20:00 . Pemkab Jamin Ramadan Stok Elpiji Aman  |  19:00 . Gerakan Beli Beras Petani Lokal Untuk Zakat Fitrah Butuh Regulasi   |  18:00 . Jelang Buka Puasa, Jalan Sunan Kalijogo Sering Macet  |  17:00 . Jadi Tempat Ngabuburit, Pertigaan Pasar Soko Ramai Tiap Sore  |  16:00 . Putus Asa  |  15:00 . Panen Buah, Pedagang Dadakan Menjamur di Jalanan Klotok  |  14:00 . Bulan Juli Direncanakan 9 Raperda Tuntas  |  13:00 . Ini Makanan Milik Umat  |  12:00 . DPRD Usulkan 4 Raperda Inisiatif  |  11:00 . 16 Pemain Telah Bergabung di Persatu  |  10:00 . Pertamina Resmi Operasikan WK Tuban  |  09:00 . Ngabuburit dengan Membaca dan Bercerita  |  08:00 . Kalapas Tuban Kukuhkan Satgas Merah Putih WBP  |  07:00 . Jangan Salah, Puasa Terbukti Ringankan Gejala Penyakit Asam Lambung  |  20:00 . Lahan Kering, Petani di Alas Tuo Tanam Kangkung  |  19:00 . Jaga Kebersamaan, PWI Tuban Gelar Buka Bersama  |  18:00 . Wujud Bhakti Negeri dengan Cat Merah  |  17:00 . Petani Masih Tanam Bawang Merah‎ Saat Kemarau  |  16:00 . Ikhlas   |  15:00 . Jalur Soko-Parengan J‎adi Tongkrongan Asyik Pemuda Saat Ngabuburit  |  

Sunday, 27/9/2015 3:59:59 A.M.

Jl. Sunan kalijogo Gang Latsari 1 No. 26 Tuban, Email bloktuban@gmail.com

Sabtu, 10 Maret 2018 18:00:04

Meski Ditarif, Tempat ini Ramai Dikunjungi Pegiat Selfie

Reporter: M. Anang Febri

blokTuban.com- Generasi milenial saat  ini tak bisa dihindarkan dengan adanya gadget dan ponsel, terlebih urusan foto selfie. Untuk mendapatkan hasil gambar yang keren, serta layak dipamerkan pada khalayak umum media sosial, tak sedikit muda-mudi berburu tempat unik demi mendapat momen yang antik dan beda dari yang lain.

Salah satunya adalah jembatan tower yang berada di atas Bukit Tapan ini. Lokasi wisata daratan tinggi yang berada di Desa Ngandong, Kecamatan Grabagan itu banyak diburu pengunjung dari berbagai daerah. Terlebih para pemuda usia SMP hingga SMA.

Meskipun Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) setempat mengenakan tarif bagi pengunjung yang ingin berselfie ria di bangunan yang terbuat dari besi dan papan kayu seharga Rp 2000 tiap orangnya. Tetap saja, banyak pengunjung yang ingin mencicipi bagaimana sensasi mengadaikan momen di puncak tertinggi Kabupaten Tuban itu.

"Kalau mau foto disana, bayar dua ribu rupiah. Hanya diperbolehkan maksimal 8 orang, untuk foto disana," kata Jiarto, salah seorang pemuda setempat yang berjaga sambil menunjukkan bangunan mirip jembatan tower pengintai tersebut.

Dia juga mengatakan, bahwa banyak pengunjung yang sering mencoba berfoto dengan aneka pose ditempat tersebut setiap harinya. Pernah suatu saat, ketika hari libur dia mendapatkan Rp 372.000 dalam sehari.

"Ramainya pas hari Sabtu, Minggu, dan hari libur lainnya. Pernah suatu hari dapat ratusan pengunjung yang ingin foto disana, hampir dua ratus orang," terang Jiarto kepada blokTuban.com, Sabtu (9/3/2018).

Dari harga itu, pengunjung memiliki waktu 5 menit untuk berada di bangunan tinggi tempat berfoto selfie itu, kemudian turun dan bergantian dengan pengunjung lainnya.

"Tapi kalau sore dan sepi seperti ini, bebas lah. Sesuka mereka, karena gak ada yang antre," pungkasnya.

