16:00 . Keberanian  |  15:00 . Tingkatkan Kemampuan Motorik Anak Apatis dengan Terarium  |  14:00 . Hantam Truk, Pengendara Motor Luka Parah  |  13:00 . Coretan Mesra dari Pak Guru  |  12:00 . Holcim Bangun TPQ Untuk Siswa SD   |  11:00 . Cerita Literasi di SD Tasikharjo dan Remen  |  10:00 . Berduaan di Pantai Cemara Saat Malam, Pasangan Pelajar Diamankan  |  09:00 . Tiap Hari 4 Warga Terluka   |  08:00 . Mendekati Musik Campursari dan Dangdut  |  07:00 . Menggosok Gigi Ketika Puasa  |  20:00 . Hasil UNBK SMP Sederajat Diumumkan Besok  |  19:00 . Komnas HAM Temui Warga Mentoso Bahas NGRR  |  18:00 . Cuaca Buruk, Beberapa Nelayan di Panyuran Tak Melaut  |  17:00 . Sejumlah Bangunan di Pantai Kelapa Panyuran Rusak Diterjang Ombak  |  16:00 . Ceroboh  |  15:00 . Waspada, Hingga Jumat Prakiraan Tinggi Gelombang Laut Jawa Capai 1,25 - 2,50 Meter  |  14:00 . Masyarakat Kita Tidak Sabaran  |  13:00 . Kerudung Motif Kembang-Kembang  |  12:00 . Pos Black Spot Upaya Tekan Laka  |  11:00 . 4 warga terluka tiap hari  |  

Sunday, 27/9/2015 3:59:59 A.M.

Jl. Sunan kalijogo Gang Latsari 1 No. 26 Tuban, Email bloktuban@gmail.com

Kamis, 26 April 2018 11:00:44

Segarnya Legen di Pinggir Jalan Raya Palang

Reporter: Yetik Lusiana

blokTuban.com - Warung pojok gelaman pinggir jalan Raya Palang Kabupaten Tuban, mampu menarik perhatian para orang, untuk berhenti sejenak dan melepaskan dahaga. Yaitu warung milik Mak Yas, yang menjual minuman asli khas Tuban.

Legen merupakan minuman tradisional yang terbuat dari sadapan getah pohon siwalan yang banyak tumbuh di perbukitan kapur Tuban.
Setiap tetes getah ditampung dalam bumbung atau potongan bambu. Sadapan itu yang akan diambil menjelang pagi dan sore hari.

Warung milik Mak Yas yang sudah berdiri sejak tahun 1995 yang sampai sekarang masih ramai ini, mampu menarik perhatian para pendatang baru untuk dapat mencicipi minuman khas Tuban, yaitu Legen.

"Yang saja jual legen asli, saya masak sendiri," ungkap pria 55 tahun itu.

Sepintas legen memang berwarna agak keruh. namun bukan berarti minuman ini tidak layak konsumsi. Pasalnya legen yang berwarna keruh seperti ini adalah legen kwalitas asli tanpa campuran air maupun pemanis buatan.

"Saya dapat menghidupi keluarga saya dari jualan legen ini. Setiap hari pasti laku 50 botol lebih, " ungkapnya kepada bloktuban.com

 

Bagi masyarakat Tuban, minuman legen terasa favorit saat bulan Ramadhan tiba. Pasalnya pada hari-hari biasa keberadaan legen tergeser oleh minuman khas Tuban lainnya yaitu toak. Minuman beralkohol itu juga dibuat dari sadapan getah pohon siwalan.

Kondisi alam kabupaten Tuban yang panas dan kering membuat minuman legen cukup diminati masyarakat. Selain murah, minuman ini memiliki rasa yang khas dan menyegarkan.

Menurut Irwan, penikmat legen minum legan itu sangat menyegarkan. Karena minum legen seperti langsung membasahi kerongkongan.
"Sehingga hilanglah dahaga seperti langsung hilang," ungkapnya. [ana/ito]

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

#0 Comments.....

Submit new comment

Sabtu, 19 Mei 2018 06:00:22

Blok Buku

Bayangan Bidadari

"Bayangan Bidadari" merupakan kumpulan cerpen yang ditulis  Nurul F. Huda, nama pena dari Nurul Fithroni. Lahir di Purworejo, sebuah kota kecil di Jawa Tengah,pada tanggal 5 Oktober 1975, dia mulai menulis sejak SMP. read...

Sabtu, 14 April 2018 06:00:00

Blok Buku

Cinta adalah Pilihan

Subhan Hariri, lahir di Kota Santri, Situbondo, 13 Desember 1975. Pendidikan  ditempuh dengan normal hingga perguruan tinggi. Pernah nyantri di Pondok Pesantren Probolinggo, Jawa Timur. Serta pernah aktif mendirikan LSM Alif dan pernah bertugas sebagai konselor ketika masih mengabdi di lembaga pendidikan, serta pengalaman lain yang menghiasi perjalanan hidupnya. read...

Sunday, 27/9/2015 3:59:59 A.M.

Jl. Sunan kalijogo Gang Latsari 1 No. 26 Tuban, Email bloktuban@gmail.com

Kamis, 26 April 2018 11:00:44

Segarnya Legen di Pinggir Jalan Raya Palang

Reporter: Yetik Lusiana

blokTuban.com - Warung pojok gelaman pinggir jalan Raya Palang Kabupaten Tuban, mampu menarik perhatian para orang, untuk berhenti sejenak dan melepaskan dahaga. Yaitu warung milik Mak Yas, yang menjual minuman asli khas Tuban.

Legen merupakan minuman tradisional yang terbuat dari sadapan getah pohon siwalan yang banyak tumbuh di perbukitan kapur Tuban.
Setiap tetes getah ditampung dalam bumbung atau potongan bambu. Sadapan itu yang akan diambil menjelang pagi dan sore hari.

Warung milik Mak Yas yang sudah berdiri sejak tahun 1995 yang sampai sekarang masih ramai ini, mampu menarik perhatian para pendatang baru untuk dapat mencicipi minuman khas Tuban, yaitu Legen.

"Yang saja jual legen asli, saya masak sendiri," ungkap pria 55 tahun itu.

Sepintas legen memang berwarna agak keruh. namun bukan berarti minuman ini tidak layak konsumsi. Pasalnya legen yang berwarna keruh seperti ini adalah legen kwalitas asli tanpa campuran air maupun pemanis buatan.

"Saya dapat menghidupi keluarga saya dari jualan legen ini. Setiap hari pasti laku 50 botol lebih, " ungkapnya kepada bloktuban.com

 

Bagi masyarakat Tuban, minuman legen terasa favorit saat bulan Ramadhan tiba. Pasalnya pada hari-hari biasa keberadaan legen tergeser oleh minuman khas Tuban lainnya yaitu toak. Minuman beralkohol itu juga dibuat dari sadapan getah pohon siwalan.

Kondisi alam kabupaten Tuban yang panas dan kering membuat minuman legen cukup diminati masyarakat. Selain murah, minuman ini memiliki rasa yang khas dan menyegarkan.

Menurut Irwan, penikmat legen minum legan itu sangat menyegarkan. Karena minum legen seperti langsung membasahi kerongkongan.
"Sehingga hilanglah dahaga seperti langsung hilang," ungkapnya. [ana/ito]

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

#0 Comments.....

Submit new comment