07:00 . Daftar Negara dengan Usia Harapan Hidup Tertinggi, Bagaimana Indonesia?   |  16:00 . Proyek Perbaikan Jalan Minim Rambu, Begini Pengakuan Pekerja  |  15:00 . 10 Finalis Cung dan Nduk Dijadwalkan Kunjungi Wisata Tuban  |  13:00 . Tak Kalah dengan Jalan Raya, Jalan Beton Digarap Rute Jegulo-Kenthi  |  12:00 . Begini Upaya Dinsos P3A Tekan Angka Kekerasan Anak dan KDRT  |  11:00 . Sering Tercium Bau, Warga Keluhkan Kontrol Perusahaan Tak Maksimal  |  10:00 . Patroli Rutin, Satpol PP Temukan Sepasang Pelajar di Bangunan Kosong  |  08:00 . Dinsos P3A Ajak Masyarakat Wujudkan Bumi Wali KLA  |  07:00 . Ini Kebiasaan yang Bikin Pekerjaan Lebih Sulit dari Seharusnya  |  23:00 . Sempat Was-Was dengan Jembatan Widang, Polres Optimalkan Sosialisasi  |  22:00 . Tak Diterima Dinsos, Bantuan Ormawa Unirow Dialihkan ke Baznas  |  22:00 . Haul Langitan Jadi Berkah Pedagang Luar Wilayah  |  21:00 . Cawapres, KH Ma'ruf Amin Mohon Dukungan dan Doa Restu   |  20:00 . Viral Berita Penculikan di Soko, Ini Tanggapan Polisi  |  19:00 . Ma'ruf Amin Doakan Santri Langitan Jadi Pemimpin Negeri  |  18:30 . Ramai, Keamanan Pesantren Imbau Tingkatkan Kewaspadaan  |  18:00 . Ma'ruf Amin Hadiri Haul Masyayikh Ponpes Langitan  |  17:00 . Arus Lalin Widang-Lamongan Terpantau Lancar  |  16:00 . Pasang Iklan Kampanye di Media? Ini Jadwalnya  |  15:00 . Arus Lalin Widang-Lamongan Terpantau Lancar  |  

Sunday, 27/9/2015 3:59:59 A.M.

Jl. Sunan kalijogo Gang Latsari 1 No. 26 Tuban, Email bloktuban@gmail.com

Rabu, 10 Oktober 2018 12:00:00

Ketika Bupati Dongengkan Alat Musik Ajaib dan Sejarah Tuban

Reporter: M. Anang Febri 

blokTuban.com- Hari jadi ke-725 Kabupaten Tuban telah resmi dilaunching secara resmi oleh Bupati Tuban, Fathul Huda di Alun-Alun Tuban, Rabu (10/10/2018). Sejumlah agenda dikemas secara rapi pada rangkaian Hari Jadi Tuban (HJT) tersebut.

Acara itu dirangkai dengan gebyar PAUD yang dihadiri 12.000 lebih anak PAUD beserta guru pengajar. Juga dikenalkan Gerakan Nasional Baca Buku (Gernasbaku) sebagai pendukung bahan ajar guru kepada murid.

Bupati Tuban sempat mendongeng di hadapan anak-anak. Dongeng Alat Musik Ajaib dan tentang asal usul Tuban diceritakannya. Dengan antusias, anak-anak menyimak apa yang dituturkan Fathul Huda.

"Zaman dulu ketika berdakwah, Raden Makdum Ibrahim dari Tuban sering berdakwah dengan seperangkat alat musik gamelan yang disebut Bonang," ujar Bupati memulai bercerita pada anak-anak.

Bonang sendiri adalah jenis alat musik yang terbuat dari bahan kuningan, yang bagian tengahnya menonjol mengikuti bentuk lingkaran. Bupati juga berinteraksi lebih pada anak-anak yang hadir.

"Karena berdakwah dengan alat Bonang, ia pun dipanggil sebagai Sunan Bonang,’’ terang Bupati.

Dikisahkannya pula, Sunan Bonang pernah menaklukan seorang pimpinan perampok bernama Kebondanu dengan hanya menggunakan seutas tambang dan Bonang. Begitu Bonang ditabuh, Kebondanu dan anak buahnya tak mampu bergerak.

"Sehingga gagallah mereka melakukan perampokan sejak itu. Ketika Bonang dibunyikan, mereka tak bisa bergerak. Sejak itu Kebondanu dan anak buahnya menjadi murid setia Sunan Bonang. Tahu ya anak-anak?" tanya  Bupati. 

Di lain waktu, ada seorang mahaguru yang datang dari India berlayar ke Tuban untuk beradu kesaktian dengan Sunan Bonang. Namun, di tengah laut, perahunya terbalik karena dihantam badai. Semua kitabnya berjatuhan di dasar laut. 

