20:00 . Pemkab Jamin Ramadan Stok Elpiji Aman  |  19:00 . Gerakan Beli Beras Petani Lokal Untuk Zakat Fitrah Butuh Regulasi   |  18:00 . Jelang Buka Puasa, Jalan Sunan Kalijogo Sering Macet  |  17:00 . Jadi Tempat Ngabuburit, Pertigaan Pasar Soko Ramai Tiap Sore  |  16:00 . Putus Asa  |  15:00 . Panen Buah, Pedagang Dadakan Menjamur di Jalanan Klotok  |  14:00 . Bulan Juli Direncanakan 9 Raperda Tuntas  |  13:00 . Ini Makanan Milik Umat  |  12:00 . DPRD Usulkan 4 Raperda Inisiatif  |  11:00 . 16 Pemain Telah Bergabung di Persatu  |  10:00 . Pertamina Resmi Operasikan WK Tuban  |  09:00 . Ngabuburit dengan Membaca dan Bercerita  |  08:00 . Kalapas Tuban Kukuhkan Satgas Merah Putih WBP  |  07:00 . Jangan Salah, Puasa Terbukti Ringankan Gejala Penyakit Asam Lambung  |  20:00 . Lahan Kering, Petani di Alas Tuo Tanam Kangkung  |  19:00 . Jaga Kebersamaan, PWI Tuban Gelar Buka Bersama  |  18:00 . Wujud Bhakti Negeri dengan Cat Merah  |  17:00 . Petani Masih Tanam Bawang Merah‎ Saat Kemarau  |  16:00 . Ikhlas   |  15:00 . Jalur Soko-Parengan J‎adi Tongkrongan Asyik Pemuda Saat Ngabuburit  |  

Sunday, 27/9/2015 3:59:59 A.M.

Jl. Sunan kalijogo Gang Latsari 1 No. 26 Tuban, Email bloktuban@gmail.com

Senin, 02 April 2018 18:00:57

Ditangkap, Sindikat Pembuatan Sertifikat Palsu Terancam 8 Tahun Penjara

Reporter: Khoirul Huda

blokTuban.com - Satuan Reserse Kriminal (Satrekrim) Polres Tuban berhasil menangkap sindikat penggelapan serta pemalsuan sertifikat tanah. Kedua tersangka adalah Nany Handayani (45) warga Kelurahan Sukolilo, Kecamatan/Kabupaten Tuban dan Hengky Suyatmoko (50) warga Gang Sedap Malam, Kelurahan Doromukti, Kecamatan/Kabupaten Tuban yang pernah dihukum tahun 2016 silam dengan kasus yang sama.

Dalam aksinya, kedua tersangka yang berhasil ditangkap mempunyai peran masing-masing, di antaranya, Nany Handayani sebagai pemesan dan penggadai sertifikat palsu sementara, Hengky Suyatmoko merupakan spesialis pembuat sertifikat tanah palsu.

Kapolres Tuban, AKBP Sutrisno HR mengatakan, kasus penipuan sertifikat tanah palsu ini bermula dari laporan korban Elen Susana (45) warga Jalan Gajahmada, Kelurahan Doromukti.

Menurutnya, modus operasi yang dilakukan tersangka Nany kepada korban dengan menggunakan serangkaian kata-kata bohong untuk meminjam uang kepada korban. Saat meminjam uang tersangka beralasan untuk biaya pengobatan anaknya yang lagi sakit.

"Modus tersangka dengan serangkaian kata-kata bohong meminjam uang kepada korban dengan menggunakan jaminan sertifikat tanah palsu," ungkap Kapolres Tuban saat Press Release, Senin (2/4/2018).

Dengan membawa sertifikat palsu saat meminjam uang sebagai jaminanya. Akhirnya korban percaya dengan jaminan yang dibawa tersangka dan korban meminjamkan uang kepada tersangka sebesar Rp25 juta, kemudian tersangka datang lagi untuk meminjam uang dengan alasan untuk berobat mertua dan biaya anaknya.

"Karena terlalu sering meminjam uang kepada korban. Akhirnya korban curiga dan mengecek sertifikat ke Kantor Pertanahan (BPN) dari keterangan BPN ternyata sertifikat yang diterima korban adalah sertifikat palsu," tambah Kapolres.

Dari penjaminan sertifikat tanah palsu tersebut korban menderita kerugian sejumlah Rp62 juta. Selanjutnya korban melaporkan kejadian tersebut kepada Polres Tuban dan setelah dilakukan pengembangan terhadap perkara tersebut, teryata tersangka mendapatkan sertifikat palsu dari tersangka Hengky Suyatmoko.

