07:00 . Simak, Tips Agar Tak Bau Mulut Saat Puasa  |  07:00 . Sebaiknya Olahraga Menjelang Berbuka Atau Setelah Berbuka Puasa?  |  20:00 . Pemkab Jamin Ramadan Stok Elpiji Aman  |  19:00 . Gerakan Beli Beras Petani Lokal Untuk Zakat Fitrah Butuh Regulasi   |  18:00 . Jelang Buka Puasa, Jalan Sunan Kalijogo Sering Macet  |  17:00 . Jadi Tempat Ngabuburit, Pertigaan Pasar Soko Ramai Tiap Sore  |  16:00 . Putus Asa  |  15:00 . Panen Buah, Pedagang Dadakan Menjamur di Jalanan Klotok  |  14:00 . Bulan Juli Direncanakan 9 Raperda Tuntas  |  13:00 . Ini Makanan Milik Umat  |  12:00 . DPRD Usulkan 4 Raperda Inisiatif  |  11:00 . 16 Pemain Telah Bergabung di Persatu  |  10:00 . Pertamina Resmi Operasikan WK Tuban  |  09:00 . Ngabuburit dengan Membaca dan Bercerita  |  08:00 . Kalapas Tuban Kukuhkan Satgas Merah Putih WBP  |  07:00 . Jangan Salah, Puasa Terbukti Ringankan Gejala Penyakit Asam Lambung  |  20:00 . Lahan Kering, Petani di Alas Tuo Tanam Kangkung  |  19:00 . Jaga Kebersamaan, PWI Tuban Gelar Buka Bersama  |  18:00 . Wujud Bhakti Negeri dengan Cat Merah  |  17:00 . Petani Masih Tanam Bawang Merah‎ Saat Kemarau  |  

Sunday, 27/9/2015 3:59:59 A.M.

Jl. Sunan kalijogo Gang Latsari 1 No. 26 Tuban, Email bloktuban@gmail.com

Senin, 14 Mei 2018 07:00:23

Kecanduan Gawai Jadi Penyebab Pernikahan Tak Harmonis

Reporter: -

blokTuban.com - Komunikasi yang hangat merupakan kunci bagi pernikahan yang harmonis. Akan tetapi, saat ini semakin banyak pasangan yang menghabiskan sebagian besar waktunya dengan gawai.

Pasangan suami istri di zaman now pada umumnya sama-sama sibuk bekerja. Kehadiran gawai dan media sosial juga membuat pasutri semakin minim memiliki waktu berkualitas berdua.

"Banyak pasangan yang terbiasa memegang gawai 24 jam, termasuk di tempat tidur," kata psikolog Ajeng Raviando.

Kecanduan pada gawai membuat komunikasi suami istri menjadi renggang. Obrolan yang hangat dan mendalam semakin jarang dilakukan, digantikan dengan pesan-pesan pendek melalui aplikasi chatting.

"Karena sulit dapat waktu berkualitas, tidak sempat lagi bicara dari hati ke hati. Pembicaraan akhirnya hanya urusan domestik yang tidak ada habisnya," kata Ajeng.

Kondisi tersebut bisa membuat ikatan emosional ikut kendur. Ditambah lagi dengan pasutri yang menganggap seks hanya rutinitas biasa dan tidak lagi dianggap penting. Hubungan pun akan menjadi dingin.

"Ini bahya sekali, hubungan seks itu juga ada emotional bonding-nya," katanya. Kebiasaan mengamati media sosial juga bisa menimbulkan dampak negatif pada pernikahan.

"Kita melihat pasangan lain kok asik banget, rukun. Lalu muncul rasa iri, ingin seperti itu dan mulai membandingkan dengan sikap pasangan. Kita pun cemas dan berpikiran negatif terhadap pasangan, padahal sebelumnya tidak ada apa-apa," paparnya. Kondisi ini menurut Ajeng ikut berpengaruh pada naiknya angka perceraian pada pasangan di era modern ini.

Sumber: https://lifestyle.kompas.com/read/2018/05/13/123500420/
kecanduan-gawai-jadi-penyebab-pernikahan-tak-harmonis

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

#0 Comments.....

Submit new comment

Sabtu, 19 Mei 2018 06:00:22

Blok Buku

Bayangan Bidadari

"Bayangan Bidadari" merupakan kumpulan cerpen yang ditulis  Nurul F. Huda, nama pena dari Nurul Fithroni. Lahir di Purworejo, sebuah kota kecil di Jawa Tengah,pada tanggal 5 Oktober 1975, dia mulai menulis sejak SMP. read...

Sabtu, 14 April 2018 06:00:00

Blok Buku

Cinta adalah Pilihan

Subhan Hariri, lahir di Kota Santri, Situbondo, 13 Desember 1975. Pendidikan  ditempuh dengan normal hingga perguruan tinggi. Pernah nyantri di Pondok Pesantren Probolinggo, Jawa Timur. Serta pernah aktif mendirikan LSM Alif dan pernah bertugas sebagai konselor ketika masih mengabdi di lembaga pendidikan, serta pengalaman lain yang menghiasi perjalanan hidupnya. read...

Sunday, 27/9/2015 3:59:59 A.M.

Jl. Sunan kalijogo Gang Latsari 1 No. 26 Tuban, Email bloktuban@gmail.com

Senin, 14 Mei 2018 07:00:23

Kecanduan Gawai Jadi Penyebab Pernikahan Tak Harmonis

Reporter: -

blokTuban.com - Komunikasi yang hangat merupakan kunci bagi pernikahan yang harmonis. Akan tetapi, saat ini semakin banyak pasangan yang menghabiskan sebagian besar waktunya dengan gawai.

Pasangan suami istri di zaman now pada umumnya sama-sama sibuk bekerja. Kehadiran gawai dan media sosial juga membuat pasutri semakin minim memiliki waktu berkualitas berdua.

"Banyak pasangan yang terbiasa memegang gawai 24 jam, termasuk di tempat tidur," kata psikolog Ajeng Raviando.

Kecanduan pada gawai membuat komunikasi suami istri menjadi renggang. Obrolan yang hangat dan mendalam semakin jarang dilakukan, digantikan dengan pesan-pesan pendek melalui aplikasi chatting.

"Karena sulit dapat waktu berkualitas, tidak sempat lagi bicara dari hati ke hati. Pembicaraan akhirnya hanya urusan domestik yang tidak ada habisnya," kata Ajeng.

Kondisi tersebut bisa membuat ikatan emosional ikut kendur. Ditambah lagi dengan pasutri yang menganggap seks hanya rutinitas biasa dan tidak lagi dianggap penting. Hubungan pun akan menjadi dingin.

"Ini bahya sekali, hubungan seks itu juga ada emotional bonding-nya," katanya. Kebiasaan mengamati media sosial juga bisa menimbulkan dampak negatif pada pernikahan.

"Kita melihat pasangan lain kok asik banget, rukun. Lalu muncul rasa iri, ingin seperti itu dan mulai membandingkan dengan sikap pasangan. Kita pun cemas dan berpikiran negatif terhadap pasangan, padahal sebelumnya tidak ada apa-apa," paparnya. Kondisi ini menurut Ajeng ikut berpengaruh pada naiknya angka perceraian pada pasangan di era modern ini.

Sumber: https://lifestyle.kompas.com/read/2018/05/13/123500420/
kecanduan-gawai-jadi-penyebab-pernikahan-tak-harmonis

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

#0 Comments.....

Submit new comment