08:00 . Ada Karnaval, Jalan Raya Timur dan Barat Jatirogo Kembali Ditutup  |  07:00 . Tips Alami Merawat Payudara Agar Tetap Kencang   |  18:00 . Sampah Berserakan Usai Karnaval, Petugas Lagsung Turun Jalan  |  17:00 . Drama Adu Penalti Hantarkan tim Widang Maju ke Final  |  16:00 . Turnamen Bola Kecamatan Widang, Hiburan Olahraga Warga  |  15:00 . Pertamina EP Tajak Sumur Wolai-001 Tepat HUT RI  |  12:00 . Banyak Karnaval, Para Pedangan Kebanjiran Berkah  |  11:00 . PT Pertamina EP Lakukan Tajak Sumur Eksplorasi Wolai - 001 Tepat Pada HUT RI  |  10:00 . Sepekan Libur Tanding, ini Proyeksi Persatu   |  09:00 . Awas! Ada Karanaval di Jatirogo, Jalur Dialihkan  |  08:00 . 11 Agenda Bakal Meriahkan HUT RI di Socorejo   |  07:00 . Yang Terjadi Pada Tubuh Bila Menghabiskan Akhir Pekan dengan Tidur  |  20:00 . Terharu Lihat Sang Anak di Barisan Paskibraka Nasional  |  19:00 . Di Gang Sempit Kota Tuban Ada Monumen Kemerdekaan?  |  18:00 . Resepsi Kenegaraan, Bupati Komitmen Tingkatkan IKM Tuban  |  17:00 . Minim Air, Petani di Nggalang Tekuni Kacang Tanah  |  16:00 . Upacara di Gunung Nggalang, Tak Mudah Gerakan Pemuda Desa   |  15:00 . Begini Pengakuan ABK yang Selamat  |  14:00 . Usai Upacara, Warga Sidomulyo Pawai Kebhinekaan   |  13:00 . Di Atas Tumpukan Sampah, Pemulung Tuban Turut Upacara Bendera  |  

Sunday, 27/9/2015 3:59:59 A.M.

Jl. Sunan kalijogo Gang Latsari 1 No. 26 Tuban, Email bloktuban@gmail.com

Minggu, 13 Mei 2018 19:00:54

PDPM Tuban Dorong Aparat Ungkap Kasus Secara Menyeluruh

Reporter: Mochamad Nur Rofiq

blokTuban.com - Minggu pagi (13/5/2018), Surabaya diguncang bom. Ledakan yang diduga akibat bom bunuh diri tersebut membuat suasana tiga gereja mencekam. Tiga Gereja itu, yakni Santa Maria di Ngagel, GKI di Jalan Diponegoro, dan Gereja di Jalan Arjuno.

Informasi sementara yang berhasil dihimpun blokTuban.com dari media Nasional, Polri berhasil mengidentifikasi para pelaku bom gereja di Surabaya, Jawa Timur. Para pelaku diduga kuat merupakan satu keluarga.

Kapolri Jenderal Tito Karnafian mengungkapkan, dari hasil identifikasi aksi bom bunuh diri keluarga ini dikomandoi oleh kepala keluarga mereka bernama Dita. Istrinya yang diduga bernama Puji Kuswanti dan anak perempuan yang bernama Fadila Sari (12) dan Pamela Rizkita (9) bertugas di GKI Wonokromo.

Dita sendiri bersama dengan anaknya mengendarai mobil Avanza di GPPS Arjuno. Sebelumnya, Dita juga sudah menurunkan istri dan dua anaknya di GKI di Jalan Diponegoro tersebut.

Sedangkan, bom yang diledakkan di Gereja Santa Maria Tak Bercela dieksekusi oleh dua anak laki-lakinya, ialah Yusuf (18) dan Alif (16). Mereka berdua beraksi dengan cara bomnya dipangku di sepeda motor.

Rupanya peristiwa tersebut mendapatkan reaksi beberapa kelompok maupun pribadi. Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Tuban misalnya, pihaknya menyesalkan aksi tersebut. Organisasi kepemudaan agama islam yang dinahkodai Edi Utomo ini juga mendorong aparat mengungkap kasus ini secara menyeluruh. Sehingga tidak terulang kasus serupa.

