16:00 . Login SSCN Dinonaktifkan?  |  14:00 . Sempat Ricuh Ulah Supporter, Seleksi Dihentikan Sementara  |  13:00 . Gadis Asal Tegalagung Jadi Korban Begal Saat Pulang Kerja  |  12:00 . Pengumuman Seleksi Administrasi, ini Kata BKD Tuban  |  11:00 . Ribuan Santri Akan Terlibat Rangkaian HSN di Tuban  |  10:00 . Persiapan Porkab V, Kecamatan Soko Seleksi Atlet Pencak Silat  |  09:00 . Ingin Percantik Kemasan Produk, Bisa Datang ke Rumah Kemasan  |  08:00 . NU Care-LAZISNU Tuban Terus Kumpulkan Bantuan untuk Sulteng  |  07:00 . Daftar Negara dengan Usia Harapan Hidup Tertinggi, Bagaimana Indonesia?   |  16:00 . Proyek Perbaikan Jalan Minim Rambu, Begini Pengakuan Pekerja  |  15:00 . 10 Finalis Cung dan Nduk Dijadwalkan Kunjungi Wisata Tuban  |  13:00 . Tak Kalah dengan Jalan Raya, Jalan Beton Digarap Rute Jegulo-Kenthi  |  12:00 . Begini Upaya Dinsos P3A Tekan Angka Kekerasan Anak dan KDRT  |  11:00 . Sering Tercium Bau, Warga Keluhkan Kontrol Perusahaan Tak Maksimal  |  10:00 . Patroli Rutin, Satpol PP Temukan Sepasang Pelajar di Bangunan Kosong  |  08:00 . Dinsos P3A Ajak Masyarakat Wujudkan Bumi Wali KLA  |  07:00 . Ini Kebiasaan yang Bikin Pekerjaan Lebih Sulit dari Seharusnya  |  23:00 . Sempat Was-Was dengan Jembatan Widang, Polres Optimalkan Sosialisasi  |  22:00 . Tak Diterima Dinsos, Bantuan Ormawa Unirow Dialihkan ke Baznas  |  22:00 . Haul Langitan Jadi Berkah Pedagang Luar Wilayah  |  

Sunday, 27/9/2015 3:59:59 A.M.

Jl. Sunan kalijogo Gang Latsari 1 No. 26 Tuban, Email bloktuban@gmail.com

Sabtu, 15 September 2018 14:00:09

Aspek 3S Untuk Tunjang Pariwisata

Reporter: M. Anang Febri

blokTuban.com- Berbicara tentang pariwisata, banyak hal yang perlu diperkuat demi menunjang kualitas suatu wisata. Entah itu desa wisata, maupun wisata desa. Namun secara ringkas, beberapa aspek tentang pariwisata dapat dikerucutkan dengan istilah 3S. 

"Perhatikan 3S, Something to See, Something to Do, Something to Buy," buka Kasi Patiwisata Disparbudpora Kabupetan Tuban, Suwanto kepada blokTuban.com, Sabtu (15/9/2018).

Poin pertama, yakni Something to See. Pengelola wisata maupun kelompok sadar wisata (Pokdarwis) harus memikirkan apa yang biasanya diinginkan, diperlihatan saat wisatawan datang ke lokasi wisata. Dari hal itu, tak dipungkiri juga bahwa mayoritas wisata yang ada di Kabupaten Tuban telah banyak menerapkan aspek tersebut. Penataan ruang dan lingkungan lokasi wisata, peremajaan konsep, serta pernik penunjang lain.

"Kedua, Something to Do. Aktivitas apa saja yang disiapkan pengelola saat pengunjung berdatangan. Ini tinggal cerdas-cerdasnya pengelola," tambahnya.

Menurutnya, memperhatikan dan menyiapkan apa saja aktivitas, kegiatan yang dikemas dengan paket-paket tertentu ketika para wisatawan tiba pada lokasi menjadi hal penting dalam ukuran kelola wisata. Sebab, poin ini merupakan ukuran final dimana pengunjung tertarik dan ingin membeli suatu hal yang disediakan, " Finalnya pada aspek Something to Buy, mau beli apa disana? Maka dari itu, kebanyakan destinasi wisata telah menyediakan kaos, makanan khas, cinderamata, untuk oleh-oleh dan kenangan setelah betkunjung dari lokasi wisata," katanya.

Kerangka berpikir aspek 3S harus diolah dengan baik. Bilamana sudah terbangun serta diterapkan dengan detail dan sungguh-sungguh, struktur ekonomi jelas akan terangkat dengan sendirinya. Semakin banyak orang mengunjungi kawasan lokasi wisata, peran pengelola akan maksimal betul. Sarana prasarana, seperti toilet, tempat parkir, beserta jasa lainnya akan mengundang pundi pemasukan rupiah pada kas.

