20:00 . Pemkab Jamin Ramadan Stok Elpiji Aman  |  19:00 . Gerakan Beli Beras Petani Lokal Untuk Zakat Fitrah Butuh Regulasi   |  18:00 . Jelang Buka Puasa, Jalan Sunan Kalijogo Sering Macet  |  17:00 . Jadi Tempat Ngabuburit, Pertigaan Pasar Soko Ramai Tiap Sore  |  16:00 . Putus Asa  |  15:00 . Panen Buah, Pedagang Dadakan Menjamur di Jalanan Klotok  |  14:00 . Bulan Juli Direncanakan 9 Raperda Tuntas  |  13:00 . Ini Makanan Milik Umat  |  12:00 . DPRD Usulkan 4 Raperda Inisiatif  |  11:00 . 16 Pemain Telah Bergabung di Persatu  |  10:00 . Pertamina Resmi Operasikan WK Tuban  |  09:00 . Ngabuburit dengan Membaca dan Bercerita  |  08:00 . Kalapas Tuban Kukuhkan Satgas Merah Putih WBP  |  07:00 . Jangan Salah, Puasa Terbukti Ringankan Gejala Penyakit Asam Lambung  |  20:00 . Lahan Kering, Petani di Alas Tuo Tanam Kangkung  |  19:00 . Jaga Kebersamaan, PWI Tuban Gelar Buka Bersama  |  18:00 . Wujud Bhakti Negeri dengan Cat Merah  |  17:00 . Petani Masih Tanam Bawang Merah‎ Saat Kemarau  |  16:00 . Ikhlas   |  15:00 . Jalur Soko-Parengan J‎adi Tongkrongan Asyik Pemuda Saat Ngabuburit  |  

Sunday, 27/9/2015 3:59:59 A.M.

Jl. Sunan kalijogo Gang Latsari 1 No. 26 Tuban, Email bloktuban@gmail.com

Minggu, 13 Mei 2018 19:00:54

PDPM Tuban Dorong Aparat Ungkap Kasus Secara Menyeluruh

Reporter: Mochamad Nur Rofiq

blokTuban.com - Minggu pagi (13/5/2018), Surabaya diguncang bom. Ledakan yang diduga akibat bom bunuh diri tersebut membuat suasana tiga gereja mencekam. Tiga Gereja itu, yakni Santa Maria di Ngagel, GKI di Jalan Diponegoro, dan Gereja di Jalan Arjuno.

Informasi sementara yang berhasil dihimpun blokTuban.com dari media Nasional, Polri berhasil mengidentifikasi para pelaku bom gereja di Surabaya, Jawa Timur. Para pelaku diduga kuat merupakan satu keluarga.

Kapolri Jenderal Tito Karnafian mengungkapkan, dari hasil identifikasi aksi bom bunuh diri keluarga ini dikomandoi oleh kepala keluarga mereka bernama Dita. Istrinya yang diduga bernama Puji Kuswanti dan anak perempuan yang bernama Fadila Sari (12) dan Pamela Rizkita (9) bertugas di GKI Wonokromo.

Dita sendiri bersama dengan anaknya mengendarai mobil Avanza di GPPS Arjuno. Sebelumnya, Dita juga sudah menurunkan istri dan dua anaknya di GKI di Jalan Diponegoro tersebut.

Sedangkan, bom yang diledakkan di Gereja Santa Maria Tak Bercela dieksekusi oleh dua anak laki-lakinya, ialah Yusuf (18) dan Alif (16). Mereka berdua beraksi dengan cara bomnya dipangku di sepeda motor.

Rupanya peristiwa tersebut mendapatkan reaksi beberapa kelompok maupun pribadi. Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Tuban misalnya, pihaknya menyesalkan aksi tersebut. Organisasi kepemudaan agama islam yang dinahkodai Edi Utomo ini juga mendorong aparat mengungkap kasus ini secara menyeluruh. Sehingga tidak terulang kasus serupa.

"Kami menyesalkan dan mengutuk keras terhadap peristiwa dan siapapun pelaku yang terlibat dalam peristiwa ini. PDPM Tuban Meminta kepada aparat untuk segera mengungkap dan menyelesaikan kasus ini secara menyeluruh, sehingga tudak terulang kasus serupa," ujar Edi, kepada blokTuban.com, Ahad siang.

