08:00 . Desa Wajib Lakukan Analisis Kelayakan Penyertaan Modal BUMDesa  |  07:00 . Konflik Bisa Bikin Hubungan dengan Kekasih Lebih Kuat  |  20:00 . Wakil Bupati Harap Perusahaan besar Ikut Bursa Kerja  |  19:00 . Ratusan Siswa SMK Rengel Ikuti Lomba Desain Batik Lokal  |  18:00 . Rumah Janda Penjual Krupuk di Plumpang Terbakar  |  18:00 . Saat Ini Tuban Memiliki 200 BUMDes  |  17:00 . Peringati Hari Batik, SMK Rengel Adakan Bazar dan Workshop  |  16:00 . Kembangkan BUMDesa, Dispemas-KB Tuban Gelar Peningkatan Kapasitas SDMnya  |  15:00 . Begini Cara Bawaslu Awasi Kampanye di Medsos  |  14:00 . Pendaftaran CPNS Ditutup, 5.273 Pelamar Siap Diverifikasi  |  13:00 . Bupati Serahkan Bantuan Kapal Kepada Nelayan Miskin  |  09:00 . Ajak Siswa Menjadi ‘Wartawan’  |  08:00 . Napak Tilas Kejayaan Majapahit di Bumi Wali  |  07:00 . Berat Badan Naik? Mungkin Ada Kaitannya dengan Pola Tidur Anda  |  20:00 . Laka di Beji, Seorang Pelajar Meninggal dan Pembonceng Luka Parah  |  19:00 . Warga Grabagan Keluhkan Tarif PDAM Naik Saat Kekeringan  |  18:00 . Bendera KSN Resmi Diserahkan PW GP Ansor Jatim ke Ansor Jateng  |  17:00 . Hantam Dump Truk, Pengendara Vixion Asal Kediri Meninggal  |  16:00 . Pilpres, Ketua GP Ansor Jatim Bebaskan Pilihan Asal Jangan Golput  |  15:00 . Bendera Sepanjang 1 KM Sambut KSN Zona Rote di Jatim-Jateng  |  

Sunday, 27/9/2015 3:59:59 A.M.

Jl. Sunan kalijogo Gang Latsari 1 No. 26 Tuban, Email bloktuban@gmail.com

Senin, 23 April 2018 13:00:48

Marak Produsen Arak, Bupati: Karena Bisnis Arak Menggiurkan

Reporter: Khoirul Huda

blokTuban.com - Bupati Tuban H. Fathul Huda menyebut faktor masih banyak dan nekatnya para produsen arak di Bumi Wali sebutan lain Kabupaten Tuban dikarenakan keuntungan bisnis arak yang menggiurkan.

"Banyak hal yang menjadi faktor kenapa masih nekat memproduksi arak, salah satunya karena bisnis arak keuntunganya menggiurkan," terang Bupati Tuban, saat meninjau penggrebekan produsen arak di Widengan, Senin (23/4/2018).

Lebih lanjut, Bupati menjelaskan beberapa kali penggerebekan tempat produksi arak ini pelakunya pernah ditangkap dengan kasus yang sama. Dan saat diperiksa, kenapa masih melakukan produksi arak yang sifatnya berbahaya karena keuntungannya berlipat.

"Jadi bisnis ini sangat menarik, dan jaminan nyawa pun berani apabila sudah menyangkut bisnis yang menggiurkan ini," tambah Bupati.

Selanjutnya, Bupati dua periode ini mengatakan, terkait programnya agar produsen arak ini bisa beralih ke usaha lain dan tidak lagi memproduksi arak. Pihaknya mengaku menata mentalnya terlebih dahulu.

"Mentalnya ditata dulu, itu akan ada jaminan. Setelah mentalnya ditata maka akan berhasil," pungkas Bupati.

Diketahui dalam penggerebekan produsen arak milik Suci Bagus Setyono (31) warga Lingkungan Widengan, Kelurahan Gedongombo ini petugas berhasil mengamankan 64 drum yang berisi 13.000 liter baceman arak, 23 dus yang berisi 414 liter arak siap edar, satu bull arak, 1 dandang, 3 kompor dan 30 tabung LPG.

Dari penggrebekan itu, pelaku dikenakan pasal 135 jo pasal 71 (2) 140 jo 86 (2) UU Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan  Jo Pasal 204 (1) KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.[hud/col]

 

 

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

#0 Comments.....

Submit new comment

Kamis, 02 Agustus 2018 22:07:39

Pemilu 2019

Cek Data Pemilih Pemilu 2019

Ayo CEK nama anda sudah terdaftar sebagai pemilih di Pemilu 2019 atau belum? Caranya Klik: sidalih3.kpu.go.id.Jika anda belum terdaftar di portal tersebetu segera laporkan ke KPU Kabupaten/kota atau PPK di Kantor Kecamatan atau PPS di Kantor Kelurahan sesuai dengan alamat dalam KTP-el anda....

Sunday, 27/9/2015 3:59:59 A.M.

Jl. Sunan kalijogo Gang Latsari 1 No. 26 Tuban, Email bloktuban@gmail.com

Senin, 23 April 2018 13:00:48

Marak Produsen Arak, Bupati: Karena Bisnis Arak Menggiurkan

Reporter: Khoirul Huda

blokTuban.com - Bupati Tuban H. Fathul Huda menyebut faktor masih banyak dan nekatnya para produsen arak di Bumi Wali sebutan lain Kabupaten Tuban dikarenakan keuntungan bisnis arak yang menggiurkan.

"Banyak hal yang menjadi faktor kenapa masih nekat memproduksi arak, salah satunya karena bisnis arak keuntunganya menggiurkan," terang Bupati Tuban, saat meninjau penggrebekan produsen arak di Widengan, Senin (23/4/2018).

Lebih lanjut, Bupati menjelaskan beberapa kali penggerebekan tempat produksi arak ini pelakunya pernah ditangkap dengan kasus yang sama. Dan saat diperiksa, kenapa masih melakukan produksi arak yang sifatnya berbahaya karena keuntungannya berlipat.

"Jadi bisnis ini sangat menarik, dan jaminan nyawa pun berani apabila sudah menyangkut bisnis yang menggiurkan ini," tambah Bupati.

Selanjutnya, Bupati dua periode ini mengatakan, terkait programnya agar produsen arak ini bisa beralih ke usaha lain dan tidak lagi memproduksi arak. Pihaknya mengaku menata mentalnya terlebih dahulu.

"Mentalnya ditata dulu, itu akan ada jaminan. Setelah mentalnya ditata maka akan berhasil," pungkas Bupati.

Diketahui dalam penggerebekan produsen arak milik Suci Bagus Setyono (31) warga Lingkungan Widengan, Kelurahan Gedongombo ini petugas berhasil mengamankan 64 drum yang berisi 13.000 liter baceman arak, 23 dus yang berisi 414 liter arak siap edar, satu bull arak, 1 dandang, 3 kompor dan 30 tabung LPG.

Dari penggrebekan itu, pelaku dikenakan pasal 135 jo pasal 71 (2) 140 jo 86 (2) UU Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan  Jo Pasal 204 (1) KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.[hud/col]

 

 

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

#0 Comments.....

Submit new comment