Kemudian di tepi pantai, tanpa sengaja ia bertemu dan bercerita kepada seseorang yang bertongkat. Tiba-tiba saja, orang bertongkat mencabut tongkatnya yang menancap di pasir dan mendadak tersemburlah air dari bekas lubang tancapan tongkat itu, membawa semua kitab yang dibawanya.

"Itukah kitab tuan yang tenggelam di dasar laut," kata Bupati seakan-akan menirukan logat orang bertongkat.

Orang bertongkat tadi adalah Sunan Bonang. Mengetahui itu, mahaguru dari India tadi pun langsung bertekuk lutut dan memohon dijadikan murid dari Sunan Bonang. [feb/ono]

 

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

#0 Comments.....

Submit new comment

Kamis, 02 Agustus 2018 22:07:39

Pemilu 2019

Cek Data Pemilih Pemilu 2019

Ayo CEK nama anda sudah terdaftar sebagai pemilih di Pemilu 2019 atau belum? Caranya Klik: sidalih3.kpu.go.id.Jika anda belum terdaftar di portal tersebetu segera laporkan ke KPU Kabupaten/kota atau PPK di Kantor Kecamatan atau PPS di Kantor Kelurahan sesuai dengan alamat dalam KTP-el anda....

Sunday, 27/9/2015 3:59:59 A.M.

Jl. Sunan kalijogo Gang Latsari 1 No. 26 Tuban, Email bloktuban@gmail.com

Rabu, 10 Oktober 2018 12:00:00

Ketika Bupati Dongengkan Alat Musik Ajaib dan Sejarah Tuban

Reporter: M. Anang Febri 

blokTuban.com- Hari jadi ke-725 Kabupaten Tuban telah resmi dilaunching secara resmi oleh Bupati Tuban, Fathul Huda di Alun-Alun Tuban, Rabu (10/10/2018). Sejumlah agenda dikemas secara rapi pada rangkaian Hari Jadi Tuban (HJT) tersebut.

Acara itu dirangkai dengan gebyar PAUD yang dihadiri 12.000 lebih anak PAUD beserta guru pengajar. Juga dikenalkan Gerakan Nasional Baca Buku (Gernasbaku) sebagai pendukung bahan ajar guru kepada murid.

Bupati Tuban sempat mendongeng di hadapan anak-anak. Dongeng Alat Musik Ajaib dan tentang asal usul Tuban diceritakannya. Dengan antusias, anak-anak menyimak apa yang dituturkan Fathul Huda.

"Zaman dulu ketika berdakwah, Raden Makdum Ibrahim dari Tuban sering berdakwah dengan seperangkat alat musik gamelan yang disebut Bonang," ujar Bupati memulai bercerita pada anak-anak.

Bonang sendiri adalah jenis alat musik yang terbuat dari bahan kuningan, yang bagian tengahnya menonjol mengikuti bentuk lingkaran. Bupati juga berinteraksi lebih pada anak-anak yang hadir.

"Karena berdakwah dengan alat Bonang, ia pun dipanggil sebagai Sunan Bonang,’’ terang Bupati.

Dikisahkannya pula, Sunan Bonang pernah menaklukan seorang pimpinan perampok bernama Kebondanu dengan hanya menggunakan seutas tambang dan Bonang. Begitu Bonang ditabuh, Kebondanu dan anak buahnya tak mampu bergerak.

"Sehingga gagallah mereka melakukan perampokan sejak itu. Ketika Bonang dibunyikan, mereka tak bisa bergerak. Sejak itu Kebondanu dan anak buahnya menjadi murid setia Sunan Bonang. Tahu ya anak-anak?" tanya  Bupati. 

Di lain waktu, ada seorang mahaguru yang datang dari India berlayar ke Tuban untuk beradu kesaktian dengan Sunan Bonang. Namun, di tengah laut, perahunya terbalik karena dihantam badai. Semua kitabnya berjatuhan di dasar laut. 

Kemudian di tepi pantai, tanpa sengaja ia bertemu dan bercerita kepada seseorang yang bertongkat. Tiba-tiba saja, orang bertongkat mencabut tongkatnya yang menancap di pasir dan mendadak tersemburlah air dari bekas lubang tancapan tongkat itu, membawa semua kitab yang dibawanya.

"Itukah kitab tuan yang tenggelam di dasar laut," kata Bupati seakan-akan menirukan logat orang bertongkat.

Orang bertongkat tadi adalah Sunan Bonang. Mengetahui itu, mahaguru dari India tadi pun langsung bertekuk lutut dan memohon dijadikan murid dari Sunan Bonang. [feb/ono]

 

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

#0 Comments.....

Submit new comment