16:00 . Keberanian  |  15:00 . Tingkatkan Kemampuan Motorik Anak Apatis dengan Terarium  |  14:00 . Hantam Truk, Pengendara Motor Luka Parah  |  13:00 . Coretan Mesra dari Pak Guru  |  12:00 . Holcim Bangun TPQ Untuk Siswa SD   |  11:00 . Cerita Literasi di SD Tasikharjo dan Remen  |  10:00 . Berduaan di Pantai Cemara Saat Malam, Pasangan Pelajar Diamankan  |  09:00 . Tiap Hari 4 Warga Terluka   |  08:00 . Mendekati Musik Campursari dan Dangdut  |  07:00 . Menggosok Gigi Ketika Puasa  |  20:00 . Hasil UNBK SMP Sederajat Diumumkan Besok  |  19:00 . Komnas HAM Temui Warga Mentoso Bahas NGRR  |  18:00 . Cuaca Buruk, Beberapa Nelayan di Panyuran Tak Melaut  |  17:00 . Sejumlah Bangunan di Pantai Kelapa Panyuran Rusak Diterjang Ombak  |  16:00 . Ceroboh  |  15:00 . Waspada, Hingga Jumat Prakiraan Tinggi Gelombang Laut Jawa Capai 1,25 - 2,50 Meter  |  14:00 . Masyarakat Kita Tidak Sabaran  |  13:00 . Kerudung Motif Kembang-Kembang  |  12:00 . Pos Black Spot Upaya Tekan Laka  |  11:00 . 4 warga terluka tiap hari  |  

Sunday, 27/9/2015 3:59:59 A.M.

Jl. Sunan kalijogo Gang Latsari 1 No. 26 Tuban, Email bloktuban@gmail.com

Sabtu, 05 Mei 2018 12:00:18

Musim Kemarau Sebagai Penutup Musim Panen Cabai

Reporter: M. Anang Febri

blokTuban.com ‎-‎ Kendati telah memasuki musim kemarau di awal bulan Mei ini, rupanya masih banyak ditemui panenan tanaman cabai di sebagian besar wilayah Tuban selatan.

Dari pantauan tim media ini, nampak sejumlah petani‎ cabai di Kecamatan Grabagan masih melakukan aktivitas panen dan jual beli salah satu bahan komoditas dapur tersebut.

Dalam hal ini salah satu petani di Desa Dermawuharjo, Kecamatan ‎Grabagan mengatakan jika pada lahan tanam dataran tinggi tersebut masih meninggalkan banyak tanaman cabai jenis Rawit dan Grendel yang mesti dipanen pasca proses tanam musim penghujan lalu.

"Ini masih ada kegiatan panen cabai Rawit dan cabai Grendel. Panenan ini juga termasuk penutup panen saat kemarau tiba Mas, setelah ini gak bisa tanam lagi," ujar ‎Jayun saat ditemui blokTuban.com ketika memanen cabai di lahan pertanian Dermawuharjo, Sabtu (5/5/2018).

Petani asal Desa Grabagan, Kecamatan Grabagan itu juga menambahkan bahwa para petani di kawasan tersebut masih akan sangat lama menunggu‎ musim hujan yang akan datang. Mengingat, lahan tanam yang jauh dari jangkauan sumber air hanya bisa diolah ketika hujan tiba.

"Selain cabai, saat musim penghujan ‎tiba kita juga menanam jagung. Jagung dan cabai jadi mayoritas tanaman khas sini," pungkasnya.

Senada dengan penuturan Asmuni. Pembeli cabai milik petani sekitar Dermawuharjo hingga Grabagan itu menuturkan bila musim kemarau yang sedang berlangsung saat ini, menjadi tanda tutup panen tanaman warga kawasan Grabagan.

"Ini sudah akhir. Panenan cabai telah berlangsung sekitar awal Februari lalu. Saat ini tinggal sisanya saja," ungkap Asmuni. [feb/ito]

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

#0 Comments.....

Submit new comment

Sabtu, 19 Mei 2018 06:00:22

Blok Buku

Bayangan Bidadari

"Bayangan Bidadari" merupakan kumpulan cerpen yang ditulis  Nurul F. Huda, nama pena dari Nurul Fithroni. Lahir di Purworejo, sebuah kota kecil di Jawa Tengah,pada tanggal 5 Oktober 1975, dia mulai menulis sejak SMP. read...

Sabtu, 14 April 2018 06:00:00

Blok Buku

Cinta adalah Pilihan

Subhan Hariri, lahir di Kota Santri, Situbondo, 13 Desember 1975. Pendidikan  ditempuh dengan normal hingga perguruan tinggi. Pernah nyantri di Pondok Pesantren Probolinggo, Jawa Timur. Serta pernah aktif mendirikan LSM Alif dan pernah bertugas sebagai konselor ketika masih mengabdi di lembaga pendidikan, serta pengalaman lain yang menghiasi perjalanan hidupnya. read...

Sunday, 27/9/2015 3:59:59 A.M.

Jl. Sunan kalijogo Gang Latsari 1 No. 26 Tuban, Email bloktuban@gmail.com

Sabtu, 05 Mei 2018 12:00:18

Musim Kemarau Sebagai Penutup Musim Panen Cabai

Reporter: M. Anang Febri

blokTuban.com ‎-‎ Kendati telah memasuki musim kemarau di awal bulan Mei ini, rupanya masih banyak ditemui panenan tanaman cabai di sebagian besar wilayah Tuban selatan.

Dari pantauan tim media ini, nampak sejumlah petani‎ cabai di Kecamatan Grabagan masih melakukan aktivitas panen dan jual beli salah satu bahan komoditas dapur tersebut.

Dalam hal ini salah satu petani di Desa Dermawuharjo, Kecamatan ‎Grabagan mengatakan jika pada lahan tanam dataran tinggi tersebut masih meninggalkan banyak tanaman cabai jenis Rawit dan Grendel yang mesti dipanen pasca proses tanam musim penghujan lalu.

"Ini masih ada kegiatan panen cabai Rawit dan cabai Grendel. Panenan ini juga termasuk penutup panen saat kemarau tiba Mas, setelah ini gak bisa tanam lagi," ujar ‎Jayun saat ditemui blokTuban.com ketika memanen cabai di lahan pertanian Dermawuharjo, Sabtu (5/5/2018).

Petani asal Desa Grabagan, Kecamatan Grabagan itu juga menambahkan bahwa para petani di kawasan tersebut masih akan sangat lama menunggu‎ musim hujan yang akan datang. Mengingat, lahan tanam yang jauh dari jangkauan sumber air hanya bisa diolah ketika hujan tiba.

"Selain cabai, saat musim penghujan ‎tiba kita juga menanam jagung. Jagung dan cabai jadi mayoritas tanaman khas sini," pungkasnya.

Senada dengan penuturan Asmuni. Pembeli cabai milik petani sekitar Dermawuharjo hingga Grabagan itu menuturkan bila musim kemarau yang sedang berlangsung saat ini, menjadi tanda tutup panen tanaman warga kawasan Grabagan.

"Ini sudah akhir. Panenan cabai telah berlangsung sekitar awal Februari lalu. Saat ini tinggal sisanya saja," ungkap Asmuni. [feb/ito]

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

#0 Comments.....

Submit new comment