20:00 . Pemkab Jamin Ramadan Stok Elpiji Aman  |  19:00 . Gerakan Beli Beras Petani Lokal Untuk Zakat Fitrah Butuh Regulasi   |  18:00 . Jelang Buka Puasa, Jalan Sunan Kalijogo Sering Macet  |  17:00 . Jadi Tempat Ngabuburit, Pertigaan Pasar Soko Ramai Tiap Sore  |  16:00 . Putus Asa  |  15:00 . Panen Buah, Pedagang Dadakan Menjamur di Jalanan Klotok  |  14:00 . Bulan Juli Direncanakan 9 Raperda Tuntas  |  13:00 . Ini Makanan Milik Umat  |  12:00 . DPRD Usulkan 4 Raperda Inisiatif  |  11:00 . 16 Pemain Telah Bergabung di Persatu  |  10:00 . Pertamina Resmi Operasikan WK Tuban  |  09:00 . Ngabuburit dengan Membaca dan Bercerita  |  08:00 . Kalapas Tuban Kukuhkan Satgas Merah Putih WBP  |  07:00 . Jangan Salah, Puasa Terbukti Ringankan Gejala Penyakit Asam Lambung  |  20:00 . Lahan Kering, Petani di Alas Tuo Tanam Kangkung  |  19:00 . Jaga Kebersamaan, PWI Tuban Gelar Buka Bersama  |  18:00 . Wujud Bhakti Negeri dengan Cat Merah  |  17:00 . Petani Masih Tanam Bawang Merah‎ Saat Kemarau  |  16:00 . Ikhlas   |  15:00 . Jalur Soko-Parengan J‎adi Tongkrongan Asyik Pemuda Saat Ngabuburit  |  

Sunday, 27/9/2015 3:59:59 A.M.

Jl. Sunan kalijogo Gang Latsari 1 No. 26 Tuban, Email bloktuban@gmail.com

Sabtu, 03 Maret 2018 16:00:00

Tanpa Investor, WAG Swadayakan Masyarakat

Reporter: M. Anang Febri

blokTuban.com - Pembangunan sebuah wisata secara besar-besaran dan cepat, baik dari segi infrastruktur maupun sarana prasarana memang terkesan hebat. Namun kebanyakan hanya investor dari luar yang sanggup melakukan hal tersebut.

Banyak pertimbangan yang harus dipikir jika lokasi wisata daerah, seperti wisata alam desa, tentang bagaimana pengerjaan proyek. Apalagi anggaran dana yang tak main-main jika menginginkan hasil maksimal. Harus kerjasama dengan investor, atau kerja swadaya antar masyarakat dan pemuda.

Wisata Alam Gununganyar (WAG) yang baru-baru ini kian dikenal oleh masyarakat luas, terus ditingkatkan pembangunannya oleh pemuda dan pemerintah desa (pemdes) setempat.

Dalam proses menuju terciptanya wisata alam dengan identitas Sendang Ngerong dan nuansa pedesaan yang berada di dataran tinggi Desa Gununganyar, Kecamatan Soko, Kabupaten Tuban itu, Pemdes lewat Sekretaris Desa (Sekdes) mengaku akan mengerjakan kebanggaan desanya itu lewat swadaya masyarakat.

"Kita kerjakan bersama-sama, gotong royong dengan pemuda dan seluruh elemen masyarakat untuk memajukan desa ini," ucap Siswanto, Sekdes Gununganyar kepada blokTuban.com, Sabtu (3/3/2018).

Ditanya tentang percepatan proyek WAG, pihaknya mengatakan, bahwa wajar saja progres dari pengerjaan wisata masih terbilang lamban. Berbeda dengan wisata yang dibiayai dan dipegang penuh oleh investor.

Tentu banyak pertimbangan di benaknya. Pemuda desa bersatu, demi kemajuan tanah moyangnya. Dimana ada kekompakan, rasa peduli terhadap lingkungan, kiranya adalah satu dari sekian banyaknya pertimbangan.

"Jika investor, otomatis kita gak bisa berbuat banyak. Kita hanya bisa melihat saja, karena semua ditangani sana," pungkasnya.

Tak hanya pemdes yang bersikukuh, semangat meningkatkan kualitas lokasi wisata. Bahkan, pemuda setempat juga antusias terhadap pembenahan WAG. Mereka saling kerjasama, membersihkan lingkungan, membuat pernik kreasi dari bahan bekas, hingga penanaman ulang tanaman hias.

