16:00 . Keberanian  |  15:00 . Tingkatkan Kemampuan Motorik Anak Apatis dengan Terarium  |  14:00 . Hantam Truk, Pengendara Motor Luka Parah  |  13:00 . Coretan Mesra dari Pak Guru  |  12:00 . Holcim Bangun TPQ Untuk Siswa SD   |  11:00 . Cerita Literasi di SD Tasikharjo dan Remen  |  10:00 . Berduaan di Pantai Cemara Saat Malam, Pasangan Pelajar Diamankan  |  09:00 . Tiap Hari 4 Warga Terluka   |  08:00 . Mendekati Musik Campursari dan Dangdut  |  07:00 . Menggosok Gigi Ketika Puasa  |  20:00 . Hasil UNBK SMP Sederajat Diumumkan Besok  |  19:00 . Komnas HAM Temui Warga Mentoso Bahas NGRR  |  18:00 . Cuaca Buruk, Beberapa Nelayan di Panyuran Tak Melaut  |  17:00 . Sejumlah Bangunan di Pantai Kelapa Panyuran Rusak Diterjang Ombak  |  16:00 . Ceroboh  |  15:00 . Waspada, Hingga Jumat Prakiraan Tinggi Gelombang Laut Jawa Capai 1,25 - 2,50 Meter  |  14:00 . Masyarakat Kita Tidak Sabaran  |  13:00 . Kerudung Motif Kembang-Kembang  |  12:00 . Pos Black Spot Upaya Tekan Laka  |  11:00 . 4 warga terluka tiap hari  |  

Sunday, 27/9/2015 3:59:59 A.M.

Jl. Sunan kalijogo Gang Latsari 1 No. 26 Tuban, Email bloktuban@gmail.com

Senin, 09 April 2018 09:00:12

Pokdarwis Kepohagung Kembangkan Potensi Wisata Goa Gede

Kontributor: Yetik Lusiana

blokTuban.com - Warga di Desa Kepohagung Kecamatan Plumpang, Kabupaten Tuban, ingin mengembangkan potensi wisata goa unik di wilayah setempat. Goa yang diberi nama Goa Gede itu, menyimpan potensi wisata yang cukup besar.

Salah satu pengunjung, Mudlir menilai kalau ada potensi wisata dari goa tersebut. Pasalnya goa itu memiliki sesuatu yang unik, yang bisa menarik minat wisatawan.

"Keunikan dari goa itu di dinding-dinding atas ada sinar yg masuk, terus ada sumber airnya. Selain itu juga banyak ornamen-ornamen langit-langit goa yang berbentuk seperti kubah masjid," jelasnya.

Menurut pengelola, Farid menjelaskan, Goa Gede ini, dulu dipergunakan untuk istirahat atau tempat berteduh para pengembala kambing. Di dalam Goa Gede ada sumber air yang mana saat musim kemarau pun tidak akan asat atau kering. Tempat tersebut dulu sering di gunakan untuk minum bagi para pengembala kambing. Sekitar luar goa dulu juga banyak ayam alas.

"Di sana ada pemuda yg merapat dan menjaganya biar tidak digunakan untuk maksiat," imbuh Farid.

Harapan dari warga setempat, agar bisa mendapatkan bantuan dari instansi pemerintah atau secara perusahaan dengan tetap memberikan pengelolaan goa kepada pokdarwis yang ada atau masyarakat sekitarnya. Karena akses ke goa tersebut masih terjal, jalan bebatuan setapak tanpa aspal.  

"Untuk sementara ini belum terlalu banyak pengunjung yang datang, karena baru dalam pengelolaan," tandasnya. [ana/ito]

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

#2 Comments.....

Farid Senin, 09 April 2018 13:43:01

Eh.. aku punya kenangan tersendiri yang sampai sekarang gak bakal terlupakan.

Farid Senin, 09 April 2018 13:45:35

Tahun 1997 yang lalu aku ikut Corat coret dinding goa. Sekarang sudah hilang. Tapi coretan yang lain masih banyak.

Submit new comment

Sabtu, 19 Mei 2018 06:00:22

Blok Buku

Bayangan Bidadari

"Bayangan Bidadari" merupakan kumpulan cerpen yang ditulis  Nurul F. Huda, nama pena dari Nurul Fithroni. Lahir di Purworejo, sebuah kota kecil di Jawa Tengah,pada tanggal 5 Oktober 1975, dia mulai menulis sejak SMP. read...

Sabtu, 14 April 2018 06:00:00

Blok Buku

Cinta adalah Pilihan

Subhan Hariri, lahir di Kota Santri, Situbondo, 13 Desember 1975. Pendidikan  ditempuh dengan normal hingga perguruan tinggi. Pernah nyantri di Pondok Pesantren Probolinggo, Jawa Timur. Serta pernah aktif mendirikan LSM Alif dan pernah bertugas sebagai konselor ketika masih mengabdi di lembaga pendidikan, serta pengalaman lain yang menghiasi perjalanan hidupnya. read...

Sunday, 27/9/2015 3:59:59 A.M.

Jl. Sunan kalijogo Gang Latsari 1 No. 26 Tuban, Email bloktuban@gmail.com

Senin, 09 April 2018 09:00:12

Pokdarwis Kepohagung Kembangkan Potensi Wisata Goa Gede

Kontributor: Yetik Lusiana

blokTuban.com - Warga di Desa Kepohagung Kecamatan Plumpang, Kabupaten Tuban, ingin mengembangkan potensi wisata goa unik di wilayah setempat. Goa yang diberi nama Goa Gede itu, menyimpan potensi wisata yang cukup besar.

Salah satu pengunjung, Mudlir menilai kalau ada potensi wisata dari goa tersebut. Pasalnya goa itu memiliki sesuatu yang unik, yang bisa menarik minat wisatawan.

"Keunikan dari goa itu di dinding-dinding atas ada sinar yg masuk, terus ada sumber airnya. Selain itu juga banyak ornamen-ornamen langit-langit goa yang berbentuk seperti kubah masjid," jelasnya.

Menurut pengelola, Farid menjelaskan, Goa Gede ini, dulu dipergunakan untuk istirahat atau tempat berteduh para pengembala kambing. Di dalam Goa Gede ada sumber air yang mana saat musim kemarau pun tidak akan asat atau kering. Tempat tersebut dulu sering di gunakan untuk minum bagi para pengembala kambing. Sekitar luar goa dulu juga banyak ayam alas.

"Di sana ada pemuda yg merapat dan menjaganya biar tidak digunakan untuk maksiat," imbuh Farid.

Harapan dari warga setempat, agar bisa mendapatkan bantuan dari instansi pemerintah atau secara perusahaan dengan tetap memberikan pengelolaan goa kepada pokdarwis yang ada atau masyarakat sekitarnya. Karena akses ke goa tersebut masih terjal, jalan bebatuan setapak tanpa aspal.  

"Untuk sementara ini belum terlalu banyak pengunjung yang datang, karena baru dalam pengelolaan," tandasnya. [ana/ito]

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

#2 Comments.....

Farid Senin, 09 April 2018 13:43:01

Eh.. aku punya kenangan tersendiri yang sampai sekarang gak bakal terlupakan.

Farid Senin, 09 April 2018 13:45:35

Tahun 1997 yang lalu aku ikut Corat coret dinding goa. Sekarang sudah hilang. Tapi coretan yang lain masih banyak.

Submit new comment