16:00 . Komitmen BMG Jadi Media Prefesional  |  15:00 . Wisata Religi Jadi Kontributor Besar di Tuban  |  15:00 . Hati-Hati Saat Panen, Desa ini Mulai Diresahkan Ulah Pencuri  |  14:00 . PWI Jatim Gelar UKW ke 24 di Surabaya  |  14:00 . Jadi Kunjungan Wisata Peringkat 3 Jatim, Begini Siasat Lanjut Tuban  |  13:00 . Warga Sekitar Bingung Kenapa Dihentikan  |  12:00 . Obat Tradisional Ilegal Berhasil Diungkap BPOM, Laporkan Jika Menemukan!  |  10:00 . Laga Persatu Kontra Persip Diundur  |  09:00 . Bawaslu: Pejabat Pemerintahan Boleh Jadi Timses  |  08:00 . DCT Ditetapkan ini Target Perindo Tuban  |  07:00 . The Most Wanted  |  07:00 . Ini Manfaat Minum Air Usai Makan  |  14:00 . Galian C Menilo Masih Beroperasi, Ini Kata Satpol  |  13:00 . Pembangunan Masjid di Sumurcinde Dihentikan. Ada Apa?  |  12:00 . Konferensi ke-9 MWCNU Plumpang  Jalin Silaturahmi dan Perkuat Lini  |  10:00 . Dishub Tindak Tegas Kendaraan Parkir di Area Terlarang Saat Haul  |  08:00 . Selesai Pegajian, PKL Bongkar Lapak  |  07:00 . Amati, 8 Tanda Kekasihmu Sebenarnya Tak Serius  |  21:00 . Hingga Malam Ribuan Peziarah Masih Berdatangan  |  20:00 . Puncak Haul, Pantai Boom Pun Padat Pengunjung  |  

Sunday, 27/9/2015 3:59:59 A.M.

Jl. Sunan kalijogo Gang Latsari 1 No. 26 Tuban, Email bloktuban@gmail.com

Senin, 14 Mei 2018 07:00:23

Kecanduan Gawai Jadi Penyebab Pernikahan Tak Harmonis

Reporter: -

blokTuban.com - Komunikasi yang hangat merupakan kunci bagi pernikahan yang harmonis. Akan tetapi, saat ini semakin banyak pasangan yang menghabiskan sebagian besar waktunya dengan gawai.

Pasangan suami istri di zaman now pada umumnya sama-sama sibuk bekerja. Kehadiran gawai dan media sosial juga membuat pasutri semakin minim memiliki waktu berkualitas berdua.

"Banyak pasangan yang terbiasa memegang gawai 24 jam, termasuk di tempat tidur," kata psikolog Ajeng Raviando.

Kecanduan pada gawai membuat komunikasi suami istri menjadi renggang. Obrolan yang hangat dan mendalam semakin jarang dilakukan, digantikan dengan pesan-pesan pendek melalui aplikasi chatting.

"Karena sulit dapat waktu berkualitas, tidak sempat lagi bicara dari hati ke hati. Pembicaraan akhirnya hanya urusan domestik yang tidak ada habisnya," kata Ajeng.

Kondisi tersebut bisa membuat ikatan emosional ikut kendur. Ditambah lagi dengan pasutri yang menganggap seks hanya rutinitas biasa dan tidak lagi dianggap penting. Hubungan pun akan menjadi dingin.

"Ini bahya sekali, hubungan seks itu juga ada emotional bonding-nya," katanya. Kebiasaan mengamati media sosial juga bisa menimbulkan dampak negatif pada pernikahan.

"Kita melihat pasangan lain kok asik banget, rukun. Lalu muncul rasa iri, ingin seperti itu dan mulai membandingkan dengan sikap pasangan. Kita pun cemas dan berpikiran negatif terhadap pasangan, padahal sebelumnya tidak ada apa-apa," paparnya. Kondisi ini menurut Ajeng ikut berpengaruh pada naiknya angka perceraian pada pasangan di era modern ini.

Sumber: https://lifestyle.kompas.com/read/2018/05/13/123500420/
kecanduan-gawai-jadi-penyebab-pernikahan-tak-harmonis

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

#0 Comments.....

Submit new comment

Kamis, 02 Agustus 2018 22:07:39

Pemilu 2019

Cek Data Pemilih Pemilu 2019

Ayo CEK nama anda sudah terdaftar sebagai pemilih di Pemilu 2019 atau belum? Caranya Klik: sidalih3.kpu.go.id.Jika anda belum terdaftar di portal tersebetu segera laporkan ke KPU Kabupaten/kota atau PPK di Kantor Kecamatan atau PPS di Kantor Kelurahan sesuai dengan alamat dalam KTP-el anda....

Sabtu, 22 September 2018 16:00:23

UKW ke 24 PWI Jatim

Komitmen BMG Jadi Media Prefesional

 Setiap ada penyelenggaraan Uji Kompetensi Wartawan (UKW), manajemen Blok Media Group (BMG) yang membawahi blokBojonegoro.com dan blokTuban.com selalu mengirimkan bagian redaksi menjadi peserta. Termasuk saat UKW Sabtu (22/9/2018) hingga Minggu (23/9/2018) yang digelar pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Timur. read...

Sunday, 27/9/2015 3:59:59 A.M.

Jl. Sunan kalijogo Gang Latsari 1 No. 26 Tuban, Email bloktuban@gmail.com

Senin, 14 Mei 2018 07:00:23

Kecanduan Gawai Jadi Penyebab Pernikahan Tak Harmonis

Reporter: -

blokTuban.com - Komunikasi yang hangat merupakan kunci bagi pernikahan yang harmonis. Akan tetapi, saat ini semakin banyak pasangan yang menghabiskan sebagian besar waktunya dengan gawai.

Pasangan suami istri di zaman now pada umumnya sama-sama sibuk bekerja. Kehadiran gawai dan media sosial juga membuat pasutri semakin minim memiliki waktu berkualitas berdua.

"Banyak pasangan yang terbiasa memegang gawai 24 jam, termasuk di tempat tidur," kata psikolog Ajeng Raviando.

Kecanduan pada gawai membuat komunikasi suami istri menjadi renggang. Obrolan yang hangat dan mendalam semakin jarang dilakukan, digantikan dengan pesan-pesan pendek melalui aplikasi chatting.

"Karena sulit dapat waktu berkualitas, tidak sempat lagi bicara dari hati ke hati. Pembicaraan akhirnya hanya urusan domestik yang tidak ada habisnya," kata Ajeng.

Kondisi tersebut bisa membuat ikatan emosional ikut kendur. Ditambah lagi dengan pasutri yang menganggap seks hanya rutinitas biasa dan tidak lagi dianggap penting. Hubungan pun akan menjadi dingin.

"Ini bahya sekali, hubungan seks itu juga ada emotional bonding-nya," katanya. Kebiasaan mengamati media sosial juga bisa menimbulkan dampak negatif pada pernikahan.

"Kita melihat pasangan lain kok asik banget, rukun. Lalu muncul rasa iri, ingin seperti itu dan mulai membandingkan dengan sikap pasangan. Kita pun cemas dan berpikiran negatif terhadap pasangan, padahal sebelumnya tidak ada apa-apa," paparnya. Kondisi ini menurut Ajeng ikut berpengaruh pada naiknya angka perceraian pada pasangan di era modern ini.

Sumber: https://lifestyle.kompas.com/read/2018/05/13/123500420/
kecanduan-gawai-jadi-penyebab-pernikahan-tak-harmonis

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

#0 Comments.....

Submit new comment