Miliki 12 Kursi, Poros Perubahan Tuban Luncurkan Sekretariat Bersama

Reporter: Ali Imron

blokTuban.com - Empat partai politik yaitu Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Nasdem, dan Demokrat meluncurkan sekretariat bersama di Royal Park Jalan Letda Soecipto Tuban, Minggu (3/1/2019).

Acara yang dimulai pukul 20.30 Wib ini, dihadiri ketua, sekretaris beserta puluhan kader. Dilanjutkan menyanyikan lagu mars masing-masing parpol, dan lantunan sholawat nabi.

Inisiator poros perubahan, Rasmani menjelaskan, adanya poros ini karena Kabupaten Tuban perlu diubah. Kita semua merasakan sama, bahwa hati, keinginan, dan visi sama untuk berubah.

"Politik yang selama ini dikuasai mereka hanya memunculkan tirani dan kekuasaan yang menguasai," kata Sekretaris Nasdem Tuban dalam sambutannya.

Dia berharap, partai lain yang belum bergabung dan memiliki visi sama, silahkan bergabung untuk menjadikan Kabupaten tuban yang tidak berdinasti.

Ditambahkan Ketua DPC PAN, Agung Supriyanto menambahkan, malam hari ini terwujud sebuah tonggak perubahan yang nanti akan terjadi di Tuban. Kenapa harus berubah, karena hidup itu hakikatnya perubahan. Inilah yang mengispirasi kami partai di poros perubahan.

"Poros itu sumbu. Kalau di kompor sumbu itu nyawanya. Sama halnya dengan Kabupaten Tuban, kekuatannya lahir dari poros perubahan," terangnya.

Selama 15 tahun, Agung sudah mengabdi sebagai anggota dewan. Dirinya sering dicurhati masyarakat Tuban. Diantaranya warga yang menolak Kilang Pertamina-Rosneft berdiri di Tuban bukan perusahaannya, tapi menolak adanya industrialisasi karena tidak mengubah kehidupan warganya.

Semua pelaku usaha di Tuban butuh kekuasaan. Kalau kenyataannya di Tuban masih banyak penggangguran, itu bentuk kesalahan paling vital pada kekuasaan.

Ketua DPC PPP Tuban, Aguk Sahabudin menilai, saat ini di Tuban sedang terjadi pemberangusan demokrasi. Ada calon jadi-jadian di Pilkada 2015. Di sinilah demokrasi terciderai. Adanya poros perubahan ini, jangan sampai kondisi semacam itu terjadi.

"Rezim berbasis tirani harus dihapus. Tuban harus lebih baik," tegas Aguk.

Ketua Nasdem Tuban, Sumantri mengatakan, peluncuran poros ini untuk menyambut Pilkada 2020. Poros ini tidak mendorong mobil yang setelah lari kencang ditinggal.

"Mari kembalikan Tuban menjadi Bumi Ronggolawe. Dimana di situ ada perjuangan seperti yang dilakukan oleh Ronggolawe. Tuban memang sudah tempatnya wali disemayamkan," paparnya.

Terakhir Ketua Demokrat Tuban, Anwar menambahkan, poros ini terbentuk karena ada tantangan dari masyarakat dan medsos. Kita semua warga Tuban harus terbebas dari gairah miskin.

Perjalanan ini harus dimulai. Semoga setelah peluncuran, harapan dari kader yang hadir disampaikan ke masyarakat supaya bergema.

"Tuban harus lebih baik, berjaya, dan bergegas memberantas kemiskinan," harapnya.

Usai sambutan, dilanjutkan deklarasi dan penandatanganan. Diketahui PAN memiliki tiga kursi, PPP dua kursi, Demokrat lima kursi dan Nasdem dua kursi. Dengan memiliki 12 kursi, poros perubahan siap mengusung bupati dan wakil bupati di Pilkada Tuban 2020. [ali/rom]