Versi Puskesmas, Jumlah Warga Meninggal Sebanyak 28 Orang

Reporter: Edy Purnomo

blokTuban.com - Petugas kesehatan dari Puskesmas Kerek menampilkan data berbeda, terkait kematian warga Desa Karanglo, Kecamatan Kerek, Kabupaten Tuban.

Data dari Puskesmas, kematian di desa tersebut selama kurun waktu itu mencapai 28 orang. "Kami tanyakan ini kepada dua modin yang ada di desa," jelas Kepala Puskesmas Kerek, Dr Ika Triyana, di Desa Karanglo, Minggu (3/4/2016).

Meski begitu, kematian dengan jumlah tersebut masih cukup tinggi. Mengingat rata-rata kematian di suatu desa hanya mencapai 0 sampai 5 kali perbulan.

Dia menjelaskan, secara rinci sebanyak 18 orang meninggal dunia antara usia 60 sampai 70 tahun. Kemudian 7 orang meninggal dunia antara usia 80 sampai 90 tahun, dan sebanyak 3 orang meninggal dunia antara usia 40 sampai 50 tahun.

Sementara penyebab kematian yang dideteksi petugas, diantaranya adalah sakit kencing manis, hipertensi dengan stroke, pernafasan, usia tua, jantung, kecelakaan lalu lintas, gangguan hati, kanker prostat, serta gangguan lambung yang parah.

"Penyebab kematian bukan karena menderita paru-paru, meskipun nafas sesak tapi premiernya belum tentu di paru-paru," jelasnya.

Temuan ini didapat setelah petugas dari Puskesmas Kerek dan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur mendatangi desa itu, untuk melakukan klarifikasi.

Kepala Desa Karanglo, Sunandar, mengaku cukup lega usai mendapat keterangan medis dari pihak yang berkompeten. Terlebih, sebelumnya warga juga khawatir tingginya angka kematian akibat wabah ataupun pagebluk.

"Kita minta untuk warga agar tenang, usai mendapat keterangan medis dari petugas kesehatan," kata Sunandar.

Sebelumnya, kata Sunandar, pernah berhembus kabar ada mobil pick up mengangkut keranda warna merah. Sopir itu kemudian bilang bahwa keranda itu diperuntukkan untuk Desa Karanglo.

"Setelah mendapat keterangan dari medis kita akhirnya lega, sehingga meminta warga agar tidak resah dan tidak mempercayai begitu saja kabar aneh yang berhembus," tandasnya. [pur/rom]