08:00 . Desa Wajib Lakukan Analisis Kelayakan Penyertaan Modal BUMDesa  |  07:00 . Konflik Bisa Bikin Hubungan dengan Kekasih Lebih Kuat  |  20:00 . Wakil Bupati Harap Perusahaan besar Ikut Bursa Kerja  |  19:00 . Ratusan Siswa SMK Rengel Ikuti Lomba Desain Batik Lokal  |  18:00 . Rumah Janda Penjual Krupuk di Plumpang Terbakar  |  18:00 . Saat Ini Tuban Memiliki 200 BUMDes  |  17:00 . Peringati Hari Batik, SMK Rengel Adakan Bazar dan Workshop  |  16:00 . Kembangkan BUMDesa, Dispemas-KB Tuban Gelar Peningkatan Kapasitas SDMnya  |  15:00 . Begini Cara Bawaslu Awasi Kampanye di Medsos  |  14:00 . Pendaftaran CPNS Ditutup, 5.273 Pelamar Siap Diverifikasi  |  13:00 . Bupati Serahkan Bantuan Kapal Kepada Nelayan Miskin  |  09:00 . Ajak Siswa Menjadi ‘Wartawan’  |  08:00 . Napak Tilas Kejayaan Majapahit di Bumi Wali  |  07:00 . Berat Badan Naik? Mungkin Ada Kaitannya dengan Pola Tidur Anda  |  20:00 . Laka di Beji, Seorang Pelajar Meninggal dan Pembonceng Luka Parah  |  19:00 . Warga Grabagan Keluhkan Tarif PDAM Naik Saat Kekeringan  |  18:00 . Bendera KSN Resmi Diserahkan PW GP Ansor Jatim ke Ansor Jateng  |  17:00 . Hantam Dump Truk, Pengendara Vixion Asal Kediri Meninggal  |  16:00 . Pilpres, Ketua GP Ansor Jatim Bebaskan Pilihan Asal Jangan Golput  |  15:00 . Bendera Sepanjang 1 KM Sambut KSN Zona Rote di Jatim-Jateng  |  

Sunday, 27/9/2015 3:59:59 A.M.

Jl. Sunan kalijogo Gang Latsari 1 No. 26 Tuban, Email bloktuban@gmail.com

Minggu, 13 Mei 2018 19:00:54

PDPM Tuban Dorong Aparat Ungkap Kasus Secara Menyeluruh

Reporter: Mochamad Nur Rofiq

blokTuban.com - Minggu pagi (13/5/2018), Surabaya diguncang bom. Ledakan yang diduga akibat bom bunuh diri tersebut membuat suasana tiga gereja mencekam. Tiga Gereja itu, yakni Santa Maria di Ngagel, GKI di Jalan Diponegoro, dan Gereja di Jalan Arjuno.

Informasi sementara yang berhasil dihimpun blokTuban.com dari media Nasional, Polri berhasil mengidentifikasi para pelaku bom gereja di Surabaya, Jawa Timur. Para pelaku diduga kuat merupakan satu keluarga.

Kapolri Jenderal Tito Karnafian mengungkapkan, dari hasil identifikasi aksi bom bunuh diri keluarga ini dikomandoi oleh kepala keluarga mereka bernama Dita. Istrinya yang diduga bernama Puji Kuswanti dan anak perempuan yang bernama Fadila Sari (12) dan Pamela Rizkita (9) bertugas di GKI Wonokromo.

Dita sendiri bersama dengan anaknya mengendarai mobil Avanza di GPPS Arjuno. Sebelumnya, Dita juga sudah menurunkan istri dan dua anaknya di GKI di Jalan Diponegoro tersebut.

Sedangkan, bom yang diledakkan di Gereja Santa Maria Tak Bercela dieksekusi oleh dua anak laki-lakinya, ialah Yusuf (18) dan Alif (16). Mereka berdua beraksi dengan cara bomnya dipangku di sepeda motor.

Rupanya peristiwa tersebut mendapatkan reaksi beberapa kelompok maupun pribadi. Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Tuban misalnya, pihaknya menyesalkan aksi tersebut. Organisasi kepemudaan agama islam yang dinahkodai Edi Utomo ini juga mendorong aparat mengungkap kasus ini secara menyeluruh. Sehingga tidak terulang kasus serupa.

