16:00 . Keberanian  |  15:00 . Tingkatkan Kemampuan Motorik Anak Apatis dengan Terarium  |  14:00 . Hantam Truk, Pengendara Motor Luka Parah  |  13:00 . Coretan Mesra dari Pak Guru  |  12:00 . Holcim Bangun TPQ Untuk Siswa SD   |  11:00 . Cerita Literasi di SD Tasikharjo dan Remen  |  10:00 . Berduaan di Pantai Cemara Saat Malam, Pasangan Pelajar Diamankan  |  09:00 . Tiap Hari 4 Warga Terluka   |  08:00 . Mendekati Musik Campursari dan Dangdut  |  07:00 . Menggosok Gigi Ketika Puasa  |  20:00 . Hasil UNBK SMP Sederajat Diumumkan Besok  |  19:00 . Komnas HAM Temui Warga Mentoso Bahas NGRR  |  18:00 . Cuaca Buruk, Beberapa Nelayan di Panyuran Tak Melaut  |  17:00 . Sejumlah Bangunan di Pantai Kelapa Panyuran Rusak Diterjang Ombak  |  16:00 . Ceroboh  |  15:00 . Waspada, Hingga Jumat Prakiraan Tinggi Gelombang Laut Jawa Capai 1,25 - 2,50 Meter  |  14:00 . Masyarakat Kita Tidak Sabaran  |  13:00 . Kerudung Motif Kembang-Kembang  |  12:00 . Pos Black Spot Upaya Tekan Laka  |  11:00 . 4 warga terluka tiap hari  |  

Sunday, 27/9/2015 3:59:59 A.M.

Jl. Sunan kalijogo Gang Latsari 1 No. 26 Tuban, Email bloktuban@gmail.com

Sabtu, 05 Mei 2018 13:00:01

Panen Terakhir, Harga Cabai Petani Semakin Anjlok

Reporter: M. Anang Febri

blokTuban.com - Memasuki awal bulan Mei, menjelang dua pekan sebelum bulan suci Ramadan tiba, sejumah harga bahan kebutuhan dapur mengalami fluktuatif alias naik turun dengan harga yang bervariasi. Salah satunya adalah komoditas bahan dapur jenis cabai.

Dari data yang dihimpun blokTuban.com, harga cabai di Pasar Baru Tuban ‎terpantau turun di angka Rp 16.000 dari harga sebelumnya, yakni Rp 20.000 per Kilogram (Kg). Rupanya keadaan tersebut juga dialami oleh para petani cabai di Kecamatan Grabagan. Saat musim panen terakhir, harga jual aneka jenis cabai kepada pembeli dan pemborong terus mengalami penurunan.

Penuturan petani cabai di Desa Dermawuharjo, Kecamatan Grabagan, Jayun mengatakan, bahwa setiap hari harga aneka jenis cabai. Baik cabai rawit atau p‎luntir ‎beserta cabai grendel ‎semakin hari semakin anjlok. Dari hasil penjualan, hanya berputar di angka Rp 10.000 hingga maksimal Rp 15.00 per Kg.‎

"Kemarin, kita pas panen dan jual ke pemborong hanya dihargai dua belas ribu per kilonya. Cabai Pluntir ataupun cabai Grendel harganya sama. Kalau hari ini belum tahu jelas berapa harganya," kata Jayun sambil memetik tanaman cabai miliknya.

Menurutnya, keadaan tersebut dimungkinkan sebab pasokan cabai di pasaran masih memiliki stok yang banyak. Ditambah lagi, musim panen cabai yang terbilang akhiran ini juga memiliki penurunan kualitas dibandingkan awal panen musim penghujan lalu.

"Semoga saja hari ini harga cabai bisa naik meskipun sedikit. Panenan ini termasuk stok terakhir dan harapan terakhir, sampai kita tanam lagi di musim penghujan mendatang,"' pungkasnya. [feb/ito]

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

#0 Comments.....

Submit new comment

Sabtu, 19 Mei 2018 06:00:22

Blok Buku

Bayangan Bidadari

"Bayangan Bidadari" merupakan kumpulan cerpen yang ditulis  Nurul F. Huda, nama pena dari Nurul Fithroni. Lahir di Purworejo, sebuah kota kecil di Jawa Tengah,pada tanggal 5 Oktober 1975, dia mulai menulis sejak SMP. read...

Sabtu, 14 April 2018 06:00:00

Blok Buku

Cinta adalah Pilihan

Subhan Hariri, lahir di Kota Santri, Situbondo, 13 Desember 1975. Pendidikan  ditempuh dengan normal hingga perguruan tinggi. Pernah nyantri di Pondok Pesantren Probolinggo, Jawa Timur. Serta pernah aktif mendirikan LSM Alif dan pernah bertugas sebagai konselor ketika masih mengabdi di lembaga pendidikan, serta pengalaman lain yang menghiasi perjalanan hidupnya. read...

Sunday, 27/9/2015 3:59:59 A.M.

Jl. Sunan kalijogo Gang Latsari 1 No. 26 Tuban, Email bloktuban@gmail.com

Sabtu, 05 Mei 2018 13:00:01

Panen Terakhir, Harga Cabai Petani Semakin Anjlok

Reporter: M. Anang Febri

blokTuban.com - Memasuki awal bulan Mei, menjelang dua pekan sebelum bulan suci Ramadan tiba, sejumah harga bahan kebutuhan dapur mengalami fluktuatif alias naik turun dengan harga yang bervariasi. Salah satunya adalah komoditas bahan dapur jenis cabai.

Dari data yang dihimpun blokTuban.com, harga cabai di Pasar Baru Tuban ‎terpantau turun di angka Rp 16.000 dari harga sebelumnya, yakni Rp 20.000 per Kilogram (Kg). Rupanya keadaan tersebut juga dialami oleh para petani cabai di Kecamatan Grabagan. Saat musim panen terakhir, harga jual aneka jenis cabai kepada pembeli dan pemborong terus mengalami penurunan.

Penuturan petani cabai di Desa Dermawuharjo, Kecamatan Grabagan, Jayun mengatakan, bahwa setiap hari harga aneka jenis cabai. Baik cabai rawit atau p‎luntir ‎beserta cabai grendel ‎semakin hari semakin anjlok. Dari hasil penjualan, hanya berputar di angka Rp 10.000 hingga maksimal Rp 15.00 per Kg.‎

"Kemarin, kita pas panen dan jual ke pemborong hanya dihargai dua belas ribu per kilonya. Cabai Pluntir ataupun cabai Grendel harganya sama. Kalau hari ini belum tahu jelas berapa harganya," kata Jayun sambil memetik tanaman cabai miliknya.

Menurutnya, keadaan tersebut dimungkinkan sebab pasokan cabai di pasaran masih memiliki stok yang banyak. Ditambah lagi, musim panen cabai yang terbilang akhiran ini juga memiliki penurunan kualitas dibandingkan awal panen musim penghujan lalu.

"Semoga saja hari ini harga cabai bisa naik meskipun sedikit. Panenan ini termasuk stok terakhir dan harapan terakhir, sampai kita tanam lagi di musim penghujan mendatang,"' pungkasnya. [feb/ito]

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

#0 Comments.....

Submit new comment