16:00 . Login SSCN Dinonaktifkan?  |  14:00 . Sempat Ricuh Ulah Supporter, Seleksi Dihentikan Sementara  |  13:00 . Gadis Asal Tegalagung Jadi Korban Begal Saat Pulang Kerja  |  12:00 . Pengumuman Seleksi Administrasi, ini Kata BKD Tuban  |  11:00 . Ribuan Santri Akan Terlibat Rangkaian HSN di Tuban  |  10:00 . Persiapan Porkab V, Kecamatan Soko Seleksi Atlet Pencak Silat  |  09:00 . Ingin Percantik Kemasan Produk, Bisa Datang ke Rumah Kemasan  |  08:00 . NU Care-LAZISNU Tuban Terus Kumpulkan Bantuan untuk Sulteng  |  07:00 . Daftar Negara dengan Usia Harapan Hidup Tertinggi, Bagaimana Indonesia?   |  16:00 . Proyek Perbaikan Jalan Minim Rambu, Begini Pengakuan Pekerja  |  15:00 . 10 Finalis Cung dan Nduk Dijadwalkan Kunjungi Wisata Tuban  |  13:00 . Tak Kalah dengan Jalan Raya, Jalan Beton Digarap Rute Jegulo-Kenthi  |  12:00 . Begini Upaya Dinsos P3A Tekan Angka Kekerasan Anak dan KDRT  |  11:00 . Sering Tercium Bau, Warga Keluhkan Kontrol Perusahaan Tak Maksimal  |  10:00 . Patroli Rutin, Satpol PP Temukan Sepasang Pelajar di Bangunan Kosong  |  08:00 . Dinsos P3A Ajak Masyarakat Wujudkan Bumi Wali KLA  |  07:00 . Ini Kebiasaan yang Bikin Pekerjaan Lebih Sulit dari Seharusnya  |  23:00 . Sempat Was-Was dengan Jembatan Widang, Polres Optimalkan Sosialisasi  |  22:00 . Tak Diterima Dinsos, Bantuan Ormawa Unirow Dialihkan ke Baznas  |  22:00 . Haul Langitan Jadi Berkah Pedagang Luar Wilayah  |  

Sunday, 27/9/2015 3:59:59 A.M.

Jl. Sunan kalijogo Gang Latsari 1 No. 26 Tuban, Email bloktuban@gmail.com

Senin, 01 Oktober 2018 18:00:27

Kasus Produksi Arak Kembali Terjadi, Ini Reaksi Bupati

Reporter: Mochamad Nur Rofiq

blokTuban.com - Bupati Tuban, KH. Fathul Huda turun langsung untuk meninjau lokasi produksi minuman keras (Miras) jenis arak di Desa Ngepon, Kecamatan Jatirogo yang berhasil diungkap tim Macan Ronggolawe (Marong) Polres Tuban, Senin (1/10/2018). Pihaknya memberikan apresiasi kepada Kapolres dan jarannya serta pihak yang terkait dalam pengungkapan kasus ini.

"Ini pekerjaan yang bernilai sangat tinggi, karena 3 bulan beroperasi sudah berhasil diungkap," ujar Bupati kepada wartawan beberapa media di Desa Ngepon, Jatirogo, Senin siang.

Di mata Bupati dua periode ini, bekas kandang ayam yang digunakan tempat produksi arak bukan tempat mencurigakan. Karena biasanya, produksi arak dilakukan di wilayah Semanding.

"Kalau TKP sekarang ini bukan tempat yang lazim. Tanpa kecerdasan dan kejelian, tidak mungkin terwujud penangkapan," ucap Bupati yang memiliki latar belakang kiai ini.

Pihaknya meminta penangkapan ini dijadikannya pelajaran bagi masyarakat Bumi Wali. Bahwa telah bersihnya arak di Semanding dan sekitarnya bukan berarti telah selesai.

Sekarang ini menurut Bupati, daerah yang jauh dari Polres jadi tempat pelarian, karena dianggap tempat aman. Kendati begitu diklaim bukan hambatan bagi Polisi untuk terus mempersempit gerak produsi Miras.

"Karena matanya pak Kapolres banyak, telinganya juga banyak, pasti semuanya terdeteksi. Maka jangan main-main produksi hal yang dilarang," tandasnya.

Pak Huda, sapaan akrabnya mengimbau masyarakat harus lebih jeli untuk mengawasi. Karena dengan ditutupnya beberapa praktik di daerah Semanding, akan memicu berkembangnya produksi miras di daerah lain yang dianggap aman.

Dengan adanya pembersihan dari Kapolres ini, diungkapkan Bupati, arak menjadi langka. Akibat langka, harganya tinggi, sehingga menarik masyarakat untuk bisa produksi.

Selain itu, arak Tuban diklaim memiliki kadar alkohol lebih tinggi dibanding Miras produk impor. Bahkan setelah diuji lab, kata dia, kadar alkoholnya di atas 40 persen.

"Kalau harga naik tiga kali lipat, masih dianggap murah dibanding dari pada produk impor, maka pembuatan arak ini cukup diminati," jelasnya panjang lebar.