Selanjutnya, akibat perbuatannya kedua pelaku dijerat dengan perkara penipuan atau penggelapan dan pemalsuan akta otentik dan membuat surat palsu atau memalsukan surat yang dapat menerbitkan sesuatu hak. Dijerat pasal 378 KUHP atau pasal 372 KUHP dan pasal 264 ayat (1) KUHP sub pasal 263 ayat (1) KUHP dengan ancaman hukuman selama 6 hingga 8 tahun.[hud/col]

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

#0 Comments.....

Submit new comment

Sabtu, 19 Mei 2018 06:00:22

Blok Buku

Bayangan Bidadari

"Bayangan Bidadari" merupakan kumpulan cerpen yang ditulis  Nurul F. Huda, nama pena dari Nurul Fithroni. Lahir di Purworejo, sebuah kota kecil di Jawa Tengah,pada tanggal 5 Oktober 1975, dia mulai menulis sejak SMP. read...

Sabtu, 14 April 2018 06:00:00

Blok Buku

Cinta adalah Pilihan

Subhan Hariri, lahir di Kota Santri, Situbondo, 13 Desember 1975. Pendidikan  ditempuh dengan normal hingga perguruan tinggi. Pernah nyantri di Pondok Pesantren Probolinggo, Jawa Timur. Serta pernah aktif mendirikan LSM Alif dan pernah bertugas sebagai konselor ketika masih mengabdi di lembaga pendidikan, serta pengalaman lain yang menghiasi perjalanan hidupnya. read...

Sunday, 27/9/2015 3:59:59 A.M.

Jl. Sunan kalijogo Gang Latsari 1 No. 26 Tuban, Email bloktuban@gmail.com

Senin, 02 April 2018 18:00:57

Ditangkap, Sindikat Pembuatan Sertifikat Palsu Terancam 8 Tahun Penjara

Reporter: Khoirul Huda

blokTuban.com - Satuan Reserse Kriminal (Satrekrim) Polres Tuban berhasil menangkap sindikat penggelapan serta pemalsuan sertifikat tanah. Kedua tersangka adalah Nany Handayani (45) warga Kelurahan Sukolilo, Kecamatan/Kabupaten Tuban dan Hengky Suyatmoko (50) warga Gang Sedap Malam, Kelurahan Doromukti, Kecamatan/Kabupaten Tuban yang pernah dihukum tahun 2016 silam dengan kasus yang sama.

Dalam aksinya, kedua tersangka yang berhasil ditangkap mempunyai peran masing-masing, di antaranya, Nany Handayani sebagai pemesan dan penggadai sertifikat palsu sementara, Hengky Suyatmoko merupakan spesialis pembuat sertifikat tanah palsu.

Kapolres Tuban, AKBP Sutrisno HR mengatakan, kasus penipuan sertifikat tanah palsu ini bermula dari laporan korban Elen Susana (45) warga Jalan Gajahmada, Kelurahan Doromukti.

Menurutnya, modus operasi yang dilakukan tersangka Nany kepada korban dengan menggunakan serangkaian kata-kata bohong untuk meminjam uang kepada korban. Saat meminjam uang tersangka beralasan untuk biaya pengobatan anaknya yang lagi sakit.

"Modus tersangka dengan serangkaian kata-kata bohong meminjam uang kepada korban dengan menggunakan jaminan sertifikat tanah palsu," ungkap Kapolres Tuban saat Press Release, Senin (2/4/2018).

Dengan membawa sertifikat palsu saat meminjam uang sebagai jaminanya. Akhirnya korban percaya dengan jaminan yang dibawa tersangka dan korban meminjamkan uang kepada tersangka sebesar Rp25 juta, kemudian tersangka datang lagi untuk meminjam uang dengan alasan untuk berobat mertua dan biaya anaknya.

"Karena terlalu sering meminjam uang kepada korban. Akhirnya korban curiga dan mengecek sertifikat ke Kantor Pertanahan (BPN) dari keterangan BPN ternyata sertifikat yang diterima korban adalah sertifikat palsu," tambah Kapolres.

Dari penjaminan sertifikat tanah palsu tersebut korban menderita kerugian sejumlah Rp62 juta. Selanjutnya korban melaporkan kejadian tersebut kepada Polres Tuban dan setelah dilakukan pengembangan terhadap perkara tersebut, teryata tersangka mendapatkan sertifikat palsu dari tersangka Hengky Suyatmoko.

Selanjutnya, akibat perbuatannya kedua pelaku dijerat dengan perkara penipuan atau penggelapan dan pemalsuan akta otentik dan membuat surat palsu atau memalsukan surat yang dapat menerbitkan sesuatu hak. Dijerat pasal 378 KUHP atau pasal 372 KUHP dan pasal 264 ayat (1) KUHP sub pasal 263 ayat (1) KUHP dengan ancaman hukuman selama 6 hingga 8 tahun.[hud/col]

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

#0 Comments.....

Submit new comment