"Besok juga akan ada kegiatan tanam seribu pohon di lokasi WAG sini," seru pemuda setempat, Slamet ketika usai menanam beberapa jenis tanaman kaktus di sekitar lokasi WAG. [feb/rom]

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

#0 Comments.....

Submit new comment

Sabtu, 19 Mei 2018 06:00:22

Blok Buku

Bayangan Bidadari

"Bayangan Bidadari" merupakan kumpulan cerpen yang ditulis  Nurul F. Huda, nama pena dari Nurul Fithroni. Lahir di Purworejo, sebuah kota kecil di Jawa Tengah,pada tanggal 5 Oktober 1975, dia mulai menulis sejak SMP. read...

Sabtu, 14 April 2018 06:00:00

Blok Buku

Cinta adalah Pilihan

Subhan Hariri, lahir di Kota Santri, Situbondo, 13 Desember 1975. Pendidikan  ditempuh dengan normal hingga perguruan tinggi. Pernah nyantri di Pondok Pesantren Probolinggo, Jawa Timur. Serta pernah aktif mendirikan LSM Alif dan pernah bertugas sebagai konselor ketika masih mengabdi di lembaga pendidikan, serta pengalaman lain yang menghiasi perjalanan hidupnya. read...

Sunday, 27/9/2015 3:59:59 A.M.

Jl. Sunan kalijogo Gang Latsari 1 No. 26 Tuban, Email bloktuban@gmail.com

Sabtu, 03 Maret 2018 16:00:00

Tanpa Investor, WAG Swadayakan Masyarakat

Reporter: M. Anang Febri

blokTuban.com - Pembangunan sebuah wisata secara besar-besaran dan cepat, baik dari segi infrastruktur maupun sarana prasarana memang terkesan hebat. Namun kebanyakan hanya investor dari luar yang sanggup melakukan hal tersebut.

Banyak pertimbangan yang harus dipikir jika lokasi wisata daerah, seperti wisata alam desa, tentang bagaimana pengerjaan proyek. Apalagi anggaran dana yang tak main-main jika menginginkan hasil maksimal. Harus kerjasama dengan investor, atau kerja swadaya antar masyarakat dan pemuda.

Wisata Alam Gununganyar (WAG) yang baru-baru ini kian dikenal oleh masyarakat luas, terus ditingkatkan pembangunannya oleh pemuda dan pemerintah desa (pemdes) setempat.

Dalam proses menuju terciptanya wisata alam dengan identitas Sendang Ngerong dan nuansa pedesaan yang berada di dataran tinggi Desa Gununganyar, Kecamatan Soko, Kabupaten Tuban itu, Pemdes lewat Sekretaris Desa (Sekdes) mengaku akan mengerjakan kebanggaan desanya itu lewat swadaya masyarakat.

"Kita kerjakan bersama-sama, gotong royong dengan pemuda dan seluruh elemen masyarakat untuk memajukan desa ini," ucap Siswanto, Sekdes Gununganyar kepada blokTuban.com, Sabtu (3/3/2018).

Ditanya tentang percepatan proyek WAG, pihaknya mengatakan, bahwa wajar saja progres dari pengerjaan wisata masih terbilang lamban. Berbeda dengan wisata yang dibiayai dan dipegang penuh oleh investor.

Tentu banyak pertimbangan di benaknya. Pemuda desa bersatu, demi kemajuan tanah moyangnya. Dimana ada kekompakan, rasa peduli terhadap lingkungan, kiranya adalah satu dari sekian banyaknya pertimbangan.

"Jika investor, otomatis kita gak bisa berbuat banyak. Kita hanya bisa melihat saja, karena semua ditangani sana," pungkasnya.

Tak hanya pemdes yang bersikukuh, semangat meningkatkan kualitas lokasi wisata. Bahkan, pemuda setempat juga antusias terhadap pembenahan WAG. Mereka saling kerjasama, membersihkan lingkungan, membuat pernik kreasi dari bahan bekas, hingga penanaman ulang tanaman hias.

"Besok juga akan ada kegiatan tanam seribu pohon di lokasi WAG sini," seru pemuda setempat, Slamet ketika usai menanam beberapa jenis tanaman kaktus di sekitar lokasi WAG. [feb/rom]

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

#0 Comments.....

Submit new comment