diautopsi, namun polisi tetap akan menyelidiki kematian mahasiswa tersebut. 

Ipda Bambang Kanit Reskrim Polsek Lakarsantri Selasa (18/10/2022) pagi mengatakan, penyelidikan tetap dilakukan meskipun tidak ditemukan adanya tanda kekerasan pada jenazah korban.

"Kami tetap akan menyelidiki kematian mahasiswa Unesa itu," ujarnya kepada media. 

Bambang menambahkan, berdasarkan informasi yang dikumpulkan petugas diketahui korban pada akhir pekan baru kembali dari rumah keluarganya di Tuban. Setibanya di kos-kosan, orang tua korban berusaha menelpon korban namun tidak dijawab. 

Baca juga :

Ingat Kasus Pembunuhan di Rengel, Kapolsek Soko Ungkap Teror Pria Diduga ODGJ Ngamuk Sambil Bawa Parang

Pelaku Pembunuhan di Rengel dan Kakaknya Tertangkap Setelah 3 Jam Pencarian di Hutan

- 5 Fakta Terbaru Insiden Berdarah di Kecamatan Kerek, Motif dendam Hingga Latar Belakang Pelaku dan Korban

Mulai hari Sabtu-Minggu, telpon orang tua tidak dijawab oleh korban sehingga pihak keluarga meminta ibu kos untuk melihat korban apakah ada di kamar atau tidak. Setelah dicek ke kamarnya, ibu kos terkejut karena mahasiswa tersebut sudah tidak bernyawa. 

"Setelah dicek korban sudah dalam posisi telungkup dan tidak bernyawa,” ujar bebernya. 

Jenazah korban langsung diperiksa oleh tim Inafis Polrestabes Surabaya dan di bawa ke RS Dr Soetomo SUrabaya. Saat ini jenazah mahasiswa tersebut telah dibawa keluarga ke Tuban untuk dimakamkan, dan pihak keluarga tidak berkenan dilakukan autopsi. 

"Keluarga mengaku sudah ikhlas atas kepergian korban. Tetap kita lakukan penyelidikan. Kalau dikemudian hari hasilnya ada indikasi (kekerasan), akan kita lakukan pengungkapan. Tapi kalau ternyata tidak ada, maka kita serahkan sepenuhnya keputusan kepada keluarga korban yang memang sudah mengikhlaskan,” tutup Bambang. [Ali]

 

Temukan konten blokTuban.com menarik lainnya di GOOGLE NEWS