Ada Kolusi di Rekrutmen Sensus Ekonomi?

Reporter: Edy Purnomo/Moch. Sudarsono

blokTuban.com - Pelaksanaan tes petugas sensus ekonomi di Kabupaten Tuban mulai mendapat sorotan. Banyak peserta yang merasa tidak puas dan menilai kalau tes ini sudah dimanipulasi sedemikian rupa.

Informasi yang beredar, sudah ada kesepakatan antara Badan Pusat Statistik (BPS) Tuban dengan perangkat desa. Orang-orang yang terpilih dan lolos dalam beberapa tahapan tes, adalah perangkat desa itu sendiri.

"Bisa dicek itu nanti, pasti kebanyakan hanya perangkat desa yang lolos di semua tahapan tes," jelas, salah satu perserta asal Kecamatan Kenduruan, AN (28), kepada blokTuban.com, Rabu (17/2/2016).

Kalau tidak begitu, orang yang lolos di tes ini adalah peserta yang sebelumnya sudah mempunyai kesepakatan dengan perangkat desa. Modusnya, sebagian honor dari peserta ini akan diberikan kepada oknum yang dianggap bisa mendorong agar peserta lolos dalam les.

"Kabarnya memang ada semacam kolusi, selain itu saya lihat memang yang lolos rata-rata perangkat desa. Memang tidak ada peraturan yang melarang, tetapi kan ada baiknya beri kesempatan yang tidak bekerja," jelas peserta lain asal Kecamatan Montong, yang tidak mau identitasnya disebut.

Dikonfirmasi, Kepala BPS Tuban, Prayogo Setyo Widodo, menampik adanya dugaan titipan nama. Bahkan, dia sendiri menolak segala bentuk upaya kolusi di rekrutmen petugas sensus ekonomi ini.

"Tidak ada titipan, bahkan yang nitip ke saya juga tidak saya layani," jelas Prayogo.

Selanjutnya, dia menerangkan sejak awal pengumumuan sudah diinformasikan kalau petugas ini mengutamakan orang-orang yang sudah berpengalaman mengikuti survei dari BPS. Sehingga, orang yang pernah mengikuti survei BPS akan mendapatkan poin tersendiri dalam penilaian.

"Isu itu disebarkan orang yang iri dengan perangkat desa dan khawatir dirinya tidak diterima," tegas Prayogo. [pur/nok/col]