08:00 . Desa Wajib Lakukan Analisis Kelayakan Penyertaan Modal BUMDesa  |  07:00 . Konflik Bisa Bikin Hubungan dengan Kekasih Lebih Kuat  |  20:00 . Wakil Bupati Harap Perusahaan besar Ikut Bursa Kerja  |  19:00 . Ratusan Siswa SMK Rengel Ikuti Lomba Desain Batik Lokal  |  18:00 . Rumah Janda Penjual Krupuk di Plumpang Terbakar  |  18:00 . Saat Ini Tuban Memiliki 200 BUMDes  |  17:00 . Peringati Hari Batik, SMK Rengel Adakan Bazar dan Workshop  |  16:00 . Kembangkan BUMDesa, Dispemas-KB Tuban Gelar Peningkatan Kapasitas SDMnya  |  15:00 . Begini Cara Bawaslu Awasi Kampanye di Medsos  |  14:00 . Pendaftaran CPNS Ditutup, 5.273 Pelamar Siap Diverifikasi  |  13:00 . Bupati Serahkan Bantuan Kapal Kepada Nelayan Miskin  |  09:00 . Ajak Siswa Menjadi ‘Wartawan’  |  08:00 . Napak Tilas Kejayaan Majapahit di Bumi Wali  |  07:00 . Berat Badan Naik? Mungkin Ada Kaitannya dengan Pola Tidur Anda  |  20:00 . Laka di Beji, Seorang Pelajar Meninggal dan Pembonceng Luka Parah  |  19:00 . Warga Grabagan Keluhkan Tarif PDAM Naik Saat Kekeringan  |  18:00 . Bendera KSN Resmi Diserahkan PW GP Ansor Jatim ke Ansor Jateng  |  17:00 . Hantam Dump Truk, Pengendara Vixion Asal Kediri Meninggal  |  16:00 . Pilpres, Ketua GP Ansor Jatim Bebaskan Pilihan Asal Jangan Golput  |  15:00 . Bendera Sepanjang 1 KM Sambut KSN Zona Rote di Jatim-Jateng  |  

Sunday, 27/9/2015 3:59:59 A.M.

Jl. Sunan kalijogo Gang Latsari 1 No. 26 Tuban, Email bloktuban@gmail.com

Senin, 02 April 2018 18:00:57

Ditangkap, Sindikat Pembuatan Sertifikat Palsu Terancam 8 Tahun Penjara

Reporter: Khoirul Huda

blokTuban.com - Satuan Reserse Kriminal (Satrekrim) Polres Tuban berhasil menangkap sindikat penggelapan serta pemalsuan sertifikat tanah. Kedua tersangka adalah Nany Handayani (45) warga Kelurahan Sukolilo, Kecamatan/Kabupaten Tuban dan Hengky Suyatmoko (50) warga Gang Sedap Malam, Kelurahan Doromukti, Kecamatan/Kabupaten Tuban yang pernah dihukum tahun 2016 silam dengan kasus yang sama.

Dalam aksinya, kedua tersangka yang berhasil ditangkap mempunyai peran masing-masing, di antaranya, Nany Handayani sebagai pemesan dan penggadai sertifikat palsu sementara, Hengky Suyatmoko merupakan spesialis pembuat sertifikat tanah palsu.

Kapolres Tuban, AKBP Sutrisno HR mengatakan, kasus penipuan sertifikat tanah palsu ini bermula dari laporan korban Elen Susana (45) warga Jalan Gajahmada, Kelurahan Doromukti.

Menurutnya, modus operasi yang dilakukan tersangka Nany kepada korban dengan menggunakan serangkaian kata-kata bohong untuk meminjam uang kepada korban. Saat meminjam uang tersangka beralasan untuk biaya pengobatan anaknya yang lagi sakit.

"Modus tersangka dengan serangkaian kata-kata bohong meminjam uang kepada korban dengan menggunakan jaminan sertifikat tanah palsu," ungkap Kapolres Tuban saat Press Release, Senin (2/4/2018).

Dengan membawa sertifikat palsu saat meminjam uang sebagai jaminanya. Akhirnya korban percaya dengan jaminan yang dibawa tersangka dan korban meminjamkan uang kepada tersangka sebesar Rp25 juta, kemudian tersangka datang lagi untuk meminjam uang dengan alasan untuk berobat mertua dan biaya anaknya.

"Karena terlalu sering meminjam uang kepada korban. Akhirnya korban curiga dan mengecek sertifikat ke Kantor Pertanahan (BPN) dari keterangan BPN ternyata sertifikat yang diterima korban adalah sertifikat palsu," tambah Kapolres.

