13:00 . Pertamina EP Siapkan 1.800 Bungkus Daging Kurban untuk Tuban-Bojonegoro  |  12:00 . Tanto, Peternak Muda yang Sukses Asal Soto Sidodadi  |  11:00 . Lho..! Hendak Disembelih, Sapi Kurban di Pliwetan Ngamuk  |  10:00 . Gowes blokTuban, Hadiah Utama 3 Motor  |  09:00 . Daging Kurban Lebih? Ini Cara Merawat dan Memasaknya  |  08:00 . Pertamina EP Asset 4 Serahkan Kurban di Desa Sekitar Wilayah Operasi  |  07:00 . 4 Kesalahpahaman Ortu yang Membuat Anak Kurang Aktivitas Fisik  |  20:00 . Dinkes Imbau Pembagian Daging Kurban dengan Pembungkus Alami  |  20:00 . Masih di Jaringan 3G? Upragade SIM Card ke Galeri Saja  |  19:00 . Stok Cabai Minim, Pedagang Datangkan Cabai dari Luar Daerah  |  18:00 . Manfaatkan Momen, Banyak Orang Mendadak Jadi Pengusaha Hewan Kurban  |  17:00 . Jelang Idul Adha, PT. SI Salurkan 34 Hewan Kurban  |  16:00 . Macet Karena Gerak Jalan, Warga Maklum  |  15:00 . Jembatan Ngabunan Singgahan Diujicoba, Truk Besar Tetap Dilarang  |  14:00 . Semarak Agustus, Gerak Jalan Kecamatan Rengel Sapa Masyarakat  |  13:00 . Tiga Orang Tagana Tuban Dikirim ke Lombok, ini Kegiatannya  |  11:00 . Bersama PAPPRI, KPP Pratama Tuban Bakal Menggelar Festival Seni Pelajar  |  10:00 . H-1 Idul Adha, Harga Daging Sapi di Pasar Stabil  |  09:00 . Pasca Dilantik, Ini Struktur Bawaslu Tuban Periode 2018-2023  |  08:00 . BWA Tuban Lakukan Salad Id Lebih Awal, Ini Alasannya  |  

Sunday, 27/9/2015 3:59:59 A.M.

Jl. Sunan kalijogo Gang Latsari 1 No. 26 Tuban, Email bloktuban@gmail.com

Rabu, 09 Mei 2018 07:00:00

Pernikahan "Zaman Now" Rentan Perceraian?

Reporter: -

blokTuban.com - Pasangan yang memilih bercerai menunjukkan tren terus meningkat, angkanya sekitar 15-20 persen setiap tahun di Indonesia. Benarkah masalah yang dihadapi pasangan "zaman now" lebih kompleks?

Alasan utama perceraian adalah ketidakharmonisan dalam hubungan rumah tangga. Namun, faktor penyusunnya sangat banyak.

Menurut psikolog Ajeng Raviando, M.Psi, komunikasi yang tidak efektif, mimpi dan fakta pernikahan yang tidak sesuai, sampai terlalu banyak mengakses gawai, menjadi batu sandungan dalam pernikahan di era modern ini.

"Faktor lain adalah ekonomi. Di zaman sekarang ini, terutama pada pasangan milenial, suami dan istri sama-sama bekerja sehingga tidak takut bercerai karena istri juga mandiri secara finansial," katanya dalam acara talkshow yang diadakan Resik V Godokan Sirih di Jakarta (8/5).

Ajeng mengatakan, saat ini ada pergeseran nilai dalam memandang pernikahan.
"Pernikahan dianggap seperti pacaran, kalau sudah tidak harmonis dan enggak cocok, bubar saja," kata psikolog perkawinan ini.

Pernikahan, lanjut Ajeng, tidak sesederhana dongeng yang pasti berakhir indah.
Pernikahan yang langgeng butuh kerja keras dan kesabaran kedua belah pihak. "Tantangan pasangan suami istri banyak, tetapi selalu ada solusinya," katanya.
Presenter Soraya Larasati mengamini pendapat Ajeng. Setelah menikah selama 6 tahun dan memiliki dua anak, Soraya mengaku selalu berusaha membangun kemesraan dalam rumah tangganya.

"Perhatian kecil juga penting, tidak cuma menyediakan minum, tapi juga memberi pujian dan menanyakan kabarnya saat ia sedang bekerja. Terkesan sepele tapi penting," kata Soraya.

Gary Chapman dalam bukunya "The 5 Love Languages" memaparkan lima bahasa cinta. Ada orang yang mementingkan afirmasi (perilaku positif); ada yang mementingkan kebersamaan (waktu berkualitas); sebagian lain lebih menyukai hadiah; ada pula yang lebih senang bila pasangannya meladeni dan membantu; orang lain menyukai sentuhan dan belaian.

