08:00 . Ada Karnaval, Jalan Raya Timur dan Barat Jatirogo Kembali Ditutup  |  07:00 . Tips Alami Merawat Payudara Agar Tetap Kencang   |  18:00 . Sampah Berserakan Usai Karnaval, Petugas Lagsung Turun Jalan  |  17:00 . Drama Adu Penalti Hantarkan tim Widang Maju ke Final  |  16:00 . Turnamen Bola Kecamatan Widang, Hiburan Olahraga Warga  |  15:00 . Pertamina EP Tajak Sumur Wolai-001 Tepat HUT RI  |  12:00 . Banyak Karnaval, Para Pedangan Kebanjiran Berkah  |  11:00 . PT Pertamina EP Lakukan Tajak Sumur Eksplorasi Wolai - 001 Tepat Pada HUT RI  |  10:00 . Sepekan Libur Tanding, ini Proyeksi Persatu   |  09:00 . Awas! Ada Karanaval di Jatirogo, Jalur Dialihkan  |  08:00 . 11 Agenda Bakal Meriahkan HUT RI di Socorejo¬†  |  07:00 . Yang Terjadi Pada Tubuh Bila Menghabiskan Akhir Pekan dengan Tidur  |  20:00 . Terharu Lihat Sang Anak di Barisan Paskibraka Nasional  |  19:00 . Di Gang Sempit Kota Tuban Ada Monumen Kemerdekaan?  |  18:00 . Resepsi Kenegaraan, Bupati Komitmen Tingkatkan IKM Tuban  |  17:00 . Minim Air, Petani di Nggalang Tekuni Kacang Tanah  |  16:00 . Upacara di Gunung Nggalang, Tak Mudah Gerakan Pemuda Desa   |  15:00 . Begini Pengakuan ABK yang Selamat  |  14:00 . Usai Upacara, Warga Sidomulyo Pawai Kebhinekaan   |  13:00 . Di Atas Tumpukan Sampah, Pemulung Tuban Turut Upacara Bendera  |  

Sunday, 27/9/2015 3:59:59 A.M.

Jl. Sunan kalijogo Gang Latsari 1 No. 26 Tuban, Email bloktuban@gmail.com

Senin, 02 April 2018 18:00:57

Ditangkap, Sindikat Pembuatan Sertifikat Palsu Terancam 8 Tahun Penjara

Reporter: Khoirul Huda

blokTuban.com - Satuan Reserse Kriminal (Satrekrim) Polres Tuban berhasil menangkap sindikat penggelapan serta pemalsuan sertifikat tanah. Kedua tersangka adalah Nany Handayani (45) warga Kelurahan Sukolilo, Kecamatan/Kabupaten Tuban dan Hengky Suyatmoko (50) warga Gang Sedap Malam, Kelurahan Doromukti, Kecamatan/Kabupaten Tuban yang pernah dihukum tahun 2016 silam dengan kasus yang sama.

Dalam aksinya, kedua tersangka yang berhasil ditangkap mempunyai peran masing-masing, di antaranya, Nany Handayani sebagai pemesan dan penggadai sertifikat palsu sementara, Hengky Suyatmoko merupakan spesialis pembuat sertifikat tanah palsu.

Kapolres Tuban, AKBP Sutrisno HR mengatakan, kasus penipuan sertifikat tanah palsu ini bermula dari laporan korban Elen Susana (45) warga Jalan Gajahmada, Kelurahan Doromukti.

Menurutnya, modus operasi yang dilakukan tersangka Nany kepada korban dengan menggunakan serangkaian kata-kata bohong untuk meminjam uang kepada korban. Saat meminjam uang tersangka beralasan untuk biaya pengobatan anaknya yang lagi sakit.

"Modus tersangka dengan serangkaian kata-kata bohong meminjam uang kepada korban dengan menggunakan jaminan sertifikat tanah palsu," ungkap Kapolres Tuban saat Press Release, Senin (2/4/2018).

Dengan membawa sertifikat palsu saat meminjam uang sebagai jaminanya. Akhirnya korban percaya dengan jaminan yang dibawa tersangka dan korban meminjamkan uang kepada tersangka sebesar Rp25 juta, kemudian tersangka datang lagi untuk meminjam uang dengan alasan untuk berobat mertua dan biaya anaknya.

"Karena terlalu sering meminjam uang kepada korban. Akhirnya korban curiga dan mengecek sertifikat ke Kantor Pertanahan (BPN) dari keterangan BPN ternyata sertifikat yang diterima korban adalah sertifikat palsu," tambah Kapolres.

