16:00 . Login SSCN Dinonaktifkan?  |  14:00 . Sempat Ricuh Ulah Supporter, Seleksi Dihentikan Sementara  |  13:00 . Gadis Asal Tegalagung Jadi Korban Begal Saat Pulang Kerja  |  12:00 . Pengumuman Seleksi Administrasi, ini Kata BKD Tuban  |  11:00 . Ribuan Santri Akan Terlibat Rangkaian HSN di Tuban  |  10:00 . Persiapan Porkab V, Kecamatan Soko Seleksi Atlet Pencak Silat  |  09:00 . Ingin Percantik Kemasan Produk, Bisa Datang ke Rumah Kemasan  |  08:00 . NU Care-LAZISNU Tuban Terus Kumpulkan Bantuan untuk Sulteng  |  07:00 . Daftar Negara dengan Usia Harapan Hidup Tertinggi, Bagaimana Indonesia?   |  16:00 . Proyek Perbaikan Jalan Minim Rambu, Begini Pengakuan Pekerja  |  15:00 . 10 Finalis Cung dan Nduk Dijadwalkan Kunjungi Wisata Tuban  |  13:00 . Tak Kalah dengan Jalan Raya, Jalan Beton Digarap Rute Jegulo-Kenthi  |  12:00 . Begini Upaya Dinsos P3A Tekan Angka Kekerasan Anak dan KDRT  |  11:00 . Sering Tercium Bau, Warga Keluhkan Kontrol Perusahaan Tak Maksimal  |  10:00 . Patroli Rutin, Satpol PP Temukan Sepasang Pelajar di Bangunan Kosong  |  08:00 . Dinsos P3A Ajak Masyarakat Wujudkan Bumi Wali KLA  |  07:00 . Ini Kebiasaan yang Bikin Pekerjaan Lebih Sulit dari Seharusnya  |  23:00 . Sempat Was-Was dengan Jembatan Widang, Polres Optimalkan Sosialisasi  |  22:00 . Tak Diterima Dinsos, Bantuan Ormawa Unirow Dialihkan ke Baznas  |  22:00 . Haul Langitan Jadi Berkah Pedagang Luar Wilayah  |  

Sunday, 27/9/2015 3:59:59 A.M.

Jl. Sunan kalijogo Gang Latsari 1 No. 26 Tuban, Email bloktuban@gmail.com

Selasa, 02 Oktober 2018 17:00:21

Hari Batik Nasional, Ini Harapan Perajin Tuban

Reporter : Nidya Marfis H.

bloktuban.com - Pada momen Hari Batik Nasional ini, peerajin batik asal Desa Sumurgung, Dusun Bongkol Kabupaten Tuban tak berharap muluk-muluk. Salah satunya, Marniati (43) perajin batik warga Dusun Bongkol yang sudah 22 tahun mengeluti batik ini menceritakan asal mulanya bisa membatik.

Bermula usai menikah dengan orang asal Desa Bongkol dan setelah itu diajak pindah domisili. Sewaktu memiliki anak pertama berusia 7 bulan dan untuk membantu perekonomian keluarganya mulai mengikuti ajakan dari tetangganya.

"Bisa membatik diajari sama bos saya karena saya bukan asli warga sini, saya asal dari Montong dan ikut sumai yang asli orang Bongkol sewaktu anak pertama umur 7 bulan dari pada ngangur mending ikut membatik kan juga lumayan di rumah jaga anak tapi tetap menghasilkan uang," ungkapnya.

Wanita yang akrab dipanggil Makti ini mengungkapkan, yang pertama kali membelajarinya membatik pengusaha asal Kecamatan Merakurak. Setelah bekerja di sana dan diajari menggambar dan membatik kurang lebih empat tahun, Makti memilih ikut pegusaha asal dusun Bongkol sendiri.

Selain itu wanita yang berusia 43 tahun ini juga menceritakan upah membantik yang tidak sepadan dengan kerjanya. Meski demikian, dia mengaku bersyukur bisa bekerja tanpa modal mungkin hanya perlu keseriusan dan kesebaran.

"Kalau soal upah nggak masalah sedikit karena kerjanya santai mau jadi kapan saja tidak masalah. Modal pun gampang cuma kompor gas soalnya mulai dari kain dan lilin bos yang menyediakan dan juga pegawainya yang mengantar di rumah jadi saya tinggal nunggu saja sampai dikirimi," imbuhnya.

Di Hari Batik Nasional ini dirinya dengan teman-teman seperjuangan hanya berharap perkerjaanya lancar terus setiap hari bisa membatik. [nid/lis]

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

#0 Comments.....

Submit new comment

Kamis, 02 Agustus 2018 22:07:39

Pemilu 2019

Cek Data Pemilih Pemilu 2019

Ayo CEK nama anda sudah terdaftar sebagai pemilih di Pemilu 2019 atau belum? Caranya Klik: sidalih3.kpu.go.id.Jika anda belum terdaftar di portal tersebetu segera laporkan ke KPU Kabupaten/kota atau PPK di Kantor Kecamatan atau PPS di Kantor Kelurahan sesuai dengan alamat dalam KTP-el anda....

Sunday, 27/9/2015 3:59:59 A.M.

Jl. Sunan kalijogo Gang Latsari 1 No. 26 Tuban, Email bloktuban@gmail.com

Selasa, 02 Oktober 2018 17:00:21

Hari Batik Nasional, Ini Harapan Perajin Tuban

Reporter : Nidya Marfis H.

bloktuban.com - Pada momen Hari Batik Nasional ini, peerajin batik asal Desa Sumurgung, Dusun Bongkol Kabupaten Tuban tak berharap muluk-muluk. Salah satunya, Marniati (43) perajin batik warga Dusun Bongkol yang sudah 22 tahun mengeluti batik ini menceritakan asal mulanya bisa membatik.

Bermula usai menikah dengan orang asal Desa Bongkol dan setelah itu diajak pindah domisili. Sewaktu memiliki anak pertama berusia 7 bulan dan untuk membantu perekonomian keluarganya mulai mengikuti ajakan dari tetangganya.

"Bisa membatik diajari sama bos saya karena saya bukan asli warga sini, saya asal dari Montong dan ikut sumai yang asli orang Bongkol sewaktu anak pertama umur 7 bulan dari pada ngangur mending ikut membatik kan juga lumayan di rumah jaga anak tapi tetap menghasilkan uang," ungkapnya.

Wanita yang akrab dipanggil Makti ini mengungkapkan, yang pertama kali membelajarinya membatik pengusaha asal Kecamatan Merakurak. Setelah bekerja di sana dan diajari menggambar dan membatik kurang lebih empat tahun, Makti memilih ikut pegusaha asal dusun Bongkol sendiri.

Selain itu wanita yang berusia 43 tahun ini juga menceritakan upah membantik yang tidak sepadan dengan kerjanya. Meski demikian, dia mengaku bersyukur bisa bekerja tanpa modal mungkin hanya perlu keseriusan dan kesebaran.

"Kalau soal upah nggak masalah sedikit karena kerjanya santai mau jadi kapan saja tidak masalah. Modal pun gampang cuma kompor gas soalnya mulai dari kain dan lilin bos yang menyediakan dan juga pegawainya yang mengantar di rumah jadi saya tinggal nunggu saja sampai dikirimi," imbuhnya.

Di Hari Batik Nasional ini dirinya dengan teman-teman seperjuangan hanya berharap perkerjaanya lancar terus setiap hari bisa membatik. [nid/lis]

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

#0 Comments.....

Submit new comment