Sosok Feminim, Hentikan Bentrok Dua Desa dengan Komunikasi

Reporter: Edy Purnomo

blokTuban.com – Sosoknya feminim, tapi mempunyai gaya bicaranya komunikatif. Sesuai dengan jabatan yang dia emban sekarang sebagai Kasubbag Humas Polres Tuban.

Ajun Komisaris Polisi (AKP) Elis Suendayati memang cukup populer. Setidaknya di kalangan media yang ada di Kabupaten Tuban. Siapa sangka, sebelum menjabat sebagai Humas di Polres Tuban, perempuan 49 tahun ini pernah mempunyai beberapa pengalaman menarik selama bertugas sebagai anggota Polri
.
“Sebelum di Kasubbag Humas Polres Tuban, saya adalah Kapolsek Kerek,” terang Elis kepada blokTuban.com, di kantornya, Sabtu (6/2/2016).

Suatu malam, di medio tahun 2010 ketika dia menjabat sebagai Kapolsek, mendengar rencana bentrokan dua desa di Kecamatan Kerek. Persolannya sepele, yaitu adanya polisi tidur/penghambat laju jalan, yang mengganggu warga lain ketika ingin melintas di tempat ini.

“Polisi tidurnya terlalu tinggi, sehingga warga desa lain merasa terganggu ketika melintas di tempat itu,” kenang Elis tanpa menyebutkan nama desa.

Beberapa kali, pemasangan Polisi tidur mendapatkan protes dari warga desa lain. Tapi, tidak mendapatkan tanggapan. Sebabnya, warga di desa ini menganggap pemasangan Polisi tidur tidak menyalahi aturan. Konflik memuncak, ketika seorang wanita hampir jatuh bersama suaminya ketika melintas.

“Malam itu juga, warga desa tetangga langsung meluruk (mendatangi) menggunakan beberapa truck dan mobil,” kata Elis.

Beruntung, Elis bersama petugas Polsek Kerek langsung mendapatkan informasi ini dan menghadang di tengah jalan. Mereka meminta agar tidak melanjutkan perjalanan, sebab warga desa lain juga sudah menyiapkan diri untuk menghadapi serangan.

Upaya petugas menghalau warga yang sudah terbakar emosi nyaris gagal. Karena jumlah petugas lebih sedikit dibandingkan jumlah masa. Warga pun masih nekat untuk melanjutkan serangan. Petugas harus mencari akal lain untuk menggagalkan aksi masa yang dilakukan nyaris tengah malam itu.

“Saya kemudian cari sopir kendaraan. Saya ancam sopirnya, kalau masih melanjutkan perjalanan mereka yang harus bertanggung jawab dan akan kami tahan,” terang Elis.

Ancaman petugas ini tampaknya menjadi shock terapy untuk para sopir. Mereka kemudian membelokan arah kendaraan untuk kembali pulang. Warga yang menumpang kendaraan inipun tidak bisa berbuat banyak, dan ikut pulang ke desa mereka.

“Jadi bentrokan malam itu gagal, kemudian besoknya kita ajak warga dua desa ini untuk melakukan mediasi dan menanyakan aturan mengenai jalan ke Dinas Perhubungan Tuban,” tandasnya.

Kisah ini membuat banyak pihak belajar. Polisi harus menggunakan berbagai cara untuk menjaga ketertiban dan keamanan di tengah masyarakat. Tidak harus represif, tapi diutamakan menggunakan pendekatan yang lebih persuasif. [pur/ito]

Biodata:
Nama: Elis Suendayati
TTL : Sidoarjo, 19 Juli 1967
Agama: Islam
Suami: Agung Edy Rusli
Anak: 1. Ghozy Meyki Rusli
Karir:
Polwil Surabaya
Polwil Bojonegoro
Kanit Reg Ident Polres Tuban
Perwira Unit Laka Polwil Bojonegoro
Kapolsek Jenu
Kapolsek Kerek
Kasubbag Humas Polres Tuban