Dampingi Istri Melahirkan, Suami Harus Tahu 4 Hal Ini...

Reporter: -

blokTuban.com - Pendamping saat seorang perempuan hendak menjalani persalinan memang tidak harus suami.

Namun, betapa bahagianya jika suami bisa menyaksikan perjuangan istri, dan menyaksikan detik-detik kelahiran si buah hati.

Memang, peran pendamping di saat persalinan sangatlah penting. Apalagi, jika yang menemani adalah orang terdekat, yakni suami.

Keberadaan suami saat persalinan tentu akan membuat istri mendapat dukungan baik secara emosional maupun fisik.

Ada bukti yang menyatakan, pendamping yang bisa menjalankan perannya dengan baik cenderung bisa mempermudah istri menjalani persalinan.

Nah, agar kamu bisa menjadi pendamping persalinan yang baik bagi istrimu, mati ketahui empat hal berikut ini:

1. Mengetahui metode persalinan yang diinginkan istri.

Jauh hari sebelum persalinan tiba, Kamu sudah harus tahu apa saja rencana kelahiran yang diinginkan oleh istrimu.

Contohnya, istrimu tidak mau mengatasi rasa nyeri saat persalinan dengan jarum suntik.

Mengetahui hal tersebut bisa memudahkanmu mengambil keputusan saat persalinan berlangsung.

Jika Kamu kurang paham dengan beberapa istilahnya, maka Kamu bisa mencatatnya.

Nah, setelah kamu mengetahuinya, pelajari metode persalinan, dan proses kelahiran secara umum.

Kamu bisa membaca beberapa artikel tentang kehamilan, atau turut menghadiri kelas antenatal yang diikuti istrimu.

2. Pelajari cara-cara untuk membuat istri nyaman

Proses persalinan bisa membuat tubuh istrimu menjadi tidak nyaman, dan merasa nyeri.

Demi mengurangi ketidaknyamanan tersebut, Kamu bisa belajar cara memijat tubuhnya.

Wanita yang sedang menjalani persalinan biasanya membutuhkan pijatan di daerah bagian bawah punggung atau di bagian bahu.

Atau, Kamu bisa membantu mengingatkan dia tentang cara relaksasi dan bernapas yang benar.

Sebelumnya, Kamu harus tahu bagaimana melakukan hal tersebut.

Cara lain yang bisa membuatnya nyaman antara lain memberinya kehangatan. Kamu bisa mengompres hangat tubuhnya untuk merelaksasi otot, serta meringankan rasa nyeri saat persalinan.

3. Bersiap menjadi pengambil keputusan

Di saat seperti ini, istrimu akan menjalani kontraksi kuat yang membuatnya tak berdaya untuk berpikir jernih dan mengutarakan keinginannya.

Nah, peranmu di sini sangatlah diperlukan, karena hanya kalian berdua yang tahu mengenai rencana persalinan yang diinginkan sang istri.

Sebagai pengambil keputusan, Kamu harus bisa berpikir bijak dan fleksibel.

Jika kondisi istrimu tidak sesuai dengan rencana persalinan yang sudah kalian bicarakan, disarankan untuk tidak bersikukuh dengan hal tersebut.

4. Perhatikan diri sendiri

Jangan lupa untuk menyiapkan beberapa hal yang Kamu butuhkan saat menunggu istri jalani persalinan, misalnya makanan dan minuman.

Di rumah bersalin memang tersedia kafetaria, namun hal tersebut bisa mengurangi waktumu bersama istri di ruang persalinan.

Kamu juga disarankan untuk membawa pakaian ganti, memakai sepatu nyaman. Atau, bahkan celana pendek untuk berenang, jika istrimu berencana melahirkan di air.

Secara keseluruhan, proses persalinan membutuhkan waktu sekitar 10–20 jam, khususnya jika istrimu baru pertama kali mengalaminya.

Proses bisa lebih cepat jika dia sudah pernah melahirkan secara normal. Jadilah sabarlah menunggu.

*Sumber: kompas.com