"Tiap orang memiliki bahasa cinta yang berbeda. Tugas kitalah untuk mencari tahu, mana bahasa cinta pasangan," ujar Ajeng.

*Sumber: kompas.com

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

#0 Comments.....

Submit new comment

Kamis, 02 Agustus 2018 22:07:39

Pemilu 2019

Cek Data Pemilih Pemilu 2019

Ayo CEK nama anda sudah terdaftar sebagai pemilih di Pemilu 2019 atau belum? Caranya Klik: sidalih3.kpu.go.id.Jika anda belum terdaftar di portal tersebetu segera laporkan ke KPU Kabupaten/kota atau PPK di Kantor Kecamatan atau PPS di Kantor Kelurahan sesuai dengan alamat dalam KTP-el anda....

Senin, 20 Agustus 2018 19:00:47

Kembangkan BUMDes, PATRADAYA Tingkatkan Partisipasi Warga

Pengembangan desa k earah lebih baik tentu dibutuhkan juga partisipasi warga desa setempat. Hal ini yang mendorong pula terselenggaranya kegiatan Sosialisasi Program Aksi Kemitraan Untuk Pemberdayaan Masyarakat (PATRADAYA) di Balai Desa Pekuwon, Kecamatan Rengel, Kabupaten Tuban , Senin Pagi (20/8/2018). Dalam program ini dilakukan pembangunan pagar dan gedung milik Desa Pekuwon yang nantinya diperuntukkan untuk pengembangan BUM (Badan Usaha Milik) Desa.   read...

Sunday, 27/9/2015 3:59:59 A.M.

Jl. Sunan kalijogo Gang Latsari 1 No. 26 Tuban, Email bloktuban@gmail.com

Rabu, 09 Mei 2018 07:00:00

Pernikahan "Zaman Now" Rentan Perceraian?

Reporter: -

blokTuban.com - Pasangan yang memilih bercerai menunjukkan tren terus meningkat, angkanya sekitar 15-20 persen setiap tahun di Indonesia. Benarkah masalah yang dihadapi pasangan "zaman now" lebih kompleks?

Alasan utama perceraian adalah ketidakharmonisan dalam hubungan rumah tangga. Namun, faktor penyusunnya sangat banyak.

Menurut psikolog Ajeng Raviando, M.Psi, komunikasi yang tidak efektif, mimpi dan fakta pernikahan yang tidak sesuai, sampai terlalu banyak mengakses gawai, menjadi batu sandungan dalam pernikahan di era modern ini.

"Faktor lain adalah ekonomi. Di zaman sekarang ini, terutama pada pasangan milenial, suami dan istri sama-sama bekerja sehingga tidak takut bercerai karena istri juga mandiri secara finansial," katanya dalam acara talkshow yang diadakan Resik V Godokan Sirih di Jakarta (8/5).

Ajeng mengatakan, saat ini ada pergeseran nilai dalam memandang pernikahan.
"Pernikahan dianggap seperti pacaran, kalau sudah tidak harmonis dan enggak cocok, bubar saja," kata psikolog perkawinan ini.

Pernikahan, lanjut Ajeng, tidak sesederhana dongeng yang pasti berakhir indah.
Pernikahan yang langgeng butuh kerja keras dan kesabaran kedua belah pihak. "Tantangan pasangan suami istri banyak, tetapi selalu ada solusinya," katanya.
Presenter Soraya Larasati mengamini pendapat Ajeng. Setelah menikah selama 6 tahun dan memiliki dua anak, Soraya mengaku selalu berusaha membangun kemesraan dalam rumah tangganya.

"Perhatian kecil juga penting, tidak cuma menyediakan minum, tapi juga memberi pujian dan menanyakan kabarnya saat ia sedang bekerja. Terkesan sepele tapi penting," kata Soraya.

Gary Chapman dalam bukunya "The 5 Love Languages" memaparkan lima bahasa cinta. Ada orang yang mementingkan afirmasi (perilaku positif); ada yang mementingkan kebersamaan (waktu berkualitas); sebagian lain lebih menyukai hadiah; ada pula yang lebih senang bila pasangannya meladeni dan membantu; orang lain menyukai sentuhan dan belaian.

"Tiap orang memiliki bahasa cinta yang berbeda. Tugas kitalah untuk mencari tahu, mana bahasa cinta pasangan," ujar Ajeng.

*Sumber: kompas.com

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

#0 Comments.....

Submit new comment