20:00 . Pemkab Jamin Ramadan Stok Elpiji Aman  |  19:00 . Gerakan Beli Beras Petani Lokal Untuk Zakat Fitrah Butuh Regulasi   |  18:00 . Jelang Buka Puasa, Jalan Sunan Kalijogo Sering Macet  |  17:00 . Jadi Tempat Ngabuburit, Pertigaan Pasar Soko Ramai Tiap Sore  |  16:00 . Putus Asa  |  15:00 . Panen Buah, Pedagang Dadakan Menjamur di Jalanan Klotok  |  14:00 . Bulan Juli Direncanakan 9 Raperda Tuntas  |  13:00 . Ini Makanan Milik Umat  |  12:00 . DPRD Usulkan 4 Raperda Inisiatif  |  11:00 . 16 Pemain Telah Bergabung di Persatu  |  10:00 . Pertamina Resmi Operasikan WK Tuban  |  09:00 . Ngabuburit dengan Membaca dan Bercerita  |  08:00 . Kalapas Tuban Kukuhkan Satgas Merah Putih WBP  |  07:00 . Jangan Salah, Puasa Terbukti Ringankan Gejala Penyakit Asam Lambung  |  20:00 . Lahan Kering, Petani di Alas Tuo Tanam Kangkung  |  19:00 . Jaga Kebersamaan, PWI Tuban Gelar Buka Bersama  |  18:00 . Wujud Bhakti Negeri dengan Cat Merah  |  17:00 . Petani Masih Tanam Bawang Merah‎ Saat Kemarau  |  16:00 . Ikhlas   |  15:00 . Jalur Soko-Parengan J‎adi Tongkrongan Asyik Pemuda Saat Ngabuburit  |  

Sunday, 27/9/2015 3:59:59 A.M.

Jl. Sunan kalijogo Gang Latsari 1 No. 26 Tuban, Email bloktuban@gmail.com

Rabu, 25 April 2018 21:00:20

Kabid Kepemudaan: ‎Kenakalan Pemuda Bisa Ditangani Lewat Keluarga

Reporter: M. Anang Febri

blokTuban.com - Banyaknya pemuda yang ‎‎berkeliaran bebas di jalanan, berlaku arogan di tempat umum, bermain kebut motor, konsumsi minuman keras (miras), hingga konsumsi obat-obatan terlarang serta kegiatan negatif lain dirasa sangat meresahkan masyarakat.

Banyak faktor penyebab munculnya sikap pemuda yang kurang etis. Pengaruh bisa muncul dari dalam lingkup kecilnya‎ sendiri (keluarga) maupun lingkungan sekitar tempat pemuda bergaul, berproses dalam menggali jati diri.

Dalam hal ini, Pemerintah Kabupaten Tuban lewat Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) mengungkapkan, peristiwa yang terjadi pada penyimpangan sikap dan sifat pemuda kita saat ini sebenarnya dapat ditangani dalam lingkup kecilnya sendiri, yakni keluarga.

Secara umum,‎ beberapa kegiatan pemuda yang mayoritas fungsinya ditangani oleh Institusi ataupun Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) lain, seperti konteks Karang Taruna Desa menunjukkan bahwa persoalan pemuda tak hanya menyangkut segmentasi pemuda itu sendiri.

"Ada i‎nstitusi dan SKPD dalam beberapa kegiatan pemuda. Di sisi lain, peran keluarga juga berpengaruh di dalam kegiatan pemuda itu sendiri," terang Kepala Bidang (Kabid) Kepemudaan Disparbudpora, Listyo Utomo, SH. ST‎ ketika dijumpai blokTuban.com di ruang kerjanya, Rabu (25/4/2018).

Kabid Kepemudaan itu juga menambahkan, kenakalan remaja memang bisa ditangani oleh Polres selaku pihak berwajib yang menjaga keamanan dan ketentraman warga. Pada sisi lain, pemuda yang terjerat peredaran, konsumsi, serta penyalahgunaan lain terkait Narkoba, Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Tuban juga turut andil di dalamnya.

Di samping itu, ada sebuah program  penunjang kesejahteraan keluarga miskin seperti halnya Program Keluarga ‎Harapan (PKH) sebagai perlindungan sosial pemberi bantuan kepada suatu keluarga miskin di desa-desa. Dari hal tersebut, dapat diartikan bahwasanya dalam suatu keluarga itu dipastikan ada satu dua orang pemuda di dalamnya.

"Berangkat dari situ, di antara keluarga tersebut pasti terdapat pemuda. Diawalinya pelampiasan pemuda sebab keluarga, entah itu sebab faktor ekonomi, broken home, maupun latar belakang pendidikan. Dari situ juga, kenakalan pemuda bisa ditangani lewat keluarga juga sebenarnya," pungkas Pak Lis, panggilan akrab Kabid Kepemudaan itu.

