21:00 . Tarik Investasi, SKK Migas Jadwalkan Konvensi Hulu Migas   |   20:00 . Peresmian Balai Seni Budaya Nusantara Tuban Dihadiri Nomo Koeswoyo   |   19:00 . Sigini Biaya Pasang Sambungan Baru Air PDAM Tuban Golongan I, II, dan III   |   18:00 . Women King dan Pamali Tayang di Bioskop NSC Tuban Hari Ini   |   17:00 . Tuban Tekno – Inkubasi Inovasi Tahun 2022 Resmi Ditutup   |   16:00 . Lirik Lagu HELLO - TREASURE Beserta Terjemah Bahasa Indonesia   |   15:00 . Beras di Tuban Turun, Telur Ayam Naik   |   14:00 . Sopir Mengantuk, Truk Pengangkut Ayam Terguling di Tuban Rugi Belasan Juta   |   13:00 . Habis Shubuh Rumah Warga Tuban Terbakar, Surat Berharga dan Uang Tunai Lenyap   |   12:00 . Lowongan Kerja Nakes di RS Muhammadiyah Babat untuk Bulan Oktober 2022   |   11:00 . Turun Rp5.000, Harga Emas Antam Dibanrol Rp957.000 Per Gram   |   10:00 . Doa Memohon Agar Memiliki Anak Berakhlah Terpuji   |   09:00 . Hasil Audit BKN Temukan Kesalahan Mutasi 530 Pejabat di Tuban, Ini Respon Jubir Pemkab   |   08:00 . Hebat! Koarmada II Pecahkan Rekor Muri Water Trappen di HUT ke-77 TNI   |   07:00 . Anak Usaha Pertamina Punya 17 Rumah Sakit di Jawa Timur, Terbanyak di Gresik   |  
Thu, 06 October 2022
Jl. Sunan Muria no 28, Kelurahan Latsari, Kecamatan/Kabupaten Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

Dibangun Dana APBN, Tuban-Bojonegoro maupun Pemprov Jatim Belum Akui Jembatan Glendeng

bloktuban.com | Saturday, 18 June 2022 12:00

Dibangun Dana APBN, Tuban-Bojonegoro maupun Pemprov Jatim Belum Akui Jembatan Glendeng Kendaraan R2 nekat melompati portal yang dipasang di Jembatan Glendeng. (dok.blokTuban.com)

Reporter : Savira Wahda Sofyana

blokTuban.com - Status kepemilikan Jembatan Glendeng hingga kini masih belum jelas. Rapat terakhir yang digelar oleh DPRD Komisi D. Pembangunan Jawa Timur yang bertempat di Ruang Rapat Dandang Watjono, Kabupaten Tuban, masih belum menemukan titik temu, Sabtu (18/6/2022).

Turut hadir dalam rapat tersebut, Anggota DPRD Komisi D Provinsi Jawa Timur, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Tuban, Budi Wiyana, Kepala Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman (DPUPR-PRKP) Agung Supriyadi, Bakorwil Bojonegoro, Agung Subagyo, beserta OPD terkait lainnya. 

Hingga rapat selesai, belum ada keputusan final terkait kepemilikan aset Jembatan Glendeng itu sendiri. Pimpinan Rapat, Nur Aziz mengatakan dalam penentuan aset tersebut, terdapat beberapa tahapan dan administrasi yang harus dilalui. Oleh karena itu memerlukan waktu yang cukup panjang, terkait hal ini.

Baca Juga : Picu Kontroversi, Jembatan Glendeng Tuban-Bojonegoro akan Dibuka untuk Kendaraan Kecil

"Belum ada (keputusan final kepemilikan aset) ini masalah aset ada beberapa tahapan yang harus dilalui dan administrasi juga harus dilalui maka masalah aset ini akan kita kerjakan secepatnya," terang Pimpinan Rapat sekaligus Anggota DPRD Komisi D Jatim, Nur Aziz kepada blokTuban.com, Sabtu (18/6). 

Menurutnya, dalam penentuan aset kepemilikan ini sendiri pihaknya mendapatkan beberapa kesulitan, salah satunya Jembatan yang saat ini berusia 32 tahun itu, sejak awal pembangunan tidak tercatat di daerah manapun, baik di tingkat Provinsi maupun Kabupaten, sehingga  pihaknya sulit untuk menentukan kepemilikan dari Jembatan Glendeng itu sendiri. 

Baca Juga : Hiraukan Larangan, Warga Nekat Melintasi Tuban - Bojonegoro Lewati Portal

"Kesulitannya (dalam menentukan status kepemilikan) sejak dibangun jembatan itu tidak tercatat disalah satu daerah yang mencatat itu. Apakah itu tercatat di provinsi atau di kabupaten, itu tidak tercatat," ucapnya.  

Sementara itu, Masduki yang juga merupakan Anggota DPRD Komisi D Jatim turut menambahkan jika jembatan yang berdiri sejak tahun 1990 lalu itu merupakan anggaran dari APBN. Ia menilai jika status kepemilikan aset jembatan ini harus segera diluruskan dan dibenahi, agar ada yang berkewajiban terkait Jembatan Glendeng. 

Baca Juga : Pemotor Banyak Gunakan Tambangan Perahu, Omset Sehari Capai Jutaan Rupiah

“Ini memang anggaran dari APBN, kita tidak ada yang salah memang dalam proses ini, karena mungkin di tahun 90-an karena kebutuhan masyarakat, akhirnya pusat menurunkan anggaran untuk pembangunan Jembatan Glendeng ini, dan selama 32 tahun ini belum tercatat di daerah manapun termasuk provinsi dan ini yang harus kita luruskan,” tambahnya. 

Lebih lanjut, melihat kondisi masyarakat yang saat ini sangat membutuhkan perbaikan jembatan penghubung Tuban-Bojonegoro tersebut. Maka dari itu, Masduki menerangkan jika perbaikan dari jembatan ini akan segera dilakukan, dengan maksud agar bisa dilewati kembali oleh masyarakat dengan kendaraan bermuatan kecil.

Seperti yang diketahui, Jembatan Glendeng resmi ditutup pada (21/5/2022) lalu karena mengalami penurunan tanah dan longsor.  [Sav/Ali] 

Temukan Konten Berita Tuban Menarik Lainnya di Google News. 

Tag : Jembatan Glendeng tak bertuan, Tuban tak akui Glendeng, Bojonegoro, Pemprov Jatim, Jembatan ditutup, berita Tuban, Kabupaten Tuban



* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokTuban TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

  • Sunday, 02 October 2022 10:00

    Blok Cerpen

    Sang Penjaga Bumi

    Sang Penjaga Bumi Guruh, ia adalah seorang anak yang ditinggal oleh kedua orang tuanya. Sejak kedua orang tuanya berpisah ia tinggal bersama mbok Yam. Guruh dan mbok Yam hidup sebatangkara. Setiap harinya selalu berkelana, jalan-jalan...

    read more

Lowongan Kerja & Iklan Hemat