16:00 . Login SSCN Dinonaktifkan?  |  14:00 . Sempat Ricuh Ulah Supporter, Seleksi Dihentikan Sementara  |  13:00 . Gadis Asal Tegalagung Jadi Korban Begal Saat Pulang Kerja  |  12:00 . Pengumuman Seleksi Administrasi, ini Kata BKD Tuban  |  11:00 . Ribuan Santri Akan Terlibat Rangkaian HSN di Tuban  |  10:00 . Persiapan Porkab V, Kecamatan Soko Seleksi Atlet Pencak Silat  |  09:00 . Ingin Percantik Kemasan Produk, Bisa Datang ke Rumah Kemasan  |  08:00 . NU Care-LAZISNU Tuban Terus Kumpulkan Bantuan untuk Sulteng  |  07:00 . Daftar Negara dengan Usia Harapan Hidup Tertinggi, Bagaimana Indonesia?   |  16:00 . Proyek Perbaikan Jalan Minim Rambu, Begini Pengakuan Pekerja  |  15:00 . 10 Finalis Cung dan Nduk Dijadwalkan Kunjungi Wisata Tuban  |  13:00 . Tak Kalah dengan Jalan Raya, Jalan Beton Digarap Rute Jegulo-Kenthi  |  12:00 . Begini Upaya Dinsos P3A Tekan Angka Kekerasan Anak dan KDRT  |  11:00 . Sering Tercium Bau, Warga Keluhkan Kontrol Perusahaan Tak Maksimal  |  10:00 . Patroli Rutin, Satpol PP Temukan Sepasang Pelajar di Bangunan Kosong  |  08:00 . Dinsos P3A Ajak Masyarakat Wujudkan Bumi Wali KLA  |  07:00 . Ini Kebiasaan yang Bikin Pekerjaan Lebih Sulit dari Seharusnya  |  23:00 . Sempat Was-Was dengan Jembatan Widang, Polres Optimalkan Sosialisasi  |  22:00 . Tak Diterima Dinsos, Bantuan Ormawa Unirow Dialihkan ke Baznas  |  22:00 . Haul Langitan Jadi Berkah Pedagang Luar Wilayah  |  

Sunday, 27/9/2015 3:59:59 A.M.

Jl. Sunan kalijogo Gang Latsari 1 No. 26 Tuban, Email bloktuban@gmail.com

Selasa, 09 Oktober 2018 13:00:14

Petani Jagung Tuban Uji Coba Panen dengan Combine Corn

Reporter: Mochamad Nur Rofiq

blokTuban.com - Petani jagung di Kabupaten Tuban mlakukan uji coba panen menggunakan masin Combine Corn (Kombin Jagung). Teknologi baru tersebut diklaim dapat mempermudah proses panen sekaligus memipil jagung.

"Dengan teknologi modern ini, panen lebih cepat, lebih bersih dan langsung sudah jadi jagung pipilan," papar Kepala Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Tuban, Murtadji.

Selain itu, petani jagung di Bumi Wali juga melakukan uji coba penggunaan dleyer untuk mempercepat pengeringan. Sehingga waktu dan biaya produksi jagung lebih irit.

"Sesuai hasil di lapangan program ke depan, panen jagung diperlukan alsintan combine dan dleyer (alat pengering)," tandas Murtadji usai memantau panen di Kecamatan Merakurak dan Montong, dan meninjau pemakaian dleyer di Kecamatan Kerek, Selasa (9/10/2018).

Ditambahkan mantan Camat Bancar tersebut, setelah dipanen kurang dari 4 jam jagung harus masuk alat pengering untuk mengurangi kandungan Alfatoksin. Sehingga mutu jagung lebih meningkat dan mutu tawarnya lebih tinggi.

Sebab, saat ini cemaran aflatoksin pada jagung merupakan salah satu masalah utama pada kegiatan pascapanen jagung. Selain kadar air, ternyata aflatoksin cukup signifikan dalam meningkatkan posisi tawar sehingga jagung bisa diterima oleh pabrik pakan.

"Dengan bantuan alat tersebut, jagung bisa kering dengan hanya waktu 8 jam, sehingga kadar air berubah menjadi di bawah 17 (keadaan basah langsung kering)," pungkasnya.

Informasi yang berhasil dihimpun blokTuban.com menyebutkan, panen untuk uji coba pakai combaine dan kandungan Alfatoksin jagung ini dihadiri pejabat Eselon Dua Kementan, Kemendag, dan Kemenko. Selain itu hadir pula tim dari Dirjen Tanaman Pangan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Propinsi Jatim serta dari perusahaan susu greenbiel. [rof/ito]

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

#0 Comments.....

Submit new comment

Kamis, 02 Agustus 2018 22:07:39

Pemilu 2019

Cek Data Pemilih Pemilu 2019

Ayo CEK nama anda sudah terdaftar sebagai pemilih di Pemilu 2019 atau belum? Caranya Klik: sidalih3.kpu.go.id.Jika anda belum terdaftar di portal tersebetu segera laporkan ke KPU Kabupaten/kota atau PPK di Kantor Kecamatan atau PPS di Kantor Kelurahan sesuai dengan alamat dalam KTP-el anda....

Sunday, 27/9/2015 3:59:59 A.M.

Jl. Sunan kalijogo Gang Latsari 1 No. 26 Tuban, Email bloktuban@gmail.com

Selasa, 09 Oktober 2018 13:00:14

Petani Jagung Tuban Uji Coba Panen dengan Combine Corn

Reporter: Mochamad Nur Rofiq

blokTuban.com - Petani jagung di Kabupaten Tuban mlakukan uji coba panen menggunakan masin Combine Corn (Kombin Jagung). Teknologi baru tersebut diklaim dapat mempermudah proses panen sekaligus memipil jagung.

"Dengan teknologi modern ini, panen lebih cepat, lebih bersih dan langsung sudah jadi jagung pipilan," papar Kepala Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Tuban, Murtadji.

Selain itu, petani jagung di Bumi Wali juga melakukan uji coba penggunaan dleyer untuk mempercepat pengeringan. Sehingga waktu dan biaya produksi jagung lebih irit.

"Sesuai hasil di lapangan program ke depan, panen jagung diperlukan alsintan combine dan dleyer (alat pengering)," tandas Murtadji usai memantau panen di Kecamatan Merakurak dan Montong, dan meninjau pemakaian dleyer di Kecamatan Kerek, Selasa (9/10/2018).

Ditambahkan mantan Camat Bancar tersebut, setelah dipanen kurang dari 4 jam jagung harus masuk alat pengering untuk mengurangi kandungan Alfatoksin. Sehingga mutu jagung lebih meningkat dan mutu tawarnya lebih tinggi.

Sebab, saat ini cemaran aflatoksin pada jagung merupakan salah satu masalah utama pada kegiatan pascapanen jagung. Selain kadar air, ternyata aflatoksin cukup signifikan dalam meningkatkan posisi tawar sehingga jagung bisa diterima oleh pabrik pakan.

"Dengan bantuan alat tersebut, jagung bisa kering dengan hanya waktu 8 jam, sehingga kadar air berubah menjadi di bawah 17 (keadaan basah langsung kering)," pungkasnya.

Informasi yang berhasil dihimpun blokTuban.com menyebutkan, panen untuk uji coba pakai combaine dan kandungan Alfatoksin jagung ini dihadiri pejabat Eselon Dua Kementan, Kemendag, dan Kemenko. Selain itu hadir pula tim dari Dirjen Tanaman Pangan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Propinsi Jatim serta dari perusahaan susu greenbiel. [rof/ito]

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

#0 Comments.....

Submit new comment