Dari penjaminan sertifikat tanah palsu tersebut korban menderita kerugian sejumlah Rp62 juta. Selanjutnya korban melaporkan kejadian tersebut kepada Polres Tuban dan setelah dilakukan pengembangan terhadap perkara tersebut, teryata tersangka mendapatkan sertifikat palsu dari tersangka Hengky Suyatmoko.

Selanjutnya, akibat perbuatannya kedua pelaku dijerat dengan perkara penipuan atau penggelapan dan pemalsuan akta otentik dan membuat surat palsu atau memalsukan surat yang dapat menerbitkan sesuatu hak. Dijerat pasal 378 KUHP atau pasal 372 KUHP dan pasal 264 ayat (1) KUHP sub pasal 263 ayat (1) KUHP dengan ancaman hukuman selama 6 hingga 8 tahun.[hud/col]

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

#0 Comments.....

Submit new comment

Kamis, 02 Agustus 2018 22:07:39

Pemilu 2019

Cek Data Pemilih Pemilu 2019

Ayo CEK nama anda sudah terdaftar sebagai pemilih di Pemilu 2019 atau belum? Caranya Klik: sidalih3.kpu.go.id.Jika anda belum terdaftar di portal tersebetu segera laporkan ke KPU Kabupaten/kota atau PPK di Kantor Kecamatan atau PPS di Kantor Kelurahan sesuai dengan alamat dalam KTP-el anda....

Sunday, 27/9/2015 3:59:59 A.M.

Jl. Sunan kalijogo Gang Latsari 1 No. 26 Tuban, Email bloktuban@gmail.com

Senin, 02 April 2018 18:00:57

Ditangkap, Sindikat Pembuatan Sertifikat Palsu Terancam 8 Tahun Penjara

Reporter: Khoirul Huda

blokTuban.com - Satuan Reserse Kriminal (Satrekrim) Polres Tuban berhasil menangkap sindikat penggelapan serta pemalsuan sertifikat tanah. Kedua tersangka adalah Nany Handayani (45) warga Kelurahan Sukolilo, Kecamatan/Kabupaten Tuban dan Hengky Suyatmoko (50) warga Gang Sedap Malam, Kelurahan Doromukti, Kecamatan/Kabupaten Tuban yang pernah dihukum tahun 2016 silam dengan kasus yang sama.

Dalam aksinya, kedua tersangka yang berhasil ditangkap mempunyai peran masing-masing, di antaranya, Nany Handayani sebagai pemesan dan penggadai sertifikat palsu sementara, Hengky Suyatmoko merupakan spesialis pembuat sertifikat tanah palsu.

Kapolres Tuban, AKBP Sutrisno HR mengatakan, kasus penipuan sertifikat tanah palsu ini bermula dari laporan korban Elen Susana (45) warga Jalan Gajahmada, Kelurahan Doromukti.

Menurutnya, modus operasi yang dilakukan tersangka Nany kepada korban dengan menggunakan serangkaian kata-kata bohong untuk meminjam uang kepada korban. Saat meminjam uang tersangka beralasan untuk biaya pengobatan anaknya yang lagi sakit.

"Modus tersangka dengan serangkaian kata-kata bohong meminjam uang kepada korban dengan menggunakan jaminan sertifikat tanah palsu," ungkap Kapolres Tuban saat Press Release, Senin (2/4/2018).

Dengan membawa sertifikat palsu saat meminjam uang sebagai jaminanya. Akhirnya korban percaya dengan jaminan yang dibawa tersangka dan korban meminjamkan uang kepada tersangka sebesar Rp25 juta, kemudian tersangka datang lagi untuk meminjam uang dengan alasan untuk berobat mertua dan biaya anaknya.

"Karena terlalu sering meminjam uang kepada korban. Akhirnya korban curiga dan mengecek sertifikat ke Kantor Pertanahan (BPN) dari keterangan BPN ternyata sertifikat yang diterima korban adalah sertifikat palsu," tambah Kapolres.

Dari penjaminan sertifikat tanah palsu tersebut korban menderita kerugian sejumlah Rp62 juta. Selanjutnya korban melaporkan kejadian tersebut kepada Polres Tuban dan setelah dilakukan pengembangan terhadap perkara tersebut, teryata tersangka mendapatkan sertifikat palsu dari tersangka Hengky Suyatmoko.

Selanjutnya, akibat perbuatannya kedua pelaku dijerat dengan perkara penipuan atau penggelapan dan pemalsuan akta otentik dan membuat surat palsu atau memalsukan surat yang dapat menerbitkan sesuatu hak. Dijerat pasal 378 KUHP atau pasal 372 KUHP dan pasal 264 ayat (1) KUHP sub pasal 263 ayat (1) KUHP dengan ancaman hukuman selama 6 hingga 8 tahun.[hud/col]

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

#0 Comments.....

Submit new comment