08:00 . Desa Wajib Lakukan Analisis Kelayakan Penyertaan Modal BUMDesa  |  07:00 . Konflik Bisa Bikin Hubungan dengan Kekasih Lebih Kuat  |  20:00 . Wakil Bupati Harap Perusahaan besar Ikut Bursa Kerja  |  19:00 . Ratusan Siswa SMK Rengel Ikuti Lomba Desain Batik Lokal  |  18:00 . Rumah Janda Penjual Krupuk di Plumpang Terbakar  |  18:00 . Saat Ini Tuban Memiliki 200 BUMDes  |  17:00 . Peringati Hari Batik, SMK Rengel Adakan Bazar dan Workshop  |  16:00 . Kembangkan BUMDesa, Dispemas-KB Tuban Gelar Peningkatan Kapasitas SDMnya  |  15:00 . Begini Cara Bawaslu Awasi Kampanye di Medsos  |  14:00 . Pendaftaran CPNS Ditutup, 5.273 Pelamar Siap Diverifikasi  |  13:00 . Bupati Serahkan Bantuan Kapal Kepada Nelayan Miskin  |  09:00 . Ajak Siswa Menjadi ‘Wartawan’  |  08:00 . Napak Tilas Kejayaan Majapahit di Bumi Wali  |  07:00 . Berat Badan Naik? Mungkin Ada Kaitannya dengan Pola Tidur Anda  |  20:00 . Laka di Beji, Seorang Pelajar Meninggal dan Pembonceng Luka Parah  |  19:00 . Warga Grabagan Keluhkan Tarif PDAM Naik Saat Kekeringan  |  18:00 . Bendera KSN Resmi Diserahkan PW GP Ansor Jatim ke Ansor Jateng  |  17:00 . Hantam Dump Truk, Pengendara Vixion Asal Kediri Meninggal  |  16:00 . Pilpres, Ketua GP Ansor Jatim Bebaskan Pilihan Asal Jangan Golput  |  15:00 . Bendera Sepanjang 1 KM Sambut KSN Zona Rote di Jatim-Jateng  |  

Sunday, 27/9/2015 3:59:59 A.M.

Jl. Sunan kalijogo Gang Latsari 1 No. 26 Tuban, Email bloktuban@gmail.com

Sabtu, 03 Maret 2018 16:00:00

Tanpa Investor, WAG Swadayakan Masyarakat

Reporter: M. Anang Febri

blokTuban.com - Pembangunan sebuah wisata secara besar-besaran dan cepat, baik dari segi infrastruktur maupun sarana prasarana memang terkesan hebat. Namun kebanyakan hanya investor dari luar yang sanggup melakukan hal tersebut.

Banyak pertimbangan yang harus dipikir jika lokasi wisata daerah, seperti wisata alam desa, tentang bagaimana pengerjaan proyek. Apalagi anggaran dana yang tak main-main jika menginginkan hasil maksimal. Harus kerjasama dengan investor, atau kerja swadaya antar masyarakat dan pemuda.

Wisata Alam Gununganyar (WAG) yang baru-baru ini kian dikenal oleh masyarakat luas, terus ditingkatkan pembangunannya oleh pemuda dan pemerintah desa (pemdes) setempat.

Dalam proses menuju terciptanya wisata alam dengan identitas Sendang Ngerong dan nuansa pedesaan yang berada di dataran tinggi Desa Gununganyar, Kecamatan Soko, Kabupaten Tuban itu, Pemdes lewat Sekretaris Desa (Sekdes) mengaku akan mengerjakan kebanggaan desanya itu lewat swadaya masyarakat.

"Kita kerjakan bersama-sama, gotong royong dengan pemuda dan seluruh elemen masyarakat untuk memajukan desa ini," ucap Siswanto, Sekdes Gununganyar kepada blokTuban.com, Sabtu (3/3/2018).

Ditanya tentang percepatan proyek WAG, pihaknya mengatakan, bahwa wajar saja progres dari pengerjaan wisata masih terbilang lamban. Berbeda dengan wisata yang dibiayai dan dipegang penuh oleh investor.

Tentu banyak pertimbangan di benaknya. Pemuda desa bersatu, demi kemajuan tanah moyangnya. Dimana ada kekompakan, rasa peduli terhadap lingkungan, kiranya adalah satu dari sekian banyaknya pertimbangan.

