07:00 . Simak, Tips Agar Tak Bau Mulut Saat Puasa  |  07:00 . Sebaiknya Olahraga Menjelang Berbuka Atau Setelah Berbuka Puasa?  |  20:00 . Pemkab Jamin Ramadan Stok Elpiji Aman  |  19:00 . Gerakan Beli Beras Petani Lokal Untuk Zakat Fitrah Butuh Regulasi   |  18:00 . Jelang Buka Puasa, Jalan Sunan Kalijogo Sering Macet  |  17:00 . Jadi Tempat Ngabuburit, Pertigaan Pasar Soko Ramai Tiap Sore  |  16:00 . Putus Asa  |  15:00 . Panen Buah, Pedagang Dadakan Menjamur di Jalanan Klotok  |  14:00 . Bulan Juli Direncanakan 9 Raperda Tuntas  |  13:00 . Ini Makanan Milik Umat  |  12:00 . DPRD Usulkan 4 Raperda Inisiatif  |  11:00 . 16 Pemain Telah Bergabung di Persatu  |  10:00 . Pertamina Resmi Operasikan WK Tuban  |  09:00 . Ngabuburit dengan Membaca dan Bercerita  |  08:00 . Kalapas Tuban Kukuhkan Satgas Merah Putih WBP  |  07:00 . Jangan Salah, Puasa Terbukti Ringankan Gejala Penyakit Asam Lambung  |  20:00 . Lahan Kering, Petani di Alas Tuo Tanam Kangkung  |  19:00 . Jaga Kebersamaan, PWI Tuban Gelar Buka Bersama  |  18:00 . Wujud Bhakti Negeri dengan Cat Merah  |  17:00 . Petani Masih Tanam Bawang Merah‎ Saat Kemarau  |  

Sunday, 27/9/2015 3:59:59 A.M.

Jl. Sunan kalijogo Gang Latsari 1 No. 26 Tuban, Email bloktuban@gmail.com

Selasa, 15 Mei 2018 12:00:00

PI Pengelolaan Blok Tuban Belum Jelas

Reporter: Sri Wiyono

blokTuban.com - Bagaimana kabar lapangan migas Blok Tuban ? Tahun lalu, empat kabupaten yang masuk di wilayah kerja pertambangan (WKP) Blok Tuban, yakni Kabupaten Bojonegoro, Tuban, Lamongan dan Gresik pernah diundang Gubernur Jawa Timur untuk dan menandatangani kesepakatan kerjasama dalam pengelolaan lapangan tersebut.

Masing-masing daerah akan menyertakan perusahaan daerah (perusda) nya dalam pengelolaan tersebut. Namun sayang, sampai saat ini belum ada kejelasan.

‘’Iya memang, daerah minta diberi kesempatan untuk berpartisipasi dalam pengelolaan,’’ ujar Kepala Satuan Kerja Khusus Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Jawa Bali dan Nusa Tenggara (Jabanusa) Ali MAsyhar, Selasa (15/5/2018).

Hanya, menurut Ali, sampai saat ini tindaklanjutnya masih belum dilakukan. Lapangan migas Blok Tuban itu bakal dikelola Pertamina. Nanti akan dibahas keterlibatan perusda, yang dalam hal ini terkait dengan dana participating interest (PI).

‘’Jadi, hal-hal yang terkait hal itu baru akan diproses nanti,’’ tambahnya.

Sekadar diketahui, pasca pertemuan dan penandatanganan kesepakatan di Surabaya bersama dengan pemerintah provinsi dan empat kabupaten tersebut, belum ada pertemuan lagi untuk menindaklanjutinya.

Karena itu, berapa bagian dana PI untuk masing-masing daerah dalam pengelolan lapangan migas tersebut juga belum jelas. Sehingga, berapa dana yang harus disediakan pemkab, melalui perusahaan daerah juga belum jelas.

Lazimnya pengelolaan lapangan migas, peran pemerintah pusat melalui Pertamina sangat besar. Pertamina akan memegang saham terbesar. Biasanya juga akan digandeng perusahaan migas lain di luar Pertamina, selain melibatkan daerah tempat lokasi sumur berada.

Dimungkinkan, pembagian PI Blok Tuban nanti menggunakan skema seperti pembagian PI pada lapangan migas Blok Cepu. Saat itu, pemerintah menggandeng konsultan dari para ahli geologi yang tergabung dalam Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI).
Lembaga inilah yang dulu mengkaji berapa cadangan minyak di masing-masing daerah tempat lokasi sumur berada. Dan IAGI pulalah yang menentukan masing-masing daerah menerima PI berapa persen.

Dalam PI Blok Cepu, 90 persen saham dikuasai oleh Pertamina dan ExxonMobil. Sedangkan 10 persen saham diberikan pada daerah, yakni pemerintah provinsi Jawa Timur dan Kabupaten Bojonegoro serta pemerintah provinsi Jawa Tengah dan Kabupaten Blora.

Saham 10 persen itu dibagi empat daerah tersebut. Besarnya bagian PI berbanding lurus dengan besarnya dana yang harus disetorkan untuk membiayai pengelolaan lapangan Blok Cepu.

