16:00 . Proyek Perbaikan Jalan Minim Rambu, Begini Pengakuan Pekerja  |  15:00 . 10 Finalis Cung dan Nduk Dijadwalkan Kunjungi Wisata Tuban  |  13:00 . Tak Kalah dengan Jalan Raya, Jalan Beton Digarap Rute Jegulo-Kenthi  |  12:00 . Begini Upaya Dinsos P3A Tekan Angka Kekerasan Anak dan KDRT  |  11:00 . Sering Tercium Bau, Warga Keluhkan Kontrol Perusahaan Tak Maksimal  |  10:00 . Patroli Rutin, Satpol PP Temukan Sepasang Pelajar di Bangunan Kosong  |  08:00 . Dinsos P3A Ajak Masyarakat Wujudkan Bumi Wali KLA  |  07:00 . Ini Kebiasaan yang Bikin Pekerjaan Lebih Sulit dari Seharusnya  |  23:00 . Sempat Was-Was dengan Jembatan Widang, Polres Optimalkan Sosialisasi  |  22:00 . Tak Diterima Dinsos, Bantuan Ormawa Unirow Dialihkan ke Baznas  |  22:00 . Haul Langitan Jadi Berkah Pedagang Luar Wilayah  |  21:00 . Cawapres, KH Ma'ruf Amin Mohon Dukungan dan Doa Restu   |  20:00 . Viral Berita Penculikan di Soko, Ini Tanggapan Polisi  |  19:00 . Ma'ruf Amin Doakan Santri Langitan Jadi Pemimpin Negeri  |  18:30 . Ramai, Keamanan Pesantren Imbau Tingkatkan Kewaspadaan  |  18:00 . Ma'ruf Amin Hadiri Haul Masyayikh Ponpes Langitan  |  17:00 . Arus Lalin Widang-Lamongan Terpantau Lancar  |  16:00 . Pasang Iklan Kampanye di Media? Ini Jadwalnya  |  15:00 . Arus Lalin Widang-Lamongan Terpantau Lancar  |  14:00 . Semen Indonesia Ajak Warganet “Bicara Baik” di Medsos  |  

Sunday, 27/9/2015 3:59:59 A.M.

Jl. Sunan kalijogo Gang Latsari 1 No. 26 Tuban, Email bloktuban@gmail.com

Kamis, 11 Oktober 2018 09:00:00

60% UMKM di Tuban Didominasi Usaha Mamin

Repoter: Nidya Marfis H.

blokTuban.com - Warga Tuban kurang tertarik untuk berwirausaha di bidang batik, hal itu terbukti dari 29 ribu Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) yang tersebar di Kabupaten Tuban, 60% UMKM ada di sektor makanan dan minuman (Mamin), sedangkan batik gedog asli Tuban hanya 15%.

D.A.V Nugraha, Kasi Pengembangan UMKM, Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Tuban mengatakan, hingga saat ini sektor UMKM paling banyak di bidang makanan dan minuman 60%, sedangkan batik gedog 15%, kerajian 15% dan jasa 10%. Hal ini dikarenakan minimnya upah pembatik sehingga banyak orang yang tidak berminat untuk ngembangkan batik gedog asli dari Tuban.

"Kalau kita menganalisa mengapa UKM batik atau pembatik tidak banyak peminatnya, dikarenakan upahnya yang masih minim, sehingga mengapa khususnya generasi muda lebih tertarik berwirausaha lain dari pada membatik dan hanya anak smp dan sma yang masih sering membatik, itu pun untuk mengisi waktu luang kalau misal libur sekolah," ungkap Nugraha.

Untuk itu, kata Nugraha, tak henti-hentinya dinas melakukan pembinaan seperti lomba batik untuk generasi muda, dari situ secara tidak langsung memotivasi kepada mereka untuk mencintai produk asli dari Tuban ini dan juga harapakan agar generasi muda memiliki keinginan untuk mengembangkan batik Tuban.