"Jika investor, otomatis kita gak bisa berbuat banyak. Kita hanya bisa melihat saja, karena semua ditangani sana," pungkasnya.

Tak hanya pemdes yang bersikukuh, semangat meningkatkan kualitas lokasi wisata. Bahkan, pemuda setempat juga antusias terhadap pembenahan WAG. Mereka saling kerjasama, membersihkan lingkungan, membuat pernik kreasi dari bahan bekas, hingga penanaman ulang tanaman hias.

"Besok juga akan ada kegiatan tanam seribu pohon di lokasi WAG sini," seru pemuda setempat, Slamet ketika usai menanam beberapa jenis tanaman kaktus di sekitar lokasi WAG. [feb/rom]

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

#0 Comments.....

Submit new comment

Kamis, 02 Agustus 2018 22:07:39

Pemilu 2019

Cek Data Pemilih Pemilu 2019

Ayo CEK nama anda sudah terdaftar sebagai pemilih di Pemilu 2019 atau belum? Caranya Klik: sidalih3.kpu.go.id.Jika anda belum terdaftar di portal tersebetu segera laporkan ke KPU Kabupaten/kota atau PPK di Kantor Kecamatan atau PPS di Kantor Kelurahan sesuai dengan alamat dalam KTP-el anda....

Sunday, 27/9/2015 3:59:59 A.M.

Jl. Sunan kalijogo Gang Latsari 1 No. 26 Tuban, Email bloktuban@gmail.com

Sabtu, 03 Maret 2018 16:00:00

Tanpa Investor, WAG Swadayakan Masyarakat

Reporter: M. Anang Febri

blokTuban.com - Pembangunan sebuah wisata secara besar-besaran dan cepat, baik dari segi infrastruktur maupun sarana prasarana memang terkesan hebat. Namun kebanyakan hanya investor dari luar yang sanggup melakukan hal tersebut.

Banyak pertimbangan yang harus dipikir jika lokasi wisata daerah, seperti wisata alam desa, tentang bagaimana pengerjaan proyek. Apalagi anggaran dana yang tak main-main jika menginginkan hasil maksimal. Harus kerjasama dengan investor, atau kerja swadaya antar masyarakat dan pemuda.

Wisata Alam Gununganyar (WAG) yang baru-baru ini kian dikenal oleh masyarakat luas, terus ditingkatkan pembangunannya oleh pemuda dan pemerintah desa (pemdes) setempat.

Dalam proses menuju terciptanya wisata alam dengan identitas Sendang Ngerong dan nuansa pedesaan yang berada di dataran tinggi Desa Gununganyar, Kecamatan Soko, Kabupaten Tuban itu, Pemdes lewat Sekretaris Desa (Sekdes) mengaku akan mengerjakan kebanggaan desanya itu lewat swadaya masyarakat.

"Kita kerjakan bersama-sama, gotong royong dengan pemuda dan seluruh elemen masyarakat untuk memajukan desa ini," ucap Siswanto, Sekdes Gununganyar kepada blokTuban.com, Sabtu (3/3/2018).

Ditanya tentang percepatan proyek WAG, pihaknya mengatakan, bahwa wajar saja progres dari pengerjaan wisata masih terbilang lamban. Berbeda dengan wisata yang dibiayai dan dipegang penuh oleh investor.

Tentu banyak pertimbangan di benaknya. Pemuda desa bersatu, demi kemajuan tanah moyangnya. Dimana ada kekompakan, rasa peduli terhadap lingkungan, kiranya adalah satu dari sekian banyaknya pertimbangan.

"Jika investor, otomatis kita gak bisa berbuat banyak. Kita hanya bisa melihat saja, karena semua ditangani sana," pungkasnya.

Tak hanya pemdes yang bersikukuh, semangat meningkatkan kualitas lokasi wisata. Bahkan, pemuda setempat juga antusias terhadap pembenahan WAG. Mereka saling kerjasama, membersihkan lingkungan, membuat pernik kreasi dari bahan bekas, hingga penanaman ulang tanaman hias.

"Besok juga akan ada kegiatan tanam seribu pohon di lokasi WAG sini," seru pemuda setempat, Slamet ketika usai menanam beberapa jenis tanaman kaktus di sekitar lokasi WAG. [feb/rom]

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

#0 Comments.....

Submit new comment