08:00 . Desa Wajib Lakukan Analisis Kelayakan Penyertaan Modal BUMDesa  |  07:00 . Konflik Bisa Bikin Hubungan dengan Kekasih Lebih Kuat  |  20:00 . Wakil Bupati Harap Perusahaan besar Ikut Bursa Kerja  |  19:00 . Ratusan Siswa SMK Rengel Ikuti Lomba Desain Batik Lokal  |  18:00 . Rumah Janda Penjual Krupuk di Plumpang Terbakar  |  18:00 . Saat Ini Tuban Memiliki 200 BUMDes  |  17:00 . Peringati Hari Batik, SMK Rengel Adakan Bazar dan Workshop  |  16:00 . Kembangkan BUMDesa, Dispemas-KB Tuban Gelar Peningkatan Kapasitas SDMnya  |  15:00 . Begini Cara Bawaslu Awasi Kampanye di Medsos  |  14:00 . Pendaftaran CPNS Ditutup, 5.273 Pelamar Siap Diverifikasi  |  13:00 . Bupati Serahkan Bantuan Kapal Kepada Nelayan Miskin  |  09:00 . Ajak Siswa Menjadi ‘Wartawan’  |  08:00 . Napak Tilas Kejayaan Majapahit di Bumi Wali  |  07:00 . Berat Badan Naik? Mungkin Ada Kaitannya dengan Pola Tidur Anda  |  20:00 . Laka di Beji, Seorang Pelajar Meninggal dan Pembonceng Luka Parah  |  19:00 . Warga Grabagan Keluhkan Tarif PDAM Naik Saat Kekeringan  |  18:00 . Bendera KSN Resmi Diserahkan PW GP Ansor Jatim ke Ansor Jateng  |  17:00 . Hantam Dump Truk, Pengendara Vixion Asal Kediri Meninggal  |  16:00 . Pilpres, Ketua GP Ansor Jatim Bebaskan Pilihan Asal Jangan Golput  |  15:00 . Bendera Sepanjang 1 KM Sambut KSN Zona Rote di Jatim-Jateng  |  

Sunday, 27/9/2015 3:59:59 A.M.

Jl. Sunan kalijogo Gang Latsari 1 No. 26 Tuban, Email bloktuban@gmail.com

Kamis, 26 April 2018 11:00:44

Segarnya Legen di Pinggir Jalan Raya Palang

Reporter: Yetik Lusiana

blokTuban.com - Warung pojok gelaman pinggir jalan Raya Palang Kabupaten Tuban, mampu menarik perhatian para orang, untuk berhenti sejenak dan melepaskan dahaga. Yaitu warung milik Mak Yas, yang menjual minuman asli khas Tuban.

Legen merupakan minuman tradisional yang terbuat dari sadapan getah pohon siwalan yang banyak tumbuh di perbukitan kapur Tuban.
Setiap tetes getah ditampung dalam bumbung atau potongan bambu. Sadapan itu yang akan diambil menjelang pagi dan sore hari.

Warung milik Mak Yas yang sudah berdiri sejak tahun 1995 yang sampai sekarang masih ramai ini, mampu menarik perhatian para pendatang baru untuk dapat mencicipi minuman khas Tuban, yaitu Legen.

"Yang saja jual legen asli, saya masak sendiri," ungkap pria 55 tahun itu.

Sepintas legen memang berwarna agak keruh. namun bukan berarti minuman ini tidak layak konsumsi. Pasalnya legen yang berwarna keruh seperti ini adalah legen kwalitas asli tanpa campuran air maupun pemanis buatan.

"Saya dapat menghidupi keluarga saya dari jualan legen ini. Setiap hari pasti laku 50 botol lebih, " ungkapnya kepada bloktuban.com

 

Bagi masyarakat Tuban, minuman legen terasa favorit saat bulan Ramadhan tiba. Pasalnya pada hari-hari biasa keberadaan legen tergeser oleh minuman khas Tuban lainnya yaitu toak. Minuman beralkohol itu juga dibuat dari sadapan getah pohon siwalan.

Kondisi alam kabupaten Tuban yang panas dan kering membuat minuman legen cukup diminati masyarakat. Selain murah, minuman ini memiliki rasa yang khas dan menyegarkan.

Menurut Irwan, penikmat legen minum legan itu sangat menyegarkan. Karena minum legen seperti langsung membasahi kerongkongan.
"Sehingga hilanglah dahaga seperti langsung hilang," ungkapnya. [ana/ito]

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

#0 Comments.....

Submit new comment

Kamis, 02 Agustus 2018 22:07:39

Pemilu 2019

Cek Data Pemilih Pemilu 2019

Ayo CEK nama anda sudah terdaftar sebagai pemilih di Pemilu 2019 atau belum? Caranya Klik: sidalih3.kpu.go.id.Jika anda belum terdaftar di portal tersebetu segera laporkan ke KPU Kabupaten/kota atau PPK di Kantor Kecamatan atau PPS di Kantor Kelurahan sesuai dengan alamat dalam KTP-el anda....

Sunday, 27/9/2015 3:59:59 A.M.

Jl. Sunan kalijogo Gang Latsari 1 No. 26 Tuban, Email bloktuban@gmail.com

Kamis, 26 April 2018 11:00:44

Segarnya Legen di Pinggir Jalan Raya Palang

Reporter: Yetik Lusiana

blokTuban.com - Warung pojok gelaman pinggir jalan Raya Palang Kabupaten Tuban, mampu menarik perhatian para orang, untuk berhenti sejenak dan melepaskan dahaga. Yaitu warung milik Mak Yas, yang menjual minuman asli khas Tuban.

Legen merupakan minuman tradisional yang terbuat dari sadapan getah pohon siwalan yang banyak tumbuh di perbukitan kapur Tuban.
Setiap tetes getah ditampung dalam bumbung atau potongan bambu. Sadapan itu yang akan diambil menjelang pagi dan sore hari.

Warung milik Mak Yas yang sudah berdiri sejak tahun 1995 yang sampai sekarang masih ramai ini, mampu menarik perhatian para pendatang baru untuk dapat mencicipi minuman khas Tuban, yaitu Legen.

"Yang saja jual legen asli, saya masak sendiri," ungkap pria 55 tahun itu.

Sepintas legen memang berwarna agak keruh. namun bukan berarti minuman ini tidak layak konsumsi. Pasalnya legen yang berwarna keruh seperti ini adalah legen kwalitas asli tanpa campuran air maupun pemanis buatan.

"Saya dapat menghidupi keluarga saya dari jualan legen ini. Setiap hari pasti laku 50 botol lebih, " ungkapnya kepada bloktuban.com

 

Bagi masyarakat Tuban, minuman legen terasa favorit saat bulan Ramadhan tiba. Pasalnya pada hari-hari biasa keberadaan legen tergeser oleh minuman khas Tuban lainnya yaitu toak. Minuman beralkohol itu juga dibuat dari sadapan getah pohon siwalan.

Kondisi alam kabupaten Tuban yang panas dan kering membuat minuman legen cukup diminati masyarakat. Selain murah, minuman ini memiliki rasa yang khas dan menyegarkan.

Menurut Irwan, penikmat legen minum legan itu sangat menyegarkan. Karena minum legen seperti langsung membasahi kerongkongan.
"Sehingga hilanglah dahaga seperti langsung hilang," ungkapnya. [ana/ito]

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

#0 Comments.....

Submit new comment