Sedangakan mengapa upah pembatik minim dan harga jual yang relatif mahal, kata Nugraha, dikarenakan biaya oprasionalnya seperti bahan baku dan juga kendala di manejemen pemasaran.

Disamping itu, dijelaskan Nugraha, apabila ada pesanan banyak maka produksi para pengrajin juga akan melimpah, kalau sepi pesanan maka hanya membuat seadanya.

"Sebenarnya kendala UKM batik karena biaya oprasionalnya yang mahal, baik dalam bahan bakunya dan juga selama ini apabila UKM batik menerima pesanan banyak, mereka akan memproduksi banyak apabila tidak ada pesanan mereka akan membuat seadayan. Untuk itu kami selalu melakukan pembinaan manajeman baik pemasaran, SDM dan produksi," ungkapnya. [nid/rom]

batik tub

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

#0 Comments.....

Submit new comment

Kamis, 02 Agustus 2018 22:07:39

Pemilu 2019

Cek Data Pemilih Pemilu 2019

Ayo CEK nama anda sudah terdaftar sebagai pemilih di Pemilu 2019 atau belum? Caranya Klik: sidalih3.kpu.go.id.Jika anda belum terdaftar di portal tersebetu segera laporkan ke KPU Kabupaten/kota atau PPK di Kantor Kecamatan atau PPS di Kantor Kelurahan sesuai dengan alamat dalam KTP-el anda....

Sunday, 27/9/2015 3:59:59 A.M.

Jl. Sunan kalijogo Gang Latsari 1 No. 26 Tuban, Email bloktuban@gmail.com

Kamis, 11 Oktober 2018 09:00:00

60% UMKM di Tuban Didominasi Usaha Mamin

Repoter: Nidya Marfis H.

blokTuban.com - Warga Tuban kurang tertarik untuk berwirausaha di bidang batik, hal itu terbukti dari 29 ribu Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) yang tersebar di Kabupaten Tuban, 60% UMKM ada di sektor makanan dan minuman (Mamin), sedangkan batik gedog asli Tuban hanya 15%.

D.A.V Nugraha, Kasi Pengembangan UMKM, Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Tuban mengatakan, hingga saat ini sektor UMKM paling banyak di bidang makanan dan minuman 60%, sedangkan batik gedog 15%, kerajian 15% dan jasa 10%. Hal ini dikarenakan minimnya upah pembatik sehingga banyak orang yang tidak berminat untuk ngembangkan batik gedog asli dari Tuban.

"Kalau kita menganalisa mengapa UKM batik atau pembatik tidak banyak peminatnya, dikarenakan upahnya yang masih minim, sehingga mengapa khususnya generasi muda lebih tertarik berwirausaha lain dari pada membatik dan hanya anak smp dan sma yang masih sering membatik, itu pun untuk mengisi waktu luang kalau misal libur sekolah," ungkap Nugraha.

Untuk itu, kata Nugraha, tak henti-hentinya dinas melakukan pembinaan seperti lomba batik untuk generasi muda, dari situ secara tidak langsung memotivasi kepada mereka untuk mencintai produk asli dari Tuban ini dan juga harapakan agar generasi muda memiliki keinginan untuk mengembangkan batik Tuban.

Sedangakan mengapa upah pembatik minim dan harga jual yang relatif mahal, kata Nugraha, dikarenakan biaya oprasionalnya seperti bahan baku dan juga kendala di manejemen pemasaran.

Disamping itu, dijelaskan Nugraha, apabila ada pesanan banyak maka produksi para pengrajin juga akan melimpah, kalau sepi pesanan maka hanya membuat seadanya.

"Sebenarnya kendala UKM batik karena biaya oprasionalnya yang mahal, baik dalam bahan bakunya dan juga selama ini apabila UKM batik menerima pesanan banyak, mereka akan memproduksi banyak apabila tidak ada pesanan mereka akan membuat seadayan. Untuk itu kami selalu melakukan pembinaan manajeman baik pemasaran, SDM dan produksi," ungkapnya. [nid/rom]

batik tub

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

#0 Comments.....

Submit new comment