11:00 . Kemandirian Organisasi, Pagar Nusa Jatirogo Garap Sawah  |  10:00 . Grup Salawat Tuban-Bojonegoro Ramaikan Festival Banjari di Senori  |  09:00 . Pemdes Gununganyar Persiapkan FWKK 2018  |  08:00 . Panen Kedua, Harga Gabah di Atas HPP  |  07:00 . Punya Sahabat Sangat Penting Bagi Kesehatan Mental  |  15:00 . Mantan Bupati Tuban dan Anaknya Daftar Caleg di 2019  |  14:00 . Dimakan Tikus, Petani Jagung di Sumberejo Panen Tebon  |  13:00 . Pleno DPSHP Tinggal Satu Kecamatan  |  12:00 . Kemarau, Panen Buah Agrowisata Glagahsari Alami Penyusutan Kualitas  |  10:00 . 5 Tahun Ditinggal Orang Tua, PWI Santuni Bocah Ini  |  09:00 . Ini Jumlah Air yang Sudah Dibagikan BPBD  |  08:00 . Hadapi Musim Kemarau Ini Pesan Dinkes Tuban   |  07:00 . 3 Tips Menghindari Pacar Mesum  |  20:00 . PKK Tuban Nilai Lomba Green and Clean di Socorejo  |  19:00 . Pererat Silaturrahmi, KPH Perhutani Tanding Futsal Bersama PWI  |  18:00 . Vespa Modif Jadi Incaran Polsek Singgahan  |  17:00 . Kecelakaan Beruntun Pantura, Tiga Orang Dibawa ke RS  |  13:00 . Lapangan Tapen Hasilkan 428 BOPD  |  12:00 . Tiga Kendaraan Terlibat Kecelakaan Beruntun di Jalan Pantura  |  09:00 . Lawan Kekeringan dengan Sumur Artesis  |  

Sunday, 27/9/2015 3:59:59 A.M.

Jl. Sunan kalijogo Gang Latsari 1 No. 26 Tuban, Email bloktuban@gmail.com

Senin, 14 Mei 2018 07:00:23

Kecanduan Gawai Jadi Penyebab Pernikahan Tak Harmonis

Reporter: -

blokTuban.com - Komunikasi yang hangat merupakan kunci bagi pernikahan yang harmonis. Akan tetapi, saat ini semakin banyak pasangan yang menghabiskan sebagian besar waktunya dengan gawai.

Pasangan suami istri di zaman now pada umumnya sama-sama sibuk bekerja. Kehadiran gawai dan media sosial juga membuat pasutri semakin minim memiliki waktu berkualitas berdua.

"Banyak pasangan yang terbiasa memegang gawai 24 jam, termasuk di tempat tidur," kata psikolog Ajeng Raviando.

Kecanduan pada gawai membuat komunikasi suami istri menjadi renggang. Obrolan yang hangat dan mendalam semakin jarang dilakukan, digantikan dengan pesan-pesan pendek melalui aplikasi chatting.

"Karena sulit dapat waktu berkualitas, tidak sempat lagi bicara dari hati ke hati. Pembicaraan akhirnya hanya urusan domestik yang tidak ada habisnya," kata Ajeng.

Kondisi tersebut bisa membuat ikatan emosional ikut kendur. Ditambah lagi dengan pasutri yang menganggap seks hanya rutinitas biasa dan tidak lagi dianggap penting. Hubungan pun akan menjadi dingin.

"Ini bahya sekali, hubungan seks itu juga ada emotional bonding-nya," katanya. Kebiasaan mengamati media sosial juga bisa menimbulkan dampak negatif pada pernikahan.

"Kita melihat pasangan lain kok asik banget, rukun. Lalu muncul rasa iri, ingin seperti itu dan mulai membandingkan dengan sikap pasangan. Kita pun cemas dan berpikiran negatif terhadap pasangan, padahal sebelumnya tidak ada apa-apa," paparnya. Kondisi ini menurut Ajeng ikut berpengaruh pada naiknya angka perceraian pada pasangan di era modern ini.

Sumber: https://lifestyle.kompas.com/read/2018/05/13/123500420/
kecanduan-gawai-jadi-penyebab-pernikahan-tak-harmonis

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

#0 Comments.....

Submit new comment

Jumat, 25 Mei 2018 23:27:28

Melayani Energi untuk Negeri

Pertamina menyediakan bahan bakar bagi masyarakat Indonesia sampai di pelosok. Dengan sepenuh hati melayani energi untuk Negeri....

Sunday, 27/9/2015 3:59:59 A.M.

Jl. Sunan kalijogo Gang Latsari 1 No. 26 Tuban, Email bloktuban@gmail.com

Senin, 14 Mei 2018 07:00:23

Kecanduan Gawai Jadi Penyebab Pernikahan Tak Harmonis

Reporter: -

blokTuban.com - Komunikasi yang hangat merupakan kunci bagi pernikahan yang harmonis. Akan tetapi, saat ini semakin banyak pasangan yang menghabiskan sebagian besar waktunya dengan gawai.

Pasangan suami istri di zaman now pada umumnya sama-sama sibuk bekerja. Kehadiran gawai dan media sosial juga membuat pasutri semakin minim memiliki waktu berkualitas berdua.

"Banyak pasangan yang terbiasa memegang gawai 24 jam, termasuk di tempat tidur," kata psikolog Ajeng Raviando.

Kecanduan pada gawai membuat komunikasi suami istri menjadi renggang. Obrolan yang hangat dan mendalam semakin jarang dilakukan, digantikan dengan pesan-pesan pendek melalui aplikasi chatting.

"Karena sulit dapat waktu berkualitas, tidak sempat lagi bicara dari hati ke hati. Pembicaraan akhirnya hanya urusan domestik yang tidak ada habisnya," kata Ajeng.

Kondisi tersebut bisa membuat ikatan emosional ikut kendur. Ditambah lagi dengan pasutri yang menganggap seks hanya rutinitas biasa dan tidak lagi dianggap penting. Hubungan pun akan menjadi dingin.

"Ini bahya sekali, hubungan seks itu juga ada emotional bonding-nya," katanya. Kebiasaan mengamati media sosial juga bisa menimbulkan dampak negatif pada pernikahan.

"Kita melihat pasangan lain kok asik banget, rukun. Lalu muncul rasa iri, ingin seperti itu dan mulai membandingkan dengan sikap pasangan. Kita pun cemas dan berpikiran negatif terhadap pasangan, padahal sebelumnya tidak ada apa-apa," paparnya. Kondisi ini menurut Ajeng ikut berpengaruh pada naiknya angka perceraian pada pasangan di era modern ini.

Sumber: https://lifestyle.kompas.com/read/2018/05/13/123500420/
kecanduan-gawai-jadi-penyebab-pernikahan-tak-harmonis

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

#0 Comments.....

Submit new comment