"Kami menyesalkan dan mengutuk keras terhadap peristiwa dan siapapun pelaku yang terlibat dalam peristiwa ini. PDPM Tuban Meminta kepada aparat untuk segera mengungkap dan menyelesaikan kasus ini secara menyeluruh, sehingga tudak terulang kasus serupa," ujar Edi, kepada blokTuban.com, Ahad siang.

Pihaknya juga mengajak kepada seluruh kekuatan civil society untuk bersatu padu membendung dan waspada terhadap segala bentuk radikalisme.

"Himbauan kami, kepada masyarakat untuk tetap tenang dan tudak terpancing dengan isu yang meresahkan, dan mengarah pada radikalisme dan sejenisnya," pungkasnya menandaskan. [rof/ito]

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

#0 Comments.....

Submit new comment

Kamis, 02 Agustus 2018 22:07:39

Pemilu 2019

Cek Data Pemilih Pemilu 2019

Ayo CEK nama anda sudah terdaftar sebagai pemilih di Pemilu 2019 atau belum? Caranya Klik: sidalih3.kpu.go.id.Jika anda belum terdaftar di portal tersebetu segera laporkan ke KPU Kabupaten/kota atau PPK di Kantor Kecamatan atau PPS di Kantor Kelurahan sesuai dengan alamat dalam KTP-el anda....

Sunday, 27/9/2015 3:59:59 A.M.

Jl. Sunan kalijogo Gang Latsari 1 No. 26 Tuban, Email bloktuban@gmail.com

Minggu, 13 Mei 2018 19:00:54

PDPM Tuban Dorong Aparat Ungkap Kasus Secara Menyeluruh

Reporter: Mochamad Nur Rofiq

blokTuban.com - Minggu pagi (13/5/2018), Surabaya diguncang bom. Ledakan yang diduga akibat bom bunuh diri tersebut membuat suasana tiga gereja mencekam. Tiga Gereja itu, yakni Santa Maria di Ngagel, GKI di Jalan Diponegoro, dan Gereja di Jalan Arjuno.

Informasi sementara yang berhasil dihimpun blokTuban.com dari media Nasional, Polri berhasil mengidentifikasi para pelaku bom gereja di Surabaya, Jawa Timur. Para pelaku diduga kuat merupakan satu keluarga.

Kapolri Jenderal Tito Karnafian mengungkapkan, dari hasil identifikasi aksi bom bunuh diri keluarga ini dikomandoi oleh kepala keluarga mereka bernama Dita. Istrinya yang diduga bernama Puji Kuswanti dan anak perempuan yang bernama Fadila Sari (12) dan Pamela Rizkita (9) bertugas di GKI Wonokromo.

Dita sendiri bersama dengan anaknya mengendarai mobil Avanza di GPPS Arjuno. Sebelumnya, Dita juga sudah menurunkan istri dan dua anaknya di GKI di Jalan Diponegoro tersebut.

Sedangkan, bom yang diledakkan di Gereja Santa Maria Tak Bercela dieksekusi oleh dua anak laki-lakinya, ialah Yusuf (18) dan Alif (16). Mereka berdua beraksi dengan cara bomnya dipangku di sepeda motor.

Rupanya peristiwa tersebut mendapatkan reaksi beberapa kelompok maupun pribadi. Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Tuban misalnya, pihaknya menyesalkan aksi tersebut. Organisasi kepemudaan agama islam yang dinahkodai Edi Utomo ini juga mendorong aparat mengungkap kasus ini secara menyeluruh. Sehingga tidak terulang kasus serupa.

"Kami menyesalkan dan mengutuk keras terhadap peristiwa dan siapapun pelaku yang terlibat dalam peristiwa ini. PDPM Tuban Meminta kepada aparat untuk segera mengungkap dan menyelesaikan kasus ini secara menyeluruh, sehingga tudak terulang kasus serupa," ujar Edi, kepada blokTuban.com, Ahad siang.

Pihaknya juga mengajak kepada seluruh kekuatan civil society untuk bersatu padu membendung dan waspada terhadap segala bentuk radikalisme.

"Himbauan kami, kepada masyarakat untuk tetap tenang dan tudak terpancing dengan isu yang meresahkan, dan mengarah pada radikalisme dan sejenisnya," pungkasnya menandaskan. [rof/ito]

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

#0 Comments.....

Submit new comment