PBG Tuban Gelar Puncak Karya 2018

Reporter : Ali Imron

blokTuban.com - Dalam rangka Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), PBG Tuban telah menggelar puncak karya tahun 2018 di Pendopo Krida Manunggal Tuban. Tujuan acara untuk mengembangkan kompetensi guru ahli dan pengelola PBG Tuban dan hasil kreatifitas guru Tuban.

"Serta berakhirnya program PBG Tuban th 2018 yang didukung penuh oleh SKK Migas dan EMCL," ucap Ketua Panitia Verra K. Nissa.

Adapun peserta kegiatan sebanyak 485 orang, terdiri dari unsur Dinas Pendidikan, guru TK/RA, SD/MI, SMP/MTs., SMA/MA/SMK, pengawas, kepala sekolah, dan mitra ExxonMobil Cepu Limited, serta guru seni budaya dengan kegiatan unjuk karya seni lukis. Dihadiri pula pejabat Dinas Pendidikan, Kemenag, SKK Migas, dan EMCL.

Sementara untuk rangkaian kegiatan mencakup, lokakarya kesehatan reproduksi, asesmen, literasi, dan pend karakter,
Competence building dengan studi banding ke sekolah progressive Madania di Bogor, Metode pendidikan Montessory di Andalusia Malang, studi pelestarian lingkungan hidup di PPLH Seloliman, Trawas mojokerto.

"Ditambah lokakarya dan lomba kreativitas guru, seminar penelitian dan pengembangan, serta Bimtek penulisan artikel," terangnya.

Untuk kumlah peserta serial kegiatan tersebut 500 orang terdiri dari pengelola dan GA PBG, tamu undangan dari mulai Dinas Pendidikan Tuban, Cabang Dinas Prov Jatim, Kemenag, pengawas, koordinator wilayah se-Tuban, PBG Bojonegoro, sekolah mitra ExxonMobil Cepu Limited, ketua PGRI, ketua IGRA, ketua himpaudi, ketua MKKS SMP, SMA, SMK, kepala sekolah dan guru dari semua jenjang.

"Output atau goal dari acara ini yaitu launching buku, unjuk karya media/bahan ajar pembelajaran, dan unjuk hasil kreativitas guru," tegasnya.

pbg2

Bupati Tuban, Fathul Huda menyampaikan rasa bangga dan berterimakasih pada EMCL yang senantiasa memfasilitasi berbagai program pengembangan masyarakat di Kabupaten Tuban. Salah satunya di bidang pendidikan.

“Ini menjadi investasi yang tidak terbatas, karena pendidikan menjadi faktor terpenting dalam peningkatan dan penguatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM)," terang Bupati.

Kabupaten Tuban dianugerahi berbagai potensi Sumber Daya Alam (SDA).  Meski demikian, melimpahnya potensi SDA di Bumi Wali belum diimbangi dengan kualitas SDM untuk mengelola. Karena itu, berbagai program peningkatan di bidang pendidikan sangat diperlukan.

Seperti dalam bidang pertanian, meski lahan garap di Tuban terus mengalami penurunan, namun produksi beras mengalami surplus. Di sektor perikanan, kondisi nelayan di kabupaten Tuban masih memprihatinkan. Salah satu penyebabnya berupa kemampuan mengolah hasil laut menjadi produk siap jual untuk meningkatkan nilai tambah nelayan.

Pihaknya menghimbau agar perusahaan senantiasa memperhatikan lingkungan. Tidak hanya lingkungan alam tetapi juga lingkungan masyarakat.

Dengan demikian, masyarakat dapat merasakan dampak positif kehadiran perusahaan tersebut. Salah satunya adalah dengan merekrut warga sekitar menjadi tenaga kerja perusahaan.

Lebih lanjut, ditekankan pula pentingnya evaluasi atas capaian PBG sehingga hasilnya maksimal dan valid. Bupati juga akan meninjau langsung output dari program kegiatan PBG bersama EMCL.

VP Public and Government Affairs EMCL, Erwin Maryoto mengaku bangga dan berterima kasih atas capaian PBG. PBG Tuban telah berhasil menjalankan tugasnya dalam meningkatkan kualitas dan kompetensi guru. Kerjasama yang terjalin antara EMCL dan PBG menjadi salah satu program pengembangan masyarakat selain bidang ekonomi dan sosial.

“Kami berencana akan meneruskan komitmen bersama PBG,” sambungnya.

Erwin berterimakasih kepada Pemkab Tuban yang telah mendukung berbagai program kegiatan dan operasional EMCL diwilayahnya. Berkat hubungan baik ini, produksi migas EMCL di Banyuurip mencapai 220 ribu barel per hari dan melebihi target sebesar 165 barel per hari. Jumlah ini menjadi 25 persen dari produksi migas di Indonesia.

“Kami juga berkomitmen untuk menjaga program CSR dan meningkatkannya,” serunya.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tuban, Drs. Nur Khamid, M.Pd., menerangkan saat anggota PBG berjumlah kurang lebih 3.500 guru dari berbagai jenjang pendidikan. Sejak tahun 2015, PBG dibentuk sebagai wadah pelatihan dan pengembangan guru dalam rangka memberi layanan pendidikan di sekolah. Pembinaan terhadap guru difasilitasi EMCL dan Putra Sampoerna Foundation.

 “Dan pada tahun 2018, PBG telah dapat mandiri meskipun masih mendapat dari APBD Tuban dan EMCL,” pungkasnya. [ali/ ito]