Masih kata Pak Huda, jenis kejahatan yang merusak awalnya dari miras. Atau ia menyimpulkan minuman keras bisa menimbulkan kejahatan dan kerusakan masyarakat.

Ia kemudian mnyontohkan, ada orang mabuk yang naik motor maka akan mengalami kecelakaan. Kemudian ada orang mabuk yang melihat mangsanya di sini kehilangan kesadarannya, maka akan merusak dengan melakukan pembunuhan atau pemerkosaan.

"Ini yang harus disadari masyrakat. Maka kami mohon masyarakat mendukung apa yang sudah dilakukan Forkopimda ini. Mohon doa restu mudah-mudahan Kapolres dan jajarannya diberikan kekuatan dan keselamatan. Karena melakukan hal semacam ini pasti musuhnya banyak," pungkasnya. [rof/col]

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

#0 Comments.....

Submit new comment

Kamis, 02 Agustus 2018 22:07:39

Pemilu 2019

Cek Data Pemilih Pemilu 2019

Ayo CEK nama anda sudah terdaftar sebagai pemilih di Pemilu 2019 atau belum? Caranya Klik: sidalih3.kpu.go.id.Jika anda belum terdaftar di portal tersebetu segera laporkan ke KPU Kabupaten/kota atau PPK di Kantor Kecamatan atau PPS di Kantor Kelurahan sesuai dengan alamat dalam KTP-el anda....

Sunday, 27/9/2015 3:59:59 A.M.

Jl. Sunan kalijogo Gang Latsari 1 No. 26 Tuban, Email bloktuban@gmail.com

Senin, 01 Oktober 2018 18:00:27

Kasus Produksi Arak Kembali Terjadi, Ini Reaksi Bupati

Reporter: Mochamad Nur Rofiq

blokTuban.com - Bupati Tuban, KH. Fathul Huda turun langsung untuk meninjau lokasi produksi minuman keras (Miras) jenis arak di Desa Ngepon, Kecamatan Jatirogo yang berhasil diungkap tim Macan Ronggolawe (Marong) Polres Tuban, Senin (1/10/2018). Pihaknya memberikan apresiasi kepada Kapolres dan jarannya serta pihak yang terkait dalam pengungkapan kasus ini.

"Ini pekerjaan yang bernilai sangat tinggi, karena 3 bulan beroperasi sudah berhasil diungkap," ujar Bupati kepada wartawan beberapa media di Desa Ngepon, Jatirogo, Senin siang.

Di mata Bupati dua periode ini, bekas kandang ayam yang digunakan tempat produksi arak bukan tempat mencurigakan. Karena biasanya, produksi arak dilakukan di wilayah Semanding.

"Kalau TKP sekarang ini bukan tempat yang lazim. Tanpa kecerdasan dan kejelian, tidak mungkin terwujud penangkapan," ucap Bupati yang memiliki latar belakang kiai ini.

Pihaknya meminta penangkapan ini dijadikannya pelajaran bagi masyarakat Bumi Wali. Bahwa telah bersihnya arak di Semanding dan sekitarnya bukan berarti telah selesai.

Sekarang ini menurut Bupati, daerah yang jauh dari Polres jadi tempat pelarian, karena dianggap tempat aman. Kendati begitu diklaim bukan hambatan bagi Polisi untuk terus mempersempit gerak produsi Miras.

"Karena matanya pak Kapolres banyak, telinganya juga banyak, pasti semuanya terdeteksi. Maka jangan main-main produksi hal yang dilarang," tandasnya.

Pak Huda, sapaan akrabnya mengimbau masyarakat harus lebih jeli untuk mengawasi. Karena dengan ditutupnya beberapa praktik di daerah Semanding, akan memicu berkembangnya produksi miras di daerah lain yang dianggap aman.

Dengan adanya pembersihan dari Kapolres ini, diungkapkan Bupati, arak menjadi langka. Akibat langka, harganya tinggi, sehingga menarik masyarakat untuk bisa produksi.

Selain itu, arak Tuban diklaim memiliki kadar alkohol lebih tinggi dibanding Miras produk impor. Bahkan setelah diuji lab, kata dia, kadar alkoholnya di atas 40 persen.

"Kalau harga naik tiga kali lipat, masih dianggap murah dibanding dari pada produk impor, maka pembuatan arak ini cukup diminati," jelasnya panjang lebar.

Masih kata Pak Huda, jenis kejahatan yang merusak awalnya dari miras. Atau ia menyimpulkan minuman keras bisa menimbulkan kejahatan dan kerusakan masyarakat.

Ia kemudian mnyontohkan, ada orang mabuk yang naik motor maka akan mengalami kecelakaan. Kemudian ada orang mabuk yang melihat mangsanya di sini kehilangan kesadarannya, maka akan merusak dengan melakukan pembunuhan atau pemerkosaan.

"Ini yang harus disadari masyrakat. Maka kami mohon masyarakat mendukung apa yang sudah dilakukan Forkopimda ini. Mohon doa restu mudah-mudahan Kapolres dan jajarannya diberikan kekuatan dan keselamatan. Karena melakukan hal semacam ini pasti musuhnya banyak," pungkasnya. [rof/col]

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

#0 Comments.....

Submit new comment