Di samping itu, wisata yang menyediakan hidangan instan, serta aneka macam minuman panas maupun dingin dan dilengkapi fasilitas internet gratis, sehingga dapat diakses oleh pengunjung itu hanya buka sampai pukul 16.30 WIB. Lepas waktu itu, pemuda setempat yang berjaga akan segera bergegas mengosongkan lokasi Tapan. [feb/ito]

 

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

#0 Comments.....

Submit new comment

Sabtu, 19 Mei 2018 06:00:22

Blok Buku

Bayangan Bidadari

"Bayangan Bidadari" merupakan kumpulan cerpen yang ditulis  Nurul F. Huda, nama pena dari Nurul Fithroni. Lahir di Purworejo, sebuah kota kecil di Jawa Tengah,pada tanggal 5 Oktober 1975, dia mulai menulis sejak SMP. read...

Sabtu, 14 April 2018 06:00:00

Blok Buku

Cinta adalah Pilihan

Subhan Hariri, lahir di Kota Santri, Situbondo, 13 Desember 1975. Pendidikan  ditempuh dengan normal hingga perguruan tinggi. Pernah nyantri di Pondok Pesantren Probolinggo, Jawa Timur. Serta pernah aktif mendirikan LSM Alif dan pernah bertugas sebagai konselor ketika masih mengabdi di lembaga pendidikan, serta pengalaman lain yang menghiasi perjalanan hidupnya. read...

Sunday, 27/9/2015 3:59:59 A.M.

Jl. Sunan kalijogo Gang Latsari 1 No. 26 Tuban, Email bloktuban@gmail.com

Sabtu, 10 Maret 2018 18:00:04

Meski Ditarif, Tempat ini Ramai Dikunjungi Pegiat Selfie

Reporter: M. Anang Febri

blokTuban.com- Generasi milenial saat  ini tak bisa dihindarkan dengan adanya gadget dan ponsel, terlebih urusan foto selfie. Untuk mendapatkan hasil gambar yang keren, serta layak dipamerkan pada khalayak umum media sosial, tak sedikit muda-mudi berburu tempat unik demi mendapat momen yang antik dan beda dari yang lain.

Salah satunya adalah jembatan tower yang berada di atas Bukit Tapan ini. Lokasi wisata daratan tinggi yang berada di Desa Ngandong, Kecamatan Grabagan itu banyak diburu pengunjung dari berbagai daerah. Terlebih para pemuda usia SMP hingga SMA.

Meskipun Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) setempat mengenakan tarif bagi pengunjung yang ingin berselfie ria di bangunan yang terbuat dari besi dan papan kayu seharga Rp 2000 tiap orangnya. Tetap saja, banyak pengunjung yang ingin mencicipi bagaimana sensasi mengadaikan momen di puncak tertinggi Kabupaten Tuban itu.

"Kalau mau foto disana, bayar dua ribu rupiah. Hanya diperbolehkan maksimal 8 orang, untuk foto disana," kata Jiarto, salah seorang pemuda setempat yang berjaga sambil menunjukkan bangunan mirip jembatan tower pengintai tersebut.

Dia juga mengatakan, bahwa banyak pengunjung yang sering mencoba berfoto dengan aneka pose ditempat tersebut setiap harinya. Pernah suatu saat, ketika hari libur dia mendapatkan Rp 372.000 dalam sehari.

"Ramainya pas hari Sabtu, Minggu, dan hari libur lainnya. Pernah suatu hari dapat ratusan pengunjung yang ingin foto disana, hampir dua ratus orang," terang Jiarto kepada blokTuban.com, Sabtu (9/3/2018).

Dari harga itu, pengunjung memiliki waktu 5 menit untuk berada di bangunan tinggi tempat berfoto selfie itu, kemudian turun dan bergantian dengan pengunjung lainnya.

"Tapi kalau sore dan sepi seperti ini, bebas lah. Sesuka mereka, karena gak ada yang antre," pungkasnya.

Di samping itu, wisata yang menyediakan hidangan instan, serta aneka macam minuman panas maupun dingin dan dilengkapi fasilitas internet gratis, sehingga dapat diakses oleh pengunjung itu hanya buka sampai pukul 16.30 WIB. Lepas waktu itu, pemuda setempat yang berjaga akan segera bergegas mengosongkan lokasi Tapan. [feb/ito]

 

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

#0 Comments.....

Submit new comment