Pihaknya juga mengajak kepada seluruh kekuatan civil society untuk bersatu padu membendung dan waspada terhadap segala bentuk radikalisme.

"Himbauan kami, kepada masyarakat untuk tetap tenang dan tudak terpancing dengan isu yang meresahkan, dan mengarah pada radikalisme dan sejenisnya," pungkasnya menandaskan. [rof/ito]

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

#0 Comments.....

Submit new comment

Sabtu, 19 Mei 2018 06:00:22

Blok Buku

Bayangan Bidadari

"Bayangan Bidadari" merupakan kumpulan cerpen yang ditulis  Nurul F. Huda, nama pena dari Nurul Fithroni. Lahir di Purworejo, sebuah kota kecil di Jawa Tengah,pada tanggal 5 Oktober 1975, dia mulai menulis sejak SMP. read...

Sabtu, 14 April 2018 06:00:00

Blok Buku

Cinta adalah Pilihan

Subhan Hariri, lahir di Kota Santri, Situbondo, 13 Desember 1975. Pendidikan  ditempuh dengan normal hingga perguruan tinggi. Pernah nyantri di Pondok Pesantren Probolinggo, Jawa Timur. Serta pernah aktif mendirikan LSM Alif dan pernah bertugas sebagai konselor ketika masih mengabdi di lembaga pendidikan, serta pengalaman lain yang menghiasi perjalanan hidupnya. read...

Sunday, 27/9/2015 3:59:59 A.M.

Jl. Sunan kalijogo Gang Latsari 1 No. 26 Tuban, Email bloktuban@gmail.com

Minggu, 13 Mei 2018 19:00:54

PDPM Tuban Dorong Aparat Ungkap Kasus Secara Menyeluruh

Reporter: Mochamad Nur Rofiq

blokTuban.com - Minggu pagi (13/5/2018), Surabaya diguncang bom. Ledakan yang diduga akibat bom bunuh diri tersebut membuat suasana tiga gereja mencekam. Tiga Gereja itu, yakni Santa Maria di Ngagel, GKI di Jalan Diponegoro, dan Gereja di Jalan Arjuno.

Informasi sementara yang berhasil dihimpun blokTuban.com dari media Nasional, Polri berhasil mengidentifikasi para pelaku bom gereja di Surabaya, Jawa Timur. Para pelaku diduga kuat merupakan satu keluarga.

Kapolri Jenderal Tito Karnafian mengungkapkan, dari hasil identifikasi aksi bom bunuh diri keluarga ini dikomandoi oleh kepala keluarga mereka bernama Dita. Istrinya yang diduga bernama Puji Kuswanti dan anak perempuan yang bernama Fadila Sari (12) dan Pamela Rizkita (9) bertugas di GKI Wonokromo.

Dita sendiri bersama dengan anaknya mengendarai mobil Avanza di GPPS Arjuno. Sebelumnya, Dita juga sudah menurunkan istri dan dua anaknya di GKI di Jalan Diponegoro tersebut.

Sedangkan, bom yang diledakkan di Gereja Santa Maria Tak Bercela dieksekusi oleh dua anak laki-lakinya, ialah Yusuf (18) dan Alif (16). Mereka berdua beraksi dengan cara bomnya dipangku di sepeda motor.

Rupanya peristiwa tersebut mendapatkan reaksi beberapa kelompok maupun pribadi. Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Tuban misalnya, pihaknya menyesalkan aksi tersebut. Organisasi kepemudaan agama islam yang dinahkodai Edi Utomo ini juga mendorong aparat mengungkap kasus ini secara menyeluruh. Sehingga tidak terulang kasus serupa.

"Kami menyesalkan dan mengutuk keras terhadap peristiwa dan siapapun pelaku yang terlibat dalam peristiwa ini. PDPM Tuban Meminta kepada aparat untuk segera mengungkap dan menyelesaikan kasus ini secara menyeluruh, sehingga tudak terulang kasus serupa," ujar Edi, kepada blokTuban.com, Ahad siang.

Pihaknya juga mengajak kepada seluruh kekuatan civil society untuk bersatu padu membendung dan waspada terhadap segala bentuk radikalisme.

"Himbauan kami, kepada masyarakat untuk tetap tenang dan tudak terpancing dengan isu yang meresahkan, dan mengarah pada radikalisme dan sejenisnya," pungkasnya menandaskan. [rof/ito]

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

#0 Comments.....

Submit new comment