"Kami menyesalkan dan mengutuk keras terhadap peristiwa dan siapapun pelaku yang terlibat dalam peristiwa ini. PDPM Tuban Meminta kepada aparat untuk segera mengungkap dan menyelesaikan kasus ini secara menyeluruh, sehingga tudak terulang kasus serupa," ujar Edi, kepada blokTuban.com, Ahad siang.

Pihaknya juga mengajak kepada seluruh kekuatan civil society untuk bersatu padu membendung dan waspada terhadap segala bentuk radikalisme.

"Himbauan kami, kepada masyarakat untuk tetap tenang dan tudak terpancing dengan isu yang meresahkan, dan mengarah pada radikalisme dan sejenisnya," pungkasnya menandaskan. [rof/ito]

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

#0 Comments.....

Submit new comment

Kamis, 02 Agustus 2018 22:07:39

Pemilu 2019

Cek Data Pemilih Pemilu 2019

Ayo CEK nama anda sudah terdaftar sebagai pemilih di Pemilu 2019 atau belum? Caranya Klik: sidalih3.kpu.go.id.Jika anda belum terdaftar di portal tersebetu segera laporkan ke KPU Kabupaten/kota atau PPK di Kantor Kecamatan atau PPS di Kantor Kelurahan sesuai dengan alamat dalam KTP-el anda....

Sunday, 27/9/2015 3:59:59 A.M.

Jl. Sunan kalijogo Gang Latsari 1 No. 26 Tuban, Email bloktuban@gmail.com

Minggu, 13 Mei 2018 19:00:54

PDPM Tuban Dorong Aparat Ungkap Kasus Secara Menyeluruh

Reporter: Mochamad Nur Rofiq

blokTuban.com - Minggu pagi (13/5/2018), Surabaya diguncang bom. Ledakan yang diduga akibat bom bunuh diri tersebut membuat suasana tiga gereja mencekam. Tiga Gereja itu, yakni Santa Maria di Ngagel, GKI di Jalan Diponegoro, dan Gereja di Jalan Arjuno.

Informasi sementara yang berhasil dihimpun blokTuban.com dari media Nasional, Polri berhasil mengidentifikasi para pelaku bom gereja di Surabaya, Jawa Timur. Para pelaku diduga kuat merupakan satu keluarga.

Kapolri Jenderal Tito Karnafian mengungkapkan, dari hasil identifikasi aksi bom bunuh diri keluarga ini dikomandoi oleh kepala keluarga mereka bernama Dita. Istrinya yang diduga bernama Puji Kuswanti dan anak perempuan yang bernama Fadila Sari (12) dan Pamela Rizkita (9) bertugas di GKI Wonokromo.

Dita sendiri bersama dengan anaknya mengendarai mobil Avanza di GPPS Arjuno. Sebelumnya, Dita juga sudah menurunkan istri dan dua anaknya di GKI di Jalan Diponegoro tersebut.

Sedangkan, bom yang diledakkan di Gereja Santa Maria Tak Bercela dieksekusi oleh dua anak laki-lakinya, ialah Yusuf (18) dan Alif (16). Mereka berdua beraksi dengan cara bomnya dipangku di sepeda motor.

Rupanya peristiwa tersebut mendapatkan reaksi beberapa kelompok maupun pribadi. Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Tuban misalnya, pihaknya menyesalkan aksi tersebut. Organisasi kepemudaan agama islam yang dinahkodai Edi Utomo ini juga mendorong aparat mengungkap kasus ini secara menyeluruh. Sehingga tidak terulang kasus serupa.

"Kami menyesalkan dan mengutuk keras terhadap peristiwa dan siapapun pelaku yang terlibat dalam peristiwa ini. PDPM Tuban Meminta kepada aparat untuk segera mengungkap dan menyelesaikan kasus ini secara menyeluruh, sehingga tudak terulang kasus serupa," ujar Edi, kepada blokTuban.com, Ahad siang.

Pihaknya juga mengajak kepada seluruh kekuatan civil society untuk bersatu padu membendung dan waspada terhadap segala bentuk radikalisme.

"Himbauan kami, kepada masyarakat untuk tetap tenang dan tudak terpancing dengan isu yang meresahkan, dan mengarah pada radikalisme dan sejenisnya," pungkasnya menandaskan. [rof/ito]

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

#0 Comments.....

Submit new comment