Selanjutnya, demi melancarkan pemberdayaan pemuda supaya miliki kepribadian yang bersifat produktif diberbagai bidang, pihaknya juga terus melakukan indetifikasi ‎perihal permasalahan pemuda. Dengan kerjasama merangkul berbagai sektor dan dinas terkait, diharapkan juga pemuda ikut berperan untuk menjunjung derajat Bumi Wali menjadi lebih baik. [feb/col]

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

#0 Comments.....

Submit new comment

Sabtu, 19 Mei 2018 06:00:22

Blok Buku

Bayangan Bidadari

"Bayangan Bidadari" merupakan kumpulan cerpen yang ditulis  Nurul F. Huda, nama pena dari Nurul Fithroni. Lahir di Purworejo, sebuah kota kecil di Jawa Tengah,pada tanggal 5 Oktober 1975, dia mulai menulis sejak SMP. read...

Sabtu, 14 April 2018 06:00:00

Blok Buku

Cinta adalah Pilihan

Subhan Hariri, lahir di Kota Santri, Situbondo, 13 Desember 1975. Pendidikan  ditempuh dengan normal hingga perguruan tinggi. Pernah nyantri di Pondok Pesantren Probolinggo, Jawa Timur. Serta pernah aktif mendirikan LSM Alif dan pernah bertugas sebagai konselor ketika masih mengabdi di lembaga pendidikan, serta pengalaman lain yang menghiasi perjalanan hidupnya. read...

Sunday, 27/9/2015 3:59:59 A.M.

Jl. Sunan kalijogo Gang Latsari 1 No. 26 Tuban, Email bloktuban@gmail.com

Rabu, 25 April 2018 21:00:20

Kabid Kepemudaan: ‎Kenakalan Pemuda Bisa Ditangani Lewat Keluarga

Reporter: M. Anang Febri

blokTuban.com - Banyaknya pemuda yang ‎‎berkeliaran bebas di jalanan, berlaku arogan di tempat umum, bermain kebut motor, konsumsi minuman keras (miras), hingga konsumsi obat-obatan terlarang serta kegiatan negatif lain dirasa sangat meresahkan masyarakat.

Banyak faktor penyebab munculnya sikap pemuda yang kurang etis. Pengaruh bisa muncul dari dalam lingkup kecilnya‎ sendiri (keluarga) maupun lingkungan sekitar tempat pemuda bergaul, berproses dalam menggali jati diri.

Dalam hal ini, Pemerintah Kabupaten Tuban lewat Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) mengungkapkan, peristiwa yang terjadi pada penyimpangan sikap dan sifat pemuda kita saat ini sebenarnya dapat ditangani dalam lingkup kecilnya sendiri, yakni keluarga.

Secara umum,‎ beberapa kegiatan pemuda yang mayoritas fungsinya ditangani oleh Institusi ataupun Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) lain, seperti konteks Karang Taruna Desa menunjukkan bahwa persoalan pemuda tak hanya menyangkut segmentasi pemuda itu sendiri.

"Ada i‎nstitusi dan SKPD dalam beberapa kegiatan pemuda. Di sisi lain, peran keluarga juga berpengaruh di dalam kegiatan pemuda itu sendiri," terang Kepala Bidang (Kabid) Kepemudaan Disparbudpora, Listyo Utomo, SH. ST‎ ketika dijumpai blokTuban.com di ruang kerjanya, Rabu (25/4/2018).

Kabid Kepemudaan itu juga menambahkan, kenakalan remaja memang bisa ditangani oleh Polres selaku pihak berwajib yang menjaga keamanan dan ketentraman warga. Pada sisi lain, pemuda yang terjerat peredaran, konsumsi, serta penyalahgunaan lain terkait Narkoba, Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Tuban juga turut andil di dalamnya.

Di samping itu, ada sebuah program  penunjang kesejahteraan keluarga miskin seperti halnya Program Keluarga ‎Harapan (PKH) sebagai perlindungan sosial pemberi bantuan kepada suatu keluarga miskin di desa-desa. Dari hal tersebut, dapat diartikan bahwasanya dalam suatu keluarga itu dipastikan ada satu dua orang pemuda di dalamnya.

"Berangkat dari situ, di antara keluarga tersebut pasti terdapat pemuda. Diawalinya pelampiasan pemuda sebab keluarga, entah itu sebab faktor ekonomi, broken home, maupun latar belakang pendidikan. Dari situ juga, kenakalan pemuda bisa ditangani lewat keluarga juga sebenarnya," pungkas Pak Lis, panggilan akrab Kabid Kepemudaan itu.

Selanjutnya, demi melancarkan pemberdayaan pemuda supaya miliki kepribadian yang bersifat produktif diberbagai bidang, pihaknya juga terus melakukan indetifikasi ‎perihal permasalahan pemuda. Dengan kerjasama merangkul berbagai sektor dan dinas terkait, diharapkan juga pemuda ikut berperan untuk menjunjung derajat Bumi Wali menjadi lebih baik. [feb/col]

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

#0 Comments.....

Submit new comment