Selain itu, adapun indikator keberhasilan menejemen wisata dapat diukur dengan segi Leng of Stay dan Spending of Money. Semakain lama orang berkunjung pada suatu tempat wisata, akan semakin banyak uang yang dikeluarkan untuk membeli ataupun membayar ini-itu.

"Hal itu yang sering kita sampaikan kepada masyarakat untuk menginspirasi. Ini sebetulnya bisa jadi solusi bagi siapapun untuk menjawab kesulitan program pemerintah, seperti pengentasan kemiskinan, penciptaan lapangan pekerjaan, dan peningkatan SDM," pungkasnya. [feb/ito]

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

#0 Comments.....

Submit new comment

Kamis, 02 Agustus 2018 22:07:39

Pemilu 2019

Cek Data Pemilih Pemilu 2019

Ayo CEK nama anda sudah terdaftar sebagai pemilih di Pemilu 2019 atau belum? Caranya Klik: sidalih3.kpu.go.id.Jika anda belum terdaftar di portal tersebetu segera laporkan ke KPU Kabupaten/kota atau PPK di Kantor Kecamatan atau PPS di Kantor Kelurahan sesuai dengan alamat dalam KTP-el anda....

Sunday, 27/9/2015 3:59:59 A.M.

Jl. Sunan kalijogo Gang Latsari 1 No. 26 Tuban, Email bloktuban@gmail.com

Sabtu, 15 September 2018 14:00:09

Aspek 3S Untuk Tunjang Pariwisata

Reporter: M. Anang Febri

blokTuban.com- Berbicara tentang pariwisata, banyak hal yang perlu diperkuat demi menunjang kualitas suatu wisata. Entah itu desa wisata, maupun wisata desa. Namun secara ringkas, beberapa aspek tentang pariwisata dapat dikerucutkan dengan istilah 3S. 

"Perhatikan 3S, Something to See, Something to Do, Something to Buy," buka Kasi Patiwisata Disparbudpora Kabupetan Tuban, Suwanto kepada blokTuban.com, Sabtu (15/9/2018).

Poin pertama, yakni Something to See. Pengelola wisata maupun kelompok sadar wisata (Pokdarwis) harus memikirkan apa yang biasanya diinginkan, diperlihatan saat wisatawan datang ke lokasi wisata. Dari hal itu, tak dipungkiri juga bahwa mayoritas wisata yang ada di Kabupaten Tuban telah banyak menerapkan aspek tersebut. Penataan ruang dan lingkungan lokasi wisata, peremajaan konsep, serta pernik penunjang lain.

"Kedua, Something to Do. Aktivitas apa saja yang disiapkan pengelola saat pengunjung berdatangan. Ini tinggal cerdas-cerdasnya pengelola," tambahnya.

Menurutnya, memperhatikan dan menyiapkan apa saja aktivitas, kegiatan yang dikemas dengan paket-paket tertentu ketika para wisatawan tiba pada lokasi menjadi hal penting dalam ukuran kelola wisata. Sebab, poin ini merupakan ukuran final dimana pengunjung tertarik dan ingin membeli suatu hal yang disediakan, " Finalnya pada aspek Something to Buy, mau beli apa disana? Maka dari itu, kebanyakan destinasi wisata telah menyediakan kaos, makanan khas, cinderamata, untuk oleh-oleh dan kenangan setelah betkunjung dari lokasi wisata," katanya.

Kerangka berpikir aspek 3S harus diolah dengan baik. Bilamana sudah terbangun serta diterapkan dengan detail dan sungguh-sungguh, struktur ekonomi jelas akan terangkat dengan sendirinya. Semakin banyak orang mengunjungi kawasan lokasi wisata, peran pengelola akan maksimal betul. Sarana prasarana, seperti toilet, tempat parkir, beserta jasa lainnya akan mengundang pundi pemasukan rupiah pada kas.

Selain itu, adapun indikator keberhasilan menejemen wisata dapat diukur dengan segi Leng of Stay dan Spending of Money. Semakain lama orang berkunjung pada suatu tempat wisata, akan semakin banyak uang yang dikeluarkan untuk membeli ataupun membayar ini-itu.

"Hal itu yang sering kita sampaikan kepada masyarakat untuk menginspirasi. Ini sebetulnya bisa jadi solusi bagi siapapun untuk menjawab kesulitan program pemerintah, seperti pengentasan kemiskinan, penciptaan lapangan pekerjaan, dan peningkatan SDM," pungkasnya. [feb/ito]

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

#0 Comments.....

Submit new comment