07:00 . Minum Jus Buah Tiap Hari Tingkatkan Potensi Obesitas pada Anak  |  18:00 . Setting Time Pasca Pengecoran Diperkirakan Selama Tiga Hari  |  17:00 . KPU Jadwalkan Penyortiran dan Pelipatan Kartu Suara Senin Besok  |  16:00 . Kemuliaan   |  15:00 . Kakek di Kerek Meninggal Dunia Saat Menggembala Kambing  |  14:00 . Sarbumusi Minta Pemerintah Benar-benar Selektif Calon Peserta  |  13:00 . Dagangannya Diborong Cagub, ini Reaksi Pedagang Nasi Jagung  |  12:00 . Cagub Khofifah: Pasar Tradisional Harus Ada Prioritas Anggaran  |  11:00 . Kunjungi Pasar Tradisional Rengel, Khofifah Minta Restu Masyarakat  |  10:00 . Pengerjaan Dikebut, Malam Ini Pengecoran Badan Jalan  |  09:00 . Dua Pemain Asal Nabire Gagal Gabung Persatu  |  08:00 . Pertengahan Ramadan, Pasar Tradisional Rengel Mulai Ramai Pengunjung  |  07:00 . Ini Resep Donat dari Mie yang Sempat Viral  |  06:00 . Nyanyian Rindu  |  19:00 . Camat Plumpang: Tugas Kalian Adalah Belajar  |  18:00 . Ratusan Anak Yatim Ikuti Buka Puasa di Plumpang  |  17:00 . Truk Tronton Muatan Biji Plastik Terguling di Semanding  |  16:00 . Kemaslahatan Umum  |  13:00 . Nikmatnya Nasi Liwet Anget  |  10:00 . Hasil UNBK MTs Baru Diumumkan Senin Lusa  |  

Sunday, 27/9/2015 3:59:59 A.M.

Jl. Sunan kalijogo Gang Latsari 1 No. 26 Tuban, Email bloktuban@gmail.com

Sabtu, 21 Oktober 2017 08:00:02

HUT SI, Lakon Wisanggeni Lahir Jadi Tontonan Warga

Reporter: Khoirul Huda

blokTuban.com - Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Semen Indonesia ke 60 diperingati dengan berbagai rangkaian acara. Setelah pekan raya yang melibatkan banyak UKM/UMKM di Tuban, warga juga dihibur dengan pementasan wayang kulit dengan Ki Dalang Sigid Arianto, S. SN, yang diiringi karawitan Sanggar Seni Cakraningrat dari Kabupaten Rembang, Jawa Tengah.

Wayang kulit dengan lakon "Wisanggeni Lahir" dipentaskan di Perumdin Semen Gresik, Desa Sumurgung, Kecamatan/Kabupaten Tuban. Layaknya pementasan wayang, dalang bercerita semalam suntuk mulai Jum'at (20/10/2017) sampai Sabtu (21/10/2017) dini hari tadi.

Ratusan warga terlihat memenuhi lokasi acara sampai acara selesai. Mereka menyimak jalan cerita lahirnya Wisanggeni, yang diawali dengan kecemburuan Dewasrani, putra Batari Durga terhadap Arjuna yang telah menikahi Batari Dresanala.

Dewasrani merengek kepada ibunya supaya memisahkan perkawinan mereka. Durga pun menghadap kepada suaminya, yaitu Batara Guru, raja para dewa.

Atas desakan Durga, Batara Guru pun memerintahkan agar Batara Brama menceraikan Arjuna dan Dresanala. Keputusan ini ditentang oleh Batara Narada selaku penasihat Batara Guru. Ia pun mengundurkan diri dan memilih membela Arjuna.

Brama yang telah kembali ke kahyangannya segera menyuruh Arjuna pulang ke alam dunia dengan alasan Dresanala hendak dijadikan Batara Guru sebagai penari di kahyangan utama. Arjuna pun menurut tanpa curiga. Setelah Arjuna pergi, Brama pun menghajar Dresanala untuk mengeluarkan janin yang dikandungnya secara paksa.

Dresanala pun melahirkan sebelum waktunya. Durga dan Dewasrani datang menjemputnya, sementara Brama membuang cucunya sendiri yang baru lahir itu ke dalam kawah Candradimuka, di Gunung Jamurdipa.

Narada diam-diam mengawasi semua kejadian tersebut. Ia pun membantu bayi Dresanala tersebut keluar dari kawah. Secara ajaib, bayi itu telah tumbuh menjadi seorang pemuda. Narada memberinya nama Wisanggeni, yang bermakna "racun api". Hal ini dikarenakan ia lahir akibat kemarahan Brama, sang dewa penguasa api.

"Wayang merupakan salah satu kesenian yang digandrungi masyarakat, termasuk warga yang dekat dengan kami," jelas Direktur Utama (Dirut) Semen Gresik, Gatot Kustyadji, Jumat (20/10/2017).