Dari penjaminan sertifikat tanah palsu tersebut korban menderita kerugian sejumlah Rp62 juta. Selanjutnya korban melaporkan kejadian tersebut kepada Polres Tuban dan setelah dilakukan pengembangan terhadap perkara tersebut, teryata tersangka mendapatkan sertifikat palsu dari tersangka Hengky Suyatmoko.

Selanjutnya, akibat perbuatannya kedua pelaku dijerat dengan perkara penipuan atau penggelapan dan pemalsuan akta otentik dan membuat surat palsu atau memalsukan surat yang dapat menerbitkan sesuatu hak. Dijerat pasal 378 KUHP atau pasal 372 KUHP dan pasal 264 ayat (1) KUHP sub pasal 263 ayat (1) KUHP dengan ancaman hukuman selama 6 hingga 8 tahun.[hud/col]

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

#0 Comments.....

Submit new comment

Kamis, 02 Agustus 2018 22:07:39

Pemilu 2019

Cek Data Pemilih Pemilu 2019

Ayo CEK nama anda sudah terdaftar sebagai pemilih di Pemilu 2019 atau belum? Caranya Klik: sidalih3.kpu.go.id.Jika anda belum terdaftar di portal tersebetu segera laporkan ke KPU Kabupaten/kota atau PPK di Kantor Kecamatan atau PPS di Kantor Kelurahan sesuai dengan alamat dalam KTP-el anda....

Sunday, 27/9/2015 3:59:59 A.M.

Jl. Sunan kalijogo Gang Latsari 1 No. 26 Tuban, Email bloktuban@gmail.com

Senin, 02 April 2018 18:00:57

Ditangkap, Sindikat Pembuatan Sertifikat Palsu Terancam 8 Tahun Penjara

Reporter: Khoirul Huda

blokTuban.com - Satuan Reserse Kriminal (Satrekrim) Polres Tuban berhasil menangkap sindikat penggelapan serta pemalsuan sertifikat tanah. Kedua tersangka adalah Nany Handayani (45) warga Kelurahan Sukolilo, Kecamatan/Kabupaten Tuban dan Hengky Suyatmoko (50) warga Gang Sedap Malam, Kelurahan Doromukti, Kecamatan/Kabupaten Tuban yang pernah dihukum tahun 2016 silam dengan kasus yang sama.

Dalam aksinya, kedua tersangka yang berhasil ditangkap mempunyai peran masing-masing, di antaranya, Nany Handayani sebagai pemesan dan penggadai sertifikat palsu sementara, Hengky Suyatmoko merupakan spesialis pembuat sertifikat tanah palsu.

Kapolres Tuban, AKBP Sutrisno HR mengatakan, kasus penipuan sertifikat tanah palsu ini bermula dari laporan korban Elen Susana (45) warga Jalan Gajahmada, Kelurahan Doromukti.

Menurutnya, modus operasi yang dilakukan tersangka Nany kepada korban dengan menggunakan serangkaian kata-kata bohong untuk meminjam uang kepada korban. Saat meminjam uang tersangka beralasan untuk biaya pengobatan anaknya yang lagi sakit.

"Modus tersangka dengan serangkaian kata-kata bohong meminjam uang kepada korban dengan menggunakan jaminan sertifikat tanah palsu," ungkap Kapolres Tuban saat Press Release, Senin (2/4/2018).

Dengan membawa sertifikat palsu saat meminjam uang sebagai jaminanya. Akhirnya korban percaya dengan jaminan yang dibawa tersangka dan korban meminjamkan uang kepada tersangka sebesar Rp25 juta, kemudian tersangka datang lagi untuk meminjam uang dengan alasan untuk berobat mertua dan biaya anaknya.

"Karena terlalu sering meminjam uang kepada korban. Akhirnya korban curiga dan mengecek sertifikat ke Kantor Pertanahan (BPN) dari keterangan BPN ternyata sertifikat yang diterima korban adalah sertifikat palsu," tambah Kapolres.

Dari penjaminan sertifikat tanah palsu tersebut korban menderita kerugian sejumlah Rp62 juta. Selanjutnya korban melaporkan kejadian tersebut kepada Polres Tuban dan setelah dilakukan pengembangan terhadap perkara tersebut, teryata tersangka mendapatkan sertifikat palsu dari tersangka Hengky Suyatmoko.

Selanjutnya, akibat perbuatannya kedua pelaku dijerat dengan perkara penipuan atau penggelapan dan pemalsuan akta otentik dan membuat surat palsu atau memalsukan surat yang dapat menerbitkan sesuatu hak. Dijerat pasal 378 KUHP atau pasal 372 KUHP dan pasal 264 ayat (1) KUHP sub pasal 263 ayat (1) KUHP dengan ancaman hukuman selama 6 hingga 8 tahun.[hud/col]

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

#0 Comments.....

Submit new comment