08:00 . Desa Wajib Lakukan Analisis Kelayakan Penyertaan Modal BUMDesa  |  07:00 . Konflik Bisa Bikin Hubungan dengan Kekasih Lebih Kuat  |  20:00 . Wakil Bupati Harap Perusahaan besar Ikut Bursa Kerja  |  19:00 . Ratusan Siswa SMK Rengel Ikuti Lomba Desain Batik Lokal  |  18:00 . Rumah Janda Penjual Krupuk di Plumpang Terbakar  |  18:00 . Saat Ini Tuban Memiliki 200 BUMDes  |  17:00 . Peringati Hari Batik, SMK Rengel Adakan Bazar dan Workshop  |  16:00 . Kembangkan BUMDesa, Dispemas-KB Tuban Gelar Peningkatan Kapasitas SDMnya  |  15:00 . Begini Cara Bawaslu Awasi Kampanye di Medsos  |  14:00 . Pendaftaran CPNS Ditutup, 5.273 Pelamar Siap Diverifikasi  |  13:00 . Bupati Serahkan Bantuan Kapal Kepada Nelayan Miskin  |  09:00 . Ajak Siswa Menjadi ‘Wartawan’  |  08:00 . Napak Tilas Kejayaan Majapahit di Bumi Wali  |  07:00 . Berat Badan Naik? Mungkin Ada Kaitannya dengan Pola Tidur Anda  |  20:00 . Laka di Beji, Seorang Pelajar Meninggal dan Pembonceng Luka Parah  |  19:00 . Warga Grabagan Keluhkan Tarif PDAM Naik Saat Kekeringan  |  18:00 . Bendera KSN Resmi Diserahkan PW GP Ansor Jatim ke Ansor Jateng  |  17:00 . Hantam Dump Truk, Pengendara Vixion Asal Kediri Meninggal  |  16:00 . Pilpres, Ketua GP Ansor Jatim Bebaskan Pilihan Asal Jangan Golput  |  15:00 . Bendera Sepanjang 1 KM Sambut KSN Zona Rote di Jatim-Jateng  |  

Sunday, 27/9/2015 3:59:59 A.M.

Jl. Sunan kalijogo Gang Latsari 1 No. 26 Tuban, Email bloktuban@gmail.com

Selasa, 15 Mei 2018 17:00:21

Kecil dan Mungil, Begini Wujud Tembakau Turki di ‎Tluwe

Reporter: M. Anang Febri

blokTuban.com -‎ Selain tanaman tembakau jenis Jawa yang banyak mendominasi lahan pertanian di Kabupaten Tuban, terdapat sebuah jenis tembakau yang terbilang unik dan beda dari tembakau-tembakau pada umumnya, yakni tembakau turki.

Dari ratusan jenis tembakau yang tersebar di Nusantara, tembakau jenis oriental atau juga disebut aromatic tobaco ‎itu dapat dijumpai pada lahan terasering milik ‎warga Desa Tluwe, Kecamatan Soko.‎

"Ini tembakaunya jenis tembakau Turki. Bentuknya ya begini, kecil-kecil. Sekilas seperti sawi," ungkap Suwito, pemilik lahan tembakau desa setempat, Selasa (15/5/2018).‎

‎Kepada blokTuban.com, Suwito yang baru mulai menanam tembakau berbentuk mungil bersama petani lainnya dua hari belakangan ini mejelaskan, walaupun daun pada tembakau turki memiliki ukuran relatif lebih kecil, namun punya aroma yang semerbak.

"Tembakau ini biasanya dijadikan campuran rokok mild dan rokok sigaret, yang sering dipakai pemuda-pemuda itu lho. Aromanya sedap," paparnya.

Warga lainnya yang ikut mengerjakan proses tanam, Sukir juga menambahkan, proses tanam tembakau yang cukup berbeda dengan proses tanam tembakau lainnya.

Jarak tanam antara bibit satu dengan bibit lainnya, tak boleh lebih dari ukuran 12 centimeter (cm). Hal itu dimaksudkan untuk lebih memaksimalkan serapan nutrisi yang diberikan petani lewat pemupukan, dengan kondisi tanah yang sedikit basah.

"‎Kalau perawatan usai tanam, tembakau jenis ini terbilang mudah. Nggak repot, hanya menyirami dan memberikan sedikit ZA saja sudah cukup," kata Sukir ‎sembari menanam bibit.

Setelah proses penanaman ‎selesai, tembakau turki bisa dipetik daunnya setelah berumur 2 bulan. Bisa dipastikan, mereka yang menanam tembakau mungil beraroma semerbak itu akan panen usai lebaran Idul Fitri mendatang. [feb/col]

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

#0 Comments.....

Submit new comment

Kamis, 02 Agustus 2018 22:07:39

Pemilu 2019

Cek Data Pemilih Pemilu 2019

Ayo CEK nama anda sudah terdaftar sebagai pemilih di Pemilu 2019 atau belum? Caranya Klik: sidalih3.kpu.go.id.Jika anda belum terdaftar di portal tersebetu segera laporkan ke KPU Kabupaten/kota atau PPK di Kantor Kecamatan atau PPS di Kantor Kelurahan sesuai dengan alamat dalam KTP-el anda....

Sunday, 27/9/2015 3:59:59 A.M.

Jl. Sunan kalijogo Gang Latsari 1 No. 26 Tuban, Email bloktuban@gmail.com

Selasa, 15 Mei 2018 17:00:21

Kecil dan Mungil, Begini Wujud Tembakau Turki di ‎Tluwe

Reporter: M. Anang Febri

blokTuban.com -‎ Selain tanaman tembakau jenis Jawa yang banyak mendominasi lahan pertanian di Kabupaten Tuban, terdapat sebuah jenis tembakau yang terbilang unik dan beda dari tembakau-tembakau pada umumnya, yakni tembakau turki.

Dari ratusan jenis tembakau yang tersebar di Nusantara, tembakau jenis oriental atau juga disebut aromatic tobaco ‎itu dapat dijumpai pada lahan terasering milik ‎warga Desa Tluwe, Kecamatan Soko.‎

"Ini tembakaunya jenis tembakau Turki. Bentuknya ya begini, kecil-kecil. Sekilas seperti sawi," ungkap Suwito, pemilik lahan tembakau desa setempat, Selasa (15/5/2018).‎

‎Kepada blokTuban.com, Suwito yang baru mulai menanam tembakau berbentuk mungil bersama petani lainnya dua hari belakangan ini mejelaskan, walaupun daun pada tembakau turki memiliki ukuran relatif lebih kecil, namun punya aroma yang semerbak.

"Tembakau ini biasanya dijadikan campuran rokok mild dan rokok sigaret, yang sering dipakai pemuda-pemuda itu lho. Aromanya sedap," paparnya.

Warga lainnya yang ikut mengerjakan proses tanam, Sukir juga menambahkan, proses tanam tembakau yang cukup berbeda dengan proses tanam tembakau lainnya.

Jarak tanam antara bibit satu dengan bibit lainnya, tak boleh lebih dari ukuran 12 centimeter (cm). Hal itu dimaksudkan untuk lebih memaksimalkan serapan nutrisi yang diberikan petani lewat pemupukan, dengan kondisi tanah yang sedikit basah.

"‎Kalau perawatan usai tanam, tembakau jenis ini terbilang mudah. Nggak repot, hanya menyirami dan memberikan sedikit ZA saja sudah cukup," kata Sukir ‎sembari menanam bibit.

Setelah proses penanaman ‎selesai, tembakau turki bisa dipetik daunnya setelah berumur 2 bulan. Bisa dipastikan, mereka yang menanam tembakau mungil beraroma semerbak itu akan panen usai lebaran Idul Fitri mendatang. [feb/col]

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

#0 Comments.....

Submit new comment