16:00 . Keberanian  |  15:00 . Tingkatkan Kemampuan Motorik Anak Apatis dengan Terarium  |  14:00 . Hantam Truk, Pengendara Motor Luka Parah  |  13:00 . Coretan Mesra dari Pak Guru  |  12:00 . Holcim Bangun TPQ Untuk Siswa SD   |  11:00 . Cerita Literasi di SD Tasikharjo dan Remen  |  10:00 . Berduaan di Pantai Cemara Saat Malam, Pasangan Pelajar Diamankan  |  09:00 . Tiap Hari 4 Warga Terluka   |  08:00 . Mendekati Musik Campursari dan Dangdut  |  07:00 . Menggosok Gigi Ketika Puasa  |  20:00 . Hasil UNBK SMP Sederajat Diumumkan Besok  |  19:00 . Komnas HAM Temui Warga Mentoso Bahas NGRR  |  18:00 . Cuaca Buruk, Beberapa Nelayan di Panyuran Tak Melaut  |  17:00 . Sejumlah Bangunan di Pantai Kelapa Panyuran Rusak Diterjang Ombak  |  16:00 . Ceroboh  |  15:00 . Waspada, Hingga Jumat Prakiraan Tinggi Gelombang Laut Jawa Capai 1,25 - 2,50 Meter  |  14:00 . Masyarakat Kita Tidak Sabaran  |  13:00 . Kerudung Motif Kembang-Kembang  |  12:00 . Pos Black Spot Upaya Tekan Laka  |  11:00 . 4 warga terluka tiap hari  |  

Sunday, 27/9/2015 3:59:59 A.M.

Jl. Sunan kalijogo Gang Latsari 1 No. 26 Tuban, Email bloktuban@gmail.com

Selasa, 15 Mei 2018 17:00:21

Kecil dan Mungil, Begini Wujud Tembakau Turki di ‎Tluwe

Reporter: M. Anang Febri

blokTuban.com -‎ Selain tanaman tembakau jenis Jawa yang banyak mendominasi lahan pertanian di Kabupaten Tuban, terdapat sebuah jenis tembakau yang terbilang unik dan beda dari tembakau-tembakau pada umumnya, yakni tembakau turki.

Dari ratusan jenis tembakau yang tersebar di Nusantara, tembakau jenis oriental atau juga disebut aromatic tobaco ‎itu dapat dijumpai pada lahan terasering milik ‎warga Desa Tluwe, Kecamatan Soko.‎

"Ini tembakaunya jenis tembakau Turki. Bentuknya ya begini, kecil-kecil. Sekilas seperti sawi," ungkap Suwito, pemilik lahan tembakau desa setempat, Selasa (15/5/2018).‎

‎Kepada blokTuban.com, Suwito yang baru mulai menanam tembakau berbentuk mungil bersama petani lainnya dua hari belakangan ini mejelaskan, walaupun daun pada tembakau turki memiliki ukuran relatif lebih kecil, namun punya aroma yang semerbak.

"Tembakau ini biasanya dijadikan campuran rokok mild dan rokok sigaret, yang sering dipakai pemuda-pemuda itu lho. Aromanya sedap," paparnya.

Warga lainnya yang ikut mengerjakan proses tanam, Sukir juga menambahkan, proses tanam tembakau yang cukup berbeda dengan proses tanam tembakau lainnya.

Jarak tanam antara bibit satu dengan bibit lainnya, tak boleh lebih dari ukuran 12 centimeter (cm). Hal itu dimaksudkan untuk lebih memaksimalkan serapan nutrisi yang diberikan petani lewat pemupukan, dengan kondisi tanah yang sedikit basah.

"‎Kalau perawatan usai tanam, tembakau jenis ini terbilang mudah. Nggak repot, hanya menyirami dan memberikan sedikit ZA saja sudah cukup," kata Sukir ‎sembari menanam bibit.

Setelah proses penanaman ‎selesai, tembakau turki bisa dipetik daunnya setelah berumur 2 bulan. Bisa dipastikan, mereka yang menanam tembakau mungil beraroma semerbak itu akan panen usai lebaran Idul Fitri mendatang. [feb/col]

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

#0 Comments.....

Submit new comment

Sabtu, 19 Mei 2018 06:00:22

Blok Buku

Bayangan Bidadari

"Bayangan Bidadari" merupakan kumpulan cerpen yang ditulis  Nurul F. Huda, nama pena dari Nurul Fithroni. Lahir di Purworejo, sebuah kota kecil di Jawa Tengah,pada tanggal 5 Oktober 1975, dia mulai menulis sejak SMP. read...

Sabtu, 14 April 2018 06:00:00

Blok Buku

Cinta adalah Pilihan

Subhan Hariri, lahir di Kota Santri, Situbondo, 13 Desember 1975. Pendidikan  ditempuh dengan normal hingga perguruan tinggi. Pernah nyantri di Pondok Pesantren Probolinggo, Jawa Timur. Serta pernah aktif mendirikan LSM Alif dan pernah bertugas sebagai konselor ketika masih mengabdi di lembaga pendidikan, serta pengalaman lain yang menghiasi perjalanan hidupnya. read...

Sunday, 27/9/2015 3:59:59 A.M.

Jl. Sunan kalijogo Gang Latsari 1 No. 26 Tuban, Email bloktuban@gmail.com

Selasa, 15 Mei 2018 17:00:21

Kecil dan Mungil, Begini Wujud Tembakau Turki di ‎Tluwe

Reporter: M. Anang Febri

blokTuban.com -‎ Selain tanaman tembakau jenis Jawa yang banyak mendominasi lahan pertanian di Kabupaten Tuban, terdapat sebuah jenis tembakau yang terbilang unik dan beda dari tembakau-tembakau pada umumnya, yakni tembakau turki.

Dari ratusan jenis tembakau yang tersebar di Nusantara, tembakau jenis oriental atau juga disebut aromatic tobaco ‎itu dapat dijumpai pada lahan terasering milik ‎warga Desa Tluwe, Kecamatan Soko.‎

"Ini tembakaunya jenis tembakau Turki. Bentuknya ya begini, kecil-kecil. Sekilas seperti sawi," ungkap Suwito, pemilik lahan tembakau desa setempat, Selasa (15/5/2018).‎

‎Kepada blokTuban.com, Suwito yang baru mulai menanam tembakau berbentuk mungil bersama petani lainnya dua hari belakangan ini mejelaskan, walaupun daun pada tembakau turki memiliki ukuran relatif lebih kecil, namun punya aroma yang semerbak.

"Tembakau ini biasanya dijadikan campuran rokok mild dan rokok sigaret, yang sering dipakai pemuda-pemuda itu lho. Aromanya sedap," paparnya.

Warga lainnya yang ikut mengerjakan proses tanam, Sukir juga menambahkan, proses tanam tembakau yang cukup berbeda dengan proses tanam tembakau lainnya.

Jarak tanam antara bibit satu dengan bibit lainnya, tak boleh lebih dari ukuran 12 centimeter (cm). Hal itu dimaksudkan untuk lebih memaksimalkan serapan nutrisi yang diberikan petani lewat pemupukan, dengan kondisi tanah yang sedikit basah.

"‎Kalau perawatan usai tanam, tembakau jenis ini terbilang mudah. Nggak repot, hanya menyirami dan memberikan sedikit ZA saja sudah cukup," kata Sukir ‎sembari menanam bibit.

Setelah proses penanaman ‎selesai, tembakau turki bisa dipetik daunnya setelah berumur 2 bulan. Bisa dipastikan, mereka yang menanam tembakau mungil beraroma semerbak itu akan panen usai lebaran Idul Fitri mendatang. [feb/col]

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

#0 Comments.....

Submit new comment