Dia berharap, tontonan yang disuguhkam bisa menarik dan menghibur masyarakat dan semua yang hadir di lokasi pementasan. Tampak hadir di acara pementasan, yakni Direktur Produksi SG, Joko Sulistyanto, Direktur Komersial SG, Mukhammad Saifudin, segenap jajaran kepala departemen SG, dan seluruh lapisan masyarakat di Kabupaten Tuban. [hud/ito]

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

#0 Comments.....

Submit new comment

Jumat, 25 Mei 2018 23:27:28

Melayani Energi untuk Negeri

Pertamina menyediakan bahan bakar bagi masyarakat Indonesia sampai di pelosok. Dengan sepenuh hati melayani energi untuk Negeri....

Sabtu, 19 Mei 2018 06:00:22

Blok Buku

Bayangan Bidadari

"Bayangan Bidadari" merupakan kumpulan cerpen yang ditulis  Nurul F. Huda, nama pena dari Nurul Fithroni. Lahir di Purworejo, sebuah kota kecil di Jawa Tengah,pada tanggal 5 Oktober 1975, dia mulai menulis sejak SMP. read...

Sabtu, 14 April 2018 06:00:00

Blok Buku

Cinta adalah Pilihan

Subhan Hariri, lahir di Kota Santri, Situbondo, 13 Desember 1975. Pendidikan  ditempuh dengan normal hingga perguruan tinggi. Pernah nyantri di Pondok Pesantren Probolinggo, Jawa Timur. Serta pernah aktif mendirikan LSM Alif dan pernah bertugas sebagai konselor ketika masih mengabdi di lembaga pendidikan, serta pengalaman lain yang menghiasi perjalanan hidupnya. read...

Sunday, 27/9/2015 3:59:59 A.M.

Jl. Sunan kalijogo Gang Latsari 1 No. 26 Tuban, Email bloktuban@gmail.com

Sabtu, 21 Oktober 2017 08:00:02

HUT SI, Lakon Wisanggeni Lahir Jadi Tontonan Warga

Reporter: Khoirul Huda

blokTuban.com - Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Semen Indonesia ke 60 diperingati dengan berbagai rangkaian acara. Setelah pekan raya yang melibatkan banyak UKM/UMKM di Tuban, warga juga dihibur dengan pementasan wayang kulit dengan Ki Dalang Sigid Arianto, S. SN, yang diiringi karawitan Sanggar Seni Cakraningrat dari Kabupaten Rembang, Jawa Tengah.

Wayang kulit dengan lakon "Wisanggeni Lahir" dipentaskan di Perumdin Semen Gresik, Desa Sumurgung, Kecamatan/Kabupaten Tuban. Layaknya pementasan wayang, dalang bercerita semalam suntuk mulai Jum'at (20/10/2017) sampai Sabtu (21/10/2017) dini hari tadi.

Ratusan warga terlihat memenuhi lokasi acara sampai acara selesai. Mereka menyimak jalan cerita lahirnya Wisanggeni, yang diawali dengan kecemburuan Dewasrani, putra Batari Durga terhadap Arjuna yang telah menikahi Batari Dresanala.

Dewasrani merengek kepada ibunya supaya memisahkan perkawinan mereka. Durga pun menghadap kepada suaminya, yaitu Batara Guru, raja para dewa.

Atas desakan Durga, Batara Guru pun memerintahkan agar Batara Brama menceraikan Arjuna dan Dresanala. Keputusan ini ditentang oleh Batara Narada selaku penasihat Batara Guru. Ia pun mengundurkan diri dan memilih membela Arjuna.

Brama yang telah kembali ke kahyangannya segera menyuruh Arjuna pulang ke alam dunia dengan alasan Dresanala hendak dijadikan Batara Guru sebagai penari di kahyangan utama. Arjuna pun menurut tanpa curiga. Setelah Arjuna pergi, Brama pun menghajar Dresanala untuk mengeluarkan janin yang dikandungnya secara paksa.

Dresanala pun melahirkan sebelum waktunya. Durga dan Dewasrani datang menjemputnya, sementara Brama membuang cucunya sendiri yang baru lahir itu ke dalam kawah Candradimuka, di Gunung Jamurdipa.

Narada diam-diam mengawasi semua kejadian tersebut. Ia pun membantu bayi Dresanala tersebut keluar dari kawah. Secara ajaib, bayi itu telah tumbuh menjadi seorang pemuda. Narada memberinya nama Wisanggeni, yang bermakna "racun api". Hal ini dikarenakan ia lahir akibat kemarahan Brama, sang dewa penguasa api.

"Wayang merupakan salah satu kesenian yang digandrungi masyarakat, termasuk warga yang dekat dengan kami," jelas Direktur Utama (Dirut) Semen Gresik, Gatot Kustyadji, Jumat (20/10/2017).

Dia berharap, tontonan yang disuguhkam bisa menarik dan menghibur masyarakat dan semua yang hadir di lokasi pementasan. Tampak hadir di acara pementasan, yakni Direktur Produksi SG, Joko Sulistyanto, Direktur Komersial SG, Mukhammad Saifudin, segenap jajaran kepala departemen SG, dan seluruh lapisan masyarakat di Kabupaten Tuban. [hud/ito]

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

#0 Comments.....

Submit new comment