Sehingga masing-masing daerah harus menyetorkan dana miliaran hingga triliunan rupiah. Jika skema yang sama diterapkan dalam PI Blok Tuban, maka perusda masing-masing daerah harus menyiapkan dana tidak sedikit.[ono]

 

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

#0 Comments.....

Submit new comment

Sabtu, 19 Mei 2018 06:00:22

Blok Buku

Bayangan Bidadari

"Bayangan Bidadari" merupakan kumpulan cerpen yang ditulis  Nurul F. Huda, nama pena dari Nurul Fithroni. Lahir di Purworejo, sebuah kota kecil di Jawa Tengah,pada tanggal 5 Oktober 1975, dia mulai menulis sejak SMP. read...

Sabtu, 14 April 2018 06:00:00

Blok Buku

Cinta adalah Pilihan

Subhan Hariri, lahir di Kota Santri, Situbondo, 13 Desember 1975. Pendidikan  ditempuh dengan normal hingga perguruan tinggi. Pernah nyantri di Pondok Pesantren Probolinggo, Jawa Timur. Serta pernah aktif mendirikan LSM Alif dan pernah bertugas sebagai konselor ketika masih mengabdi di lembaga pendidikan, serta pengalaman lain yang menghiasi perjalanan hidupnya. read...

Sunday, 27/9/2015 3:59:59 A.M.

Jl. Sunan kalijogo Gang Latsari 1 No. 26 Tuban, Email bloktuban@gmail.com

Selasa, 15 Mei 2018 12:00:00

PI Pengelolaan Blok Tuban Belum Jelas

Reporter: Sri Wiyono

blokTuban.com - Bagaimana kabar lapangan migas Blok Tuban ? Tahun lalu, empat kabupaten yang masuk di wilayah kerja pertambangan (WKP) Blok Tuban, yakni Kabupaten Bojonegoro, Tuban, Lamongan dan Gresik pernah diundang Gubernur Jawa Timur untuk dan menandatangani kesepakatan kerjasama dalam pengelolaan lapangan tersebut.

Masing-masing daerah akan menyertakan perusahaan daerah (perusda) nya dalam pengelolaan tersebut. Namun sayang, sampai saat ini belum ada kejelasan.

‘’Iya memang, daerah minta diberi kesempatan untuk berpartisipasi dalam pengelolaan,’’ ujar Kepala Satuan Kerja Khusus Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Jawa Bali dan Nusa Tenggara (Jabanusa) Ali MAsyhar, Selasa (15/5/2018).

Hanya, menurut Ali, sampai saat ini tindaklanjutnya masih belum dilakukan. Lapangan migas Blok Tuban itu bakal dikelola Pertamina. Nanti akan dibahas keterlibatan perusda, yang dalam hal ini terkait dengan dana participating interest (PI).

‘’Jadi, hal-hal yang terkait hal itu baru akan diproses nanti,’’ tambahnya.

Sekadar diketahui, pasca pertemuan dan penandatanganan kesepakatan di Surabaya bersama dengan pemerintah provinsi dan empat kabupaten tersebut, belum ada pertemuan lagi untuk menindaklanjutinya.

Karena itu, berapa bagian dana PI untuk masing-masing daerah dalam pengelolan lapangan migas tersebut juga belum jelas. Sehingga, berapa dana yang harus disediakan pemkab, melalui perusahaan daerah juga belum jelas.

Lazimnya pengelolaan lapangan migas, peran pemerintah pusat melalui Pertamina sangat besar. Pertamina akan memegang saham terbesar. Biasanya juga akan digandeng perusahaan migas lain di luar Pertamina, selain melibatkan daerah tempat lokasi sumur berada.

Dimungkinkan, pembagian PI Blok Tuban nanti menggunakan skema seperti pembagian PI pada lapangan migas Blok Cepu. Saat itu, pemerintah menggandeng konsultan dari para ahli geologi yang tergabung dalam Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI).
Lembaga inilah yang dulu mengkaji berapa cadangan minyak di masing-masing daerah tempat lokasi sumur berada. Dan IAGI pulalah yang menentukan masing-masing daerah menerima PI berapa persen.

Dalam PI Blok Cepu, 90 persen saham dikuasai oleh Pertamina dan ExxonMobil. Sedangkan 10 persen saham diberikan pada daerah, yakni pemerintah provinsi Jawa Timur dan Kabupaten Bojonegoro serta pemerintah provinsi Jawa Tengah dan Kabupaten Blora.

Saham 10 persen itu dibagi empat daerah tersebut. Besarnya bagian PI berbanding lurus dengan besarnya dana yang harus disetorkan untuk membiayai pengelolaan lapangan Blok Cepu.

Sehingga masing-masing daerah harus menyetorkan dana miliaran hingga triliunan rupiah. Jika skema yang sama diterapkan dalam PI Blok Tuban, maka perusda masing-masing daerah harus menyiapkan dana tidak sedikit.[ono]

 

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

#0 Comments.....

Submit new comment