Anak Pendiam, Apakah Mungkin karena Faktor Keturunan?

Reporter: -

blokTuban.com - Setiap anak memiliki sifat yang berbeda. Ada yang pendiam, ada pula yang mudah bergaul. Bicara soal anak yang pendiam, membuat sebagian orang tua cukup merasa khawatir bila hal ini akan berlanjut ketika anak mereka beranjak dewasa. Sebab, dikhawatirkan ia sulit untuk beradaptasi dengan lingkungan sekitar.

Lantas, apakah benar salah satu penyebab anak pendiam karena faktor genetik alias keturunan?

Menurut Psikolog Anak, Remaja, dan Keluarga, Irma Gustiana, M.Psi, Psi, anak yang introvert atau cenderung pendiam dan pemalu pasti ada faktor genetiknya. Ya, salah satu orang tuanya, entah ibu atau ayah si anak, tentu memiliki ciri kepribadian seperti itu.

Meski begitu, sifat pendiamnya ini tentu bisa diatasi. Karenanya, penting untuk orang tua atau orang di sekitar anak memberi stimulasi. Kendati sifatnya pendiam, stimulasi ini bertujuan agar ia dapat dengan mudah menyesuaikan diri dan diharapkan bisa bekerja sama dengan lingkungan sekitar.

"Walaupun nanti di lingkungan dia mungkin bukan orang yang senang bercerita, tapi dia mudah menyesuaikan diri," kata Irma saat dihubungi kumparanMOM melalui sambungan telepon belum lama ini.

Lebih lanjut, Irma menuturkan agar para orang tua jangan khawatir berlebihan jika anak mereka memiliki sifat pendiam. Karena hal ini tak akan berdampak buruk jika si kecil tak ada masalah dalam hal bersosialisasi atau pekerjaannya kelak.

Namun sebaliknya, jika orang tua melihat tanda-tanda anak pendiamnya juga memiliki rasa takut dan tak ingin melakukan aktivitas atau kegiatan apa pun, maka orang tua dianjurkan untuk melakukan konsultasi ke psikolog.

"Anak yang seperti itu tidak produktif, nah itu yang abnormal. Tapi, kalau memang dia pembawaannya pendiam di situasi baru, kalau dia sudah nyaman, dia baru mau ngobrol itu sesuatu yang normal," ujar Co Founder Ruang Tumbuh itu.

Irma Gustiana pun memberikan saran kepada para orang tua agar dapat menerima sifat anaknya tersebut. Selain itu, jika tengah berada di tempat atau suasana baru, orang tua juga diharapkan tidak terlalu memburu-buru anaknya untuk dapat beradaptasi.

"Enggak apa-apa anaknya observasi saja, biarkan anaknya duduk melihat memperlihatkan. Karena ada beberapa anak yang enggak pengin diajak ngobrol dulu sama orang baru. Ya kita harus menghargai itu. Yang penting anaknya tetap sering bertemu dengan orang atau teman sebayanya. Nanti dari situ dia belajar bagaimana caranya bersosialisasi," tutupnya